Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BNI) Royke Tumilaar optimistis Ramadhan dan Lebaran 2022 akan menjadi momentum akselerasi transaksi dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

BNI terus mendukung program QRIS Menuju Indonesia Maju dari Bank Indonesia dengan memperluas jumlah merchant pengguna QRIS BNI agar fitur ini semakin diterima oleh masyarakat.

Baca juga: BNI gandeng Grab dorong KUR dan digitalisasi pedagang pasar tradisional
“Pada Q1 2022, BNI telah melakukan akuisisi lebih dari 1,6 juta merchant QRIS dengan volume transaksi QRIS BNI mencapai Rp297 miliar. Kesiapan akseptasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin mengandalkan transaksi cashless dan cardless QRIS,"  kata Royke dalam keterangan resmi, Selasa.

Untuk lebih mendorong penggunaan QRIS, selain melakukan edukasi kepada Nasabah, BNI juga memberikan promo menarik di berbagai merchant.

Misalnya BNI memberi gratis puding atau ice cream untuk pembayaran di KFC dengan QRIS BNI Mobile Banking setiap hari Senin, dan diskon khusus setiap tanggal 25 setiap bulan.

BNI juga memberikan cashback menarik dan promo buy one get one di Chatime, Gindaco, dan Cupbop.

BNI pun memberikan promo menarik di berbagai merchant groceries selama bulan Ramadhan, merchant-merchant UMKM khas lokal untuk mendorong penggunaan QRIS BNI Mobile Banking di daerah.

Baca juga: BNI salurkan bantuan untuk keluarga Pekerja Migran Indonesia
Sementara Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan masyarakat saat ini sudah semakin nyaman menggunakan QRIS sebagai kanal (channel ) pembayaran sehari-sehari.

Perbankan termasuk BNI juga terus secara agresif memperluas akseptasi QRIS agar mendukung peningkatan transaksi cashless dan cardless yang lebih masif.

“Perlu kita garis bawahi bahwa periode Ramadhan dan Lebaran 2022 diperkirakan jauh lebih meriah dibandingkan 2 tahun pandemi sebelumnya. Tentunya ini akan men-generate transaksi khususnya pada QRIS yang lebih kuat,” kata Erwin.
Baca juga: Pakar: Penurunan kredit berisiko BNI sebagai indikator positif


Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024