Sumatera Selatan (ANTARA) - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) mendorong pelaksanaan pendidikan literasi politik kepada kalangan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) dalam upaya persiapan menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Kepala Bidang SMA Disdik Sumsel Mashendarta di Palembang, Senin mengatakan pendidikan literasi politik itu diselenggarakan bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah setempat yang diselenggarakan secara bertahap hingga tahun 2023.

Pada pelaksanaannya pelajar yang diikutsertakan dalam kelas pendidikan itu ialah siswa kelas delapan SMA dan SMK karena pada Pemilu di tahun 2024 mereka sudah 17 tahun dan masuk dalam kelompok pemilih pemula.

“Ya, sekitar 10 ribu lebih siswa yang bakal menjadi pemilih pemula itu diajarkan pendidikan politik ini nantinya secara bertahap,” kata Mashendarta, seusai kegiatan pendidikan literasi politik pertama Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang bertajuk "Pendidikan Politik, Etika dan Budaya Politik" yang berlangsung  di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif karena ternyata selama ini di dalam pemikiran para peserta didik kalau politik itu belum penting atau bahkan sebagian mereka mengaku benci politik karena hanya “perang” kepentingan.

“Jadi perlahan kami coba memberikan pemahaman politik itu karena sangat mulia tujuannya,” imbuhnya.

Baca juga: Ratusan siswa SMA dan SMK di Palembang diajarkan pendidikan politik

Sementara itu, Kabid Politik dalam Negeri Badan Kesbangpol Kota Palembang Farid mengatakan, setiap tahun kegiatan tersebut terus diadakan sebab para pemilih pemula sudah seharusnya siap menyikapi politik.

“Dalam kerangka acuan kerja mulai Juni  tahun ini sampai Juni 2023, kami turun ke sekolah mengajarkan literasi politik bersama Kesbangpol Provinsi Sumsel, yang diprioritaskan kepada siswa kelas delapan,” kata dia.

Menurutnya, materi yang diajarkan kepada para peserta meliputi literasi empat konsensus atau pilar dasar bangsa Indonesia.

Keempat konsensus dasar bangsa tersebut ialah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masing-masing materi itu diajarkan secara langsung oleh pemateri berkompeten di bidangnya.
Baca juga: KPU Palembang hapus nama orang meninggal dari daftar pemilih pemilu

“Ini bagian upaya kami memaksimalkan peran pemerintah untuk dapat membimbing dan mendorong mereka memperoleh pemahaman terkait politik dan bernegara selaku kelompok pemilih pemula,” kata dia.

Ia menjelaskan poin utama yang hendak disampaikan empat materi itu adalah menyelaraskan pandangan para pemilih baru terhadap politik, yang tujuannya mulia yakni untuk mencapai kemaslahatan masyarakat dan memperkokoh kesatuan dalam bernegara.

Sehingga dari pemahaman itu mereka tidak mudah terpengaruh dengan informasi manuver politik bernada kurang mendidik yang mulai beredar menjelang pesta demokrasi.

“Sekaligus diharapkan menumbuhkan kepedulian pelajar dan berpartisipasi pada Pemilu 2024, karena mereka akan menyadari kalau Pemilu itu sebetulnya lebih pada ajang kompetensi bukan kompetisi oleh peserta Pemilu,” kata dia.
Baca juga: KPU: Jumlah kursi di DPRD OKU bertambah pada Pemilu 2024


Pewarta : Muhammad Riezko Bima Elko
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024