PMI Palembang sulit siapkan stok plasma konvalesen
Rabu, 22 September 2021 13:18 WIB
Ketua PMI Palembang, Fitrianti Agustinda. ANTARA/Yudi Abdullah/21
Palembang (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Palembang, Sumatera Selatan hingga kini masih mengalami kesulitan menyiapkan stok plasma konvalesen karena sedikitnya penyintas atau pasien COVID-19 yang telah sembuh bersedia melakukan donor plasma tersebut.
"Sekarang ini masih sedikit penyintas COVID-19 yang secara sukarela mendonorkan plasma konvalesen, untuk itu kami terus berupaya melakukan sosialisasi mengajak penyintas bersedia donor membantu pengobatan masyarakat yang positif terinfeksi virus tersebut, kata Ketua PMI Palembang, Fitrianti Agustinda di Palembang, Rabu.
Bagi penyintas yang memenuhi persyaratan diharapkan secara sukarela mendonorkan plasma konvalesen sehingga semakin banyak pasien COVID-19 yang dapat diselamatkan jiwanya.
Dia menjelaskan, dalam plasma darah, terdapat antibodi yang muncul sebagai respon tubuh ketika terinfeksi suatu virus atau bakteri, termasuk virus corona.
Pemanfaatan plasma konvalesen penyintas merupakan salah satu metode imunisasi pasif yang dilakukan dengan memberikan plasma kepada pasien COVID-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Untuk menjadi pendonor plasma konvalesen, penyintas yang sudah sembuh dari COVID-19 dinyatakan sehat dan bebas gejala selama 14 hari setelah sembuh, memperlihatkan hasil tes usap PCR negatif, dapat menghubung petugas unit donor darah (UDD) PMI.
Petugas UDD PMI Palembang akan mengatur waktu untuk pemeriksaan dan pengambilan sampel darah, jika hasilnya memenuhi syarat, dilakukan pengambilan donor plasma konvalesen menggunakan metode apheresis.
Dengan banyaknya penyintas menjadi pendonor plasma konvalesen, dapat dimanfaatkan sebagai terapi tambahan membantu masyarakat terinfeksi COVID-19 berjuang sembuh melawan virus corona, kata Fitrianti yang juga Wakil Wali Kota Palembang itu.
"Sekarang ini masih sedikit penyintas COVID-19 yang secara sukarela mendonorkan plasma konvalesen, untuk itu kami terus berupaya melakukan sosialisasi mengajak penyintas bersedia donor membantu pengobatan masyarakat yang positif terinfeksi virus tersebut, kata Ketua PMI Palembang, Fitrianti Agustinda di Palembang, Rabu.
Bagi penyintas yang memenuhi persyaratan diharapkan secara sukarela mendonorkan plasma konvalesen sehingga semakin banyak pasien COVID-19 yang dapat diselamatkan jiwanya.
Dia menjelaskan, dalam plasma darah, terdapat antibodi yang muncul sebagai respon tubuh ketika terinfeksi suatu virus atau bakteri, termasuk virus corona.
Pemanfaatan plasma konvalesen penyintas merupakan salah satu metode imunisasi pasif yang dilakukan dengan memberikan plasma kepada pasien COVID-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Untuk menjadi pendonor plasma konvalesen, penyintas yang sudah sembuh dari COVID-19 dinyatakan sehat dan bebas gejala selama 14 hari setelah sembuh, memperlihatkan hasil tes usap PCR negatif, dapat menghubung petugas unit donor darah (UDD) PMI.
Petugas UDD PMI Palembang akan mengatur waktu untuk pemeriksaan dan pengambilan sampel darah, jika hasilnya memenuhi syarat, dilakukan pengambilan donor plasma konvalesen menggunakan metode apheresis.
Dengan banyaknya penyintas menjadi pendonor plasma konvalesen, dapat dimanfaatkan sebagai terapi tambahan membantu masyarakat terinfeksi COVID-19 berjuang sembuh melawan virus corona, kata Fitrianti yang juga Wakil Wali Kota Palembang itu.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI tambah rangkaian KA Sindang Marga, antisipasi lonjakan penumpang Imlek
12 February 2026 6:52 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB