Cerita Ralph Fiennes dan Gemma Arterton di "The King's Man"
Kamis, 23 Desember 2021 11:30 WIB
The King's Man. ANTARA/HO- Courtesy of 20th
Jakarta (ANTARA) - Dua pemain film "The King's Man" yaitu Ralph Fiennes dan Gemma Arterton membagikan cerita mereka berperan di film terbaru garapan Matthew Vaughn tersebut.
Fiennes yang memerankan Orlando Oxford dalam film, mengaku mengira film tersebut akan berpusat pada drama dari seorang Duke of Oxford.
"Aku mengira film ini adalah drama dari Duke of Oxford, yang merupakan seorang pahlawan yang memiliki keraguan. Ia juga merupakan seorang pasifis. Ia kehilangan istrinya juga, yang nantinya akan kita pahami dalam lima menit pertama film ini," ujar Fiennes dalam jumpa pers global "The King's Man", ditulis pada Kamis.
Lebih lanjut, Fiennes mengatakan ia cukup terkesan akan adu perannya dengan Harris Dickinson yang memerankan sang putra, Conrad Oxford, yang memiliki perbedaan pola pikir tentang peperangan.
"Ketegangan diatur dengan putranya, dimainkan dengan brilian oleh Harris," katanya.
Bicara soal karakter Duke of Oxford, Fiennes mengakatan tokoh tersebut percaya bahwa ada cara lain untuk memerangi kejahatan di dunia selain pergi berperang.
Selain menikmati adu perannya, ia juga menyoroti aksi yang ia lakukan di dalam film, yaitu duel pedang yang ia sukai.
"Aku selalu menyukai adu pedang. Maksudku, aku suka film dimana pertarungan pedang menjadi pusatnya; seperti 'The Duelists' (1977) karya Ridley Scott, aktor seperti Basil Rathbone, 'Robin Hood' (1938) yang diperankan Errol Flynn, dan banyak lagi!" kata Fiennes.
Di sisi lain, Gemma Arterton yang memerankan Polly, seorang pengurus rumah tangga Oxford yang pandai, juga membagikan kesannya selama memerankan karakter tersebut.
"Sangat jelas di kertas bahwa Polly adalah karakter yang sangat keren. Saya pikir Matthew (Vaughn, sutradara) telah menulis karakter yang sangat hebat. Dan aku mencoba menghidupkannya semampuku," kata Arterton.
Saat ditanya soal inspirasinya dalam menghidupkan karakter Polly, ia mengatakan banyak diilhami oleh lingkungannya, dimana ia tinggal dikelilingi wanita-wanita tangguh.
"Saya mengambil sedikit inspirasi dari (kehidupan saya). Saya dibesarkan di latar belakang kelas pekerja, dan ada banyak wanita di sekitar saya yang, merupakan seorang pejuang sejati," ungkap Arterton.
"Dan juga, saya kira pada waktu itu dalam sejarah, ada banyak wanita yang bekerja di belakang layar, tidak selalu dalam peran kepemimpinan. Jadi, semua wanita luar biasa itu, mereka perperan besar sekali," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, "The King's Man" tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Desember 2021.
Fiennes yang memerankan Orlando Oxford dalam film, mengaku mengira film tersebut akan berpusat pada drama dari seorang Duke of Oxford.
"Aku mengira film ini adalah drama dari Duke of Oxford, yang merupakan seorang pahlawan yang memiliki keraguan. Ia juga merupakan seorang pasifis. Ia kehilangan istrinya juga, yang nantinya akan kita pahami dalam lima menit pertama film ini," ujar Fiennes dalam jumpa pers global "The King's Man", ditulis pada Kamis.
Lebih lanjut, Fiennes mengatakan ia cukup terkesan akan adu perannya dengan Harris Dickinson yang memerankan sang putra, Conrad Oxford, yang memiliki perbedaan pola pikir tentang peperangan.
"Ketegangan diatur dengan putranya, dimainkan dengan brilian oleh Harris," katanya.
Bicara soal karakter Duke of Oxford, Fiennes mengakatan tokoh tersebut percaya bahwa ada cara lain untuk memerangi kejahatan di dunia selain pergi berperang.
Selain menikmati adu perannya, ia juga menyoroti aksi yang ia lakukan di dalam film, yaitu duel pedang yang ia sukai.
"Aku selalu menyukai adu pedang. Maksudku, aku suka film dimana pertarungan pedang menjadi pusatnya; seperti 'The Duelists' (1977) karya Ridley Scott, aktor seperti Basil Rathbone, 'Robin Hood' (1938) yang diperankan Errol Flynn, dan banyak lagi!" kata Fiennes.
Di sisi lain, Gemma Arterton yang memerankan Polly, seorang pengurus rumah tangga Oxford yang pandai, juga membagikan kesannya selama memerankan karakter tersebut.
"Sangat jelas di kertas bahwa Polly adalah karakter yang sangat keren. Saya pikir Matthew (Vaughn, sutradara) telah menulis karakter yang sangat hebat. Dan aku mencoba menghidupkannya semampuku," kata Arterton.
Saat ditanya soal inspirasinya dalam menghidupkan karakter Polly, ia mengatakan banyak diilhami oleh lingkungannya, dimana ia tinggal dikelilingi wanita-wanita tangguh.
"Saya mengambil sedikit inspirasi dari (kehidupan saya). Saya dibesarkan di latar belakang kelas pekerja, dan ada banyak wanita di sekitar saya yang, merupakan seorang pejuang sejati," ungkap Arterton.
"Dan juga, saya kira pada waktu itu dalam sejarah, ada banyak wanita yang bekerja di belakang layar, tidak selalu dalam peran kepemimpinan. Jadi, semua wanita luar biasa itu, mereka perperan besar sekali," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, "The King's Man" tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Desember 2021.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rangnick sadar laga melawan Southampton akan berjalan berat untuk MU
12 February 2022 16:55 WIB, 2022
Hasenhuettl akui salah strategi saat Southampton digulung Liverpool 0-4
28 November 2021 6:23 WIB, 2021
Southampton terancam diterpa badai cedera usai taklukkan Aston Villa
02 November 2020 11:47 WIB, 2020
Terpopuler - Sinema & Musik
Lihat Juga
Rayakan 37 tahun berkarya, KLa Project buka Konser 'Lux Nova' dengan lagu Tinggal Sehari
08 February 2026 6:28 WIB
Film Penerbangan Terakhir ungkap soal gengsi bisa menjadi "penjara" yang sangat menyiksa
17 January 2026 16:24 WIB