Kubu Said Aqil klaim kantongi dukungan mayoritas PCNU
Rabu, 3 November 2021 22:04 WIB
Konferensi pers Forum Silaturahmi Pendukung Kiai Said Aqil Siradj yang menyatakan dukungan kepada Said Aqil Siradj untuk maju kembali menjadi Ketum PBNU di Jakarta, Rabu (3/11/2021). (ANTARA/Asep Firmansyah)
Jakarta (ANTARA) - Kubu pendukung Said Aqil Siradj mengklaim telah mengantongi dukungan dari mayoritas Pengurus Cabang NU (PCNU), agar Saiq Aqil kembali memimpin PBNU pada periode berikutnya.
"Dari persentase 64,7 persen itu setara 389 cabang dan 21 pengurus wilayah yang sampai hari ini sudah menyampaikan aspirasi dan dukungannya," ujar anggota Forum Silaturahmi Pendukung Kiai Said Aqil Siradj, Akhmad Muqowam, saat menggelar konferensi pers di Hotel Cut Meutia, Jakarta, Rabu.
PBNU akan menggelar Muktamar ke-34 di Lampung pada Desember nanti untuk mencari siapa yang akan mengemban tampuk kepemimpinan selanjutnya. Selain Said Aqil, saudara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang juga Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf disebut-sebut bakal maju pada kontestasi tersebut.
Baca juga: Muktamar Ke-34 NU: Menghindari The Lost Generation
Akhmad mengatakan bahwa PBNU masih membutuhkan Said Aqil untuk melanjutkan kepemimpinan menyongsong NU abad kedua. Bagi mereka, Said Aqil Siradj mampu membawa PBNU melewati segenap ujian dan tantangan.
Menurut dia, langkah, sikap, dan kebijakan-kebijakan NU di bawah kepemimpinan Said Aqil sudah dalam jalur terbaiknya.
"Kepemimpinan beliau di periode emas ke depan bagi kami sangat menentukan. Sebab di fase dan momentum inilah agenda-agenda strategis internal dan eksternal, nasional dan internasional, akan dituntaskan," kata Akhmad.
Terkait upaya penguatan manajemen dan data base organisasi, PBNU telah merintis dan mulai menerapkan sistem pendataan secara nasional anggota NU melalui SispendaNU. PBNU juga telah menerapkan prinsip transparansi kebendaharaan yang sehat, yang terbuka jika setiap saat dibutuhkan audit publik.
Baca juga: JMM: Dinamika jelang muktamar NU hal wajar
"Menghadapi era society 5.0, PBNU, dalam kepemimpinan Kiai Said, juga telah dan terus menyiapkan diri. Antara lain melalui penguatan Perguruan Tinggi," kata dia.
NU secara nasional mempunyai 274 Perguruan Tinggi di bawah naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU). Tapi ini belum cukup. Sejak 2014, melalui Badan Hukum Perkumpulan NU, PBNU telah melahirkan 23 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dengan memfokuskan output di tiga isue terkini, yaitu sains, teknologi, dan teknik.
"Bersama Said Aqil Siroj, Nahdlatul Ulama sampai kapanpun akan tetap menjadi organisasi penyeimbang, baik dalam peran-peran kebangsaan, sosial, ekonomi, kemanusiaan, dan politik," kata dia.
Baca juga: PW dan PCNU se-Sumsel dukung Gus Yahya jadi Ketum PBNU
"Dari persentase 64,7 persen itu setara 389 cabang dan 21 pengurus wilayah yang sampai hari ini sudah menyampaikan aspirasi dan dukungannya," ujar anggota Forum Silaturahmi Pendukung Kiai Said Aqil Siradj, Akhmad Muqowam, saat menggelar konferensi pers di Hotel Cut Meutia, Jakarta, Rabu.
PBNU akan menggelar Muktamar ke-34 di Lampung pada Desember nanti untuk mencari siapa yang akan mengemban tampuk kepemimpinan selanjutnya. Selain Said Aqil, saudara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang juga Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf disebut-sebut bakal maju pada kontestasi tersebut.
Baca juga: Muktamar Ke-34 NU: Menghindari The Lost Generation
Akhmad mengatakan bahwa PBNU masih membutuhkan Said Aqil untuk melanjutkan kepemimpinan menyongsong NU abad kedua. Bagi mereka, Said Aqil Siradj mampu membawa PBNU melewati segenap ujian dan tantangan.
Menurut dia, langkah, sikap, dan kebijakan-kebijakan NU di bawah kepemimpinan Said Aqil sudah dalam jalur terbaiknya.
"Kepemimpinan beliau di periode emas ke depan bagi kami sangat menentukan. Sebab di fase dan momentum inilah agenda-agenda strategis internal dan eksternal, nasional dan internasional, akan dituntaskan," kata Akhmad.
Terkait upaya penguatan manajemen dan data base organisasi, PBNU telah merintis dan mulai menerapkan sistem pendataan secara nasional anggota NU melalui SispendaNU. PBNU juga telah menerapkan prinsip transparansi kebendaharaan yang sehat, yang terbuka jika setiap saat dibutuhkan audit publik.
Baca juga: JMM: Dinamika jelang muktamar NU hal wajar
"Menghadapi era society 5.0, PBNU, dalam kepemimpinan Kiai Said, juga telah dan terus menyiapkan diri. Antara lain melalui penguatan Perguruan Tinggi," kata dia.
NU secara nasional mempunyai 274 Perguruan Tinggi di bawah naungan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU). Tapi ini belum cukup. Sejak 2014, melalui Badan Hukum Perkumpulan NU, PBNU telah melahirkan 23 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dengan memfokuskan output di tiga isue terkini, yaitu sains, teknologi, dan teknik.
"Bersama Said Aqil Siroj, Nahdlatul Ulama sampai kapanpun akan tetap menjadi organisasi penyeimbang, baik dalam peran-peran kebangsaan, sosial, ekonomi, kemanusiaan, dan politik," kata dia.
Baca juga: PW dan PCNU se-Sumsel dukung Gus Yahya jadi Ketum PBNU
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satpam stasiun penemu barang penumpang bernilai ratusan juta peroleh apresiasi
20 April 2024 10:39 WIB, 2024
KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketum PBNU periode 2021-2026
24 December 2021 11:00 WIB, 2021
Raih 327 suara, Yahya Cholil Staquf unggul pada penjaringan bakal calon Ketum PBNU
24 December 2021 8:46 WIB, 2021
Ketua Umum PBNU ajak kalangan santri gemar bershalawat untuk Nabi Muhammad
18 October 2021 23:14 WIB, 2021
Ketum PBNU Said Aqil minta PKB sadarkan para kiai yang tidak percaya COVID-19
24 July 2021 8:20 WIB, 2021