BPN: 35 persen tanah di Jambi belum bersertifikat
Sabtu, 4 Juni 2022 21:30 WIB
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN, Yulia Jaya Nirmawati, di Jambi, Sabtu. (ANTARA/Nanang Mairiadi)
Jambi (ANTARA) - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jambi mencatat sampai saat ini masih ada sekitar 35 persen atau 875 ribu lahan warga yang belum bersertifikat dari target sertifikasi 2,5 juta lahan.
"Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta kepada warga Provinsi Jambi untuk mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL)," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN, Yulia Jaya Nirmawati di Jambi, Sabtu.
Ia juga memaparkan BPN Jambi telah melakukan sertifikasi sebanyak 65 persen lahan di wilayah ini atau sekitar 1,62 juta lahan milik masyarakat, melalui PTSL yang dicetuskan sebagai program pemerintah sejak 2017.
Oleh karena itu, ia mengharapkan BPN nantinya bisa mensertifikatkan seluruh bidang tanah, karena banyak sekali manfaat yang diperoleh masyarakat jika sudah bersertifikat, seperti adanya kejelasan atas status hukum atas tanah dan batas lahan.
"Kemudian, juga bisa mengurangi konflik pertanahan, karena sudah jelas mana objeknya, siapa subjeknya," kata Yulia.
Selama ini, BPN juga telah mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi terkait pertanahan, salah satunya melalui aplikasi "sentuh tanahku" yang bisa download melalui handphone.
Sementara itu, Kepala Kanwil ATR/BPN Provinsi Jambi Wartomo memaparkan manfaat yang diterima masyarakat apabila sudah mempunyai sertifikat tanah, salah satunya bisa digadaikan ke bank sebagai modal usaha.
Ia pun mengharapkan masyarakat yang mempunyai lahan tetapi belum mempunyai sertifikat, agar segera mengikuti program PTSL.
"Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta kepada warga Provinsi Jambi untuk mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL)," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN, Yulia Jaya Nirmawati di Jambi, Sabtu.
Ia juga memaparkan BPN Jambi telah melakukan sertifikasi sebanyak 65 persen lahan di wilayah ini atau sekitar 1,62 juta lahan milik masyarakat, melalui PTSL yang dicetuskan sebagai program pemerintah sejak 2017.
Oleh karena itu, ia mengharapkan BPN nantinya bisa mensertifikatkan seluruh bidang tanah, karena banyak sekali manfaat yang diperoleh masyarakat jika sudah bersertifikat, seperti adanya kejelasan atas status hukum atas tanah dan batas lahan.
"Kemudian, juga bisa mengurangi konflik pertanahan, karena sudah jelas mana objeknya, siapa subjeknya," kata Yulia.
Selama ini, BPN juga telah mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi terkait pertanahan, salah satunya melalui aplikasi "sentuh tanahku" yang bisa download melalui handphone.
Sementara itu, Kepala Kanwil ATR/BPN Provinsi Jambi Wartomo memaparkan manfaat yang diterima masyarakat apabila sudah mempunyai sertifikat tanah, salah satunya bisa digadaikan ke bank sebagai modal usaha.
Ia pun mengharapkan masyarakat yang mempunyai lahan tetapi belum mempunyai sertifikat, agar segera mengikuti program PTSL.
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPPG Palembang ancam hentikan operasional SPPG yang tak miliki sertifikat laik higiene
04 March 2026 17:33 WIB
Cegah keracunan, 22 dapur Makan Bergizi Gratis di OKU resmi kantongi sertifikat laik higiene
03 March 2026 19:13 WIB
Nama Ida Fauziyah disebut di sidang korupsi Kemenaker, KPK siapkan langkah baru
07 February 2026 10:55 WIB
Mitra binaan Pusri "Roemah Jumpoetan" raih sertifikat SNI, jadi yang pertama di Indonesia
26 January 2026 15:33 WIB
Dinkes Sumsel catat 361 SPPG telah kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
18 January 2026 19:51 WIB
299 petani Aceh raih Sertifikasi RSPO, berkat didukung oleh inisiatif petani Sinar Mas Agribusiness and Food
06 November 2025 16:49 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB