Solid Gold Berjangka Palembang alami kenaikan jumlah nasabah
Rabu, 8 Juni 2022 20:24 WIB
Kepala PT Solid Gold Berjangka (SGB) Cabang Palembang Putu Ryan memberikan edukasi mengenai PBK ke para wartawan di Palembang, Rabu (8/6/22). (ANTARA/Dolly Rosana)
Palembang (ANTARA) - Salah satu perusahaan pialang di Palembang, Sumatera Selatan, PT Solid Gold Berjangka mengalami kenaikan jumlah nasabah dalam dua tahun terakhir karena semakin banyak yang tertarik dalam perdagangan berjangka komoditi (PBK) berupa emas berjangka.
Kepala PT Solid Gold Berjangka (SGB) Cabang Palembang Putu Ryan di Palembang, Rabu, mengatakan, pergerakan positif ini mulai terasa sejak 2020 walau masih dipengaruhi pandemi COVID-19.
“Pada 2020 kami mencatat jumlah nasabah 59 orang dengan 1.288 transaksi, kemudian di 2021 melonjak jadi 127 nasabah dan 5.000 transaksi,” kata Ryan dalam acara edukasi PBK ke perwakilan media massa Palembang.
Ia mengatakan tren positif itu terus berlanjut hingga kini, yang mana per Mei 2022 sudah terjadi penambahan nasabah sebanyak 30 persen dari capaian tahun lalu dengan total 1.700 transaksi.
“Kami optimis tahun ini bisa naik 200 persen dibandingkan tahun lalu,” kata dia.
Untuk terus meningkatkan minat masyarakat dalam perdagangan berjangka komoditi ini, pihaknya gencar mengedukasi mengenai cara berinvestasinya yakni dengan memiliki perusahaan pialang yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
“Sebelum berinvestasi harus tahu dulu bahwa dalam bisnis itu ada untung dan rugi, dan jangan percaya jika ada perusahaan pialang yang menawarkan fix income,” ujar di.
Pengetahuan ini penting dimiliki calon nasabah agar tidak mengalami penipuan investasi bodong. "Kami juga sebagai pialang juga tak sembarang, ada syaratnya untuk dinyatakan layak sebagai nasabah, ya salah satunya harus menggunakan dana yang benar-benar untuk investasi bukan untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi sampai pinjam di bank. Itu sangat dilarang sekali," kata dia.
Kepala PT Solid Gold Berjangka (SGB) Cabang Palembang Putu Ryan di Palembang, Rabu, mengatakan, pergerakan positif ini mulai terasa sejak 2020 walau masih dipengaruhi pandemi COVID-19.
“Pada 2020 kami mencatat jumlah nasabah 59 orang dengan 1.288 transaksi, kemudian di 2021 melonjak jadi 127 nasabah dan 5.000 transaksi,” kata Ryan dalam acara edukasi PBK ke perwakilan media massa Palembang.
Ia mengatakan tren positif itu terus berlanjut hingga kini, yang mana per Mei 2022 sudah terjadi penambahan nasabah sebanyak 30 persen dari capaian tahun lalu dengan total 1.700 transaksi.
“Kami optimis tahun ini bisa naik 200 persen dibandingkan tahun lalu,” kata dia.
Untuk terus meningkatkan minat masyarakat dalam perdagangan berjangka komoditi ini, pihaknya gencar mengedukasi mengenai cara berinvestasinya yakni dengan memiliki perusahaan pialang yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
“Sebelum berinvestasi harus tahu dulu bahwa dalam bisnis itu ada untung dan rugi, dan jangan percaya jika ada perusahaan pialang yang menawarkan fix income,” ujar di.
Pengetahuan ini penting dimiliki calon nasabah agar tidak mengalami penipuan investasi bodong. "Kami juga sebagai pialang juga tak sembarang, ada syaratnya untuk dinyatakan layak sebagai nasabah, ya salah satunya harus menggunakan dana yang benar-benar untuk investasi bukan untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi sampai pinjam di bank. Itu sangat dilarang sekali," kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Lubricants Perkuat Pendidikan Vokasi dengan dirikan Bengkel Enduro Home Service
14 January 2026 12:13 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
KAI tambah rangkaian KA Sindang Marga, antisipasi lonjakan penumpang Imlek
12 February 2026 6:52 WIB
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'
11 February 2026 14:36 WIB
Produksi migas meningkat, Pertamina EP Zona 4 jaga kinerja keuangan tetap solid
11 February 2026 10:26 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Kejati Sumsel tetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen Rp74,3 miliar
10 February 2026 1:04 WIB