UEFA desak klub ajari pemain dan staf tentang gegar otak
Selasa, 30 November 2021 8:28 WIB
Arsip - Kepala kiper Borneo FC Gianluca Pandeynuwu harus dibalut dengan perban akibat terlibat benturan dengan pemain Persija Jakarta dalam laga pembuka Liga 1 Indonesia. (ANTARA/Borneofc.id)
Jakarta (ANTARA) - UEFA telah meluncurkan piagam gegar otak sebagai tindakan lebih jauh dalam melindungi para pemain yang mengalami cedera kepala, kata badan sepak bola Eropa itu seperti dikutip Reuters, Selasa.
Piagam yang disusun oleh Komisi Kesehatan UEFA itu diunjukkan untuk mendidik pemain, pelatih, wasit, dokter, dan masyarakat mengenai bahaya gegar otak dalam sepak bola.
Sebagai bagian dari piagam itu, klub-klub dan sejumlah tim nasional didesak memberikan sesi pendidikan kepada pemain, pelatih, dan staf tentang prosedur gegar otak.
"Gegar otak tidak diragukan lagi merupakan cedera serius yang perlu dikelola dan dirawat dengan baik," kata Tim Meyer, ketua Komite Medis UEFA.
"Meskipun sejumlah penelitian riset melaporkan insiden yang rendah dalam sepak bola, semua orang harus tahu bagaimana bereaksi dan apa yang mesti dilakukan jika terjadi gegar otak di lapangan."
“Dengan menandatangani piagam ini, klub-klub dan tim-tim nasional menunjukkan dukungannya untuk kampanye gegar otak UEFA dan mengambil langkah besar dalam membantu melindungi pemain mereka."
UEFA meluncurkan kampanye kesadaran gegar otak pada Oktober 2019 dan setelah itu anggota Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) menyetujui uji coba untuk pengganti gegar otak sampai akhir Juli 2022.
Piagam yang disusun oleh Komisi Kesehatan UEFA itu diunjukkan untuk mendidik pemain, pelatih, wasit, dokter, dan masyarakat mengenai bahaya gegar otak dalam sepak bola.
Sebagai bagian dari piagam itu, klub-klub dan sejumlah tim nasional didesak memberikan sesi pendidikan kepada pemain, pelatih, dan staf tentang prosedur gegar otak.
"Gegar otak tidak diragukan lagi merupakan cedera serius yang perlu dikelola dan dirawat dengan baik," kata Tim Meyer, ketua Komite Medis UEFA.
"Meskipun sejumlah penelitian riset melaporkan insiden yang rendah dalam sepak bola, semua orang harus tahu bagaimana bereaksi dan apa yang mesti dilakukan jika terjadi gegar otak di lapangan."
“Dengan menandatangani piagam ini, klub-klub dan tim-tim nasional menunjukkan dukungannya untuk kampanye gegar otak UEFA dan mengambil langkah besar dalam membantu melindungi pemain mereka."
UEFA meluncurkan kampanye kesadaran gegar otak pada Oktober 2019 dan setelah itu anggota Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) menyetujui uji coba untuk pengganti gegar otak sampai akhir Juli 2022.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Berita ANTARA promosikan budaya Sulawesi lewat Festival Fotografi Celebes 2025
14 December 2025 8:17 WIB
PN Palembang berduka, sosok hakim teladan Raden Zaenal Arief meninggal dunia
12 November 2025 14:25 WIB