Satgas ketahanan pangan Muba jaga kestabilan harga
Rabu, 17 November 2021 23:36 WIB
Dokumen - Pembeli memilih cabai besar merah di Pasar Tanjung Jember, Jawa Timur, Kamis (26/11/2020). ANTARA FOTO/Seno/nz.
Palembang (ANTARA) - Satuan tugas ketahanan pangan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menjaga kestabilan harga menjelang akhir tahun 2021.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Yusuf Amilin di Sekayu, Rabu, mengatakan, kestabilan harga ini harus diupayakan karena menjelang akhir tahun biasanya terjadi lonjakan permintaan.
Terdapat 11 bahan pangan yang menjadi perhatian, beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi /kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan minyak goreng.
"Untuk bisa memastikannya, maka harus dilakukan monitoring secara harian, mingguan dan bulanan terkait ketersediaan, kelancaran distribusi dan fluktuasi harga 11 bahan pangan itu,: kata dia.
Kemudian dari hasil monitor tersebut akan dilaporkan ke Kemendagri setiap hari untuk dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan.
Untuk mengoptimalkan peran Satgas Ketahanan Pangan ini, pemkab juga menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT).
Sejauh ini harga 11 bahan pangan itu dalam keadaan stabil, jika pun berfluktuasi maka dinilai masih dalam kewajaran.
“Kestabilan harga ini sangat penting, apalagi saat ini masih dalam status pemulihan ekonomi. Tentunya, pemerintah tidak ingin masyarakat semakin berat hidupnya karena adanya lonjakan harga,” kata dia.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba Ali Badri mengatakan Satuan Tugas Ketahanan Pangan di Kabupaten Muba terbentuk sejak adanya pandemi COVID-19.
Keberadaan Satgas Ketahanan Pangan dinilai sangat efektif dalam membantu terwujudnya stabilitas harga dan stok, kelancaran dan keamanan pangan, serta dapat terhindar dari mafia pangan.
Selain itu, satgas ini juga mendorong keluarga untuk menjalankan kemandirian pangan seperti berkebun di lahan sempit dan pekarangan rumah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Yusuf Amilin di Sekayu, Rabu, mengatakan, kestabilan harga ini harus diupayakan karena menjelang akhir tahun biasanya terjadi lonjakan permintaan.
Terdapat 11 bahan pangan yang menjadi perhatian, beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi /kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan minyak goreng.
"Untuk bisa memastikannya, maka harus dilakukan monitoring secara harian, mingguan dan bulanan terkait ketersediaan, kelancaran distribusi dan fluktuasi harga 11 bahan pangan itu,: kata dia.
Kemudian dari hasil monitor tersebut akan dilaporkan ke Kemendagri setiap hari untuk dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan.
Untuk mengoptimalkan peran Satgas Ketahanan Pangan ini, pemkab juga menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT).
Sejauh ini harga 11 bahan pangan itu dalam keadaan stabil, jika pun berfluktuasi maka dinilai masih dalam kewajaran.
“Kestabilan harga ini sangat penting, apalagi saat ini masih dalam status pemulihan ekonomi. Tentunya, pemerintah tidak ingin masyarakat semakin berat hidupnya karena adanya lonjakan harga,” kata dia.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba Ali Badri mengatakan Satuan Tugas Ketahanan Pangan di Kabupaten Muba terbentuk sejak adanya pandemi COVID-19.
Keberadaan Satgas Ketahanan Pangan dinilai sangat efektif dalam membantu terwujudnya stabilitas harga dan stok, kelancaran dan keamanan pangan, serta dapat terhindar dari mafia pangan.
Selain itu, satgas ini juga mendorong keluarga untuk menjalankan kemandirian pangan seperti berkebun di lahan sempit dan pekarangan rumah.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga pangan Senin pagi: Cabai rawit merah tembus Rp68.100, daging ayam Rp40.500 per kg
30 March 2026 9:35 WIB
Bulog OKU salurkan bantuan pangan 966 ton beras dan 193 ribu liter minyak goreng
18 March 2026 20:31 WIB
Bulog pastikan pasokan pangan di OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan aman untuk lima bulan ke depan
13 March 2026 19:01 WIB
Pupuk Indonesia pastikan pasokan pupuk nasional aman di tengah konflik Timur Tengah
11 March 2026 13:53 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB