Lippi yakin Juventus awali musim dengan status favorit juara
Jumat, 13 Agustus 2021 11:37 WIB
Marcello Lippi saat menjadi pelatih China dan mengawasi timnya dalam pertandingan persahabatan melawan Tajikistan di Guangzhou, pada 11 Juni 2019. (Photo by STR / AFP) / China OUT (AFP/STR)
Jakarta (ANTARA) - Juventus akan mengawali musim baru Serie A sebagai favorit juara meski musim lalu finis urutan keempat, kata mantan pelatih klub Turin itu, Marcello Lippi, seperti dilaporkan Reuters, Kamis.
Juve masuk empat besar pada hari terakhir musim lalu tetapi finis 13 poin di belakang juara liga Inter Milan sehingga mengakhiri periode sembilan tahun dominasi klub ini di liga domestik Italia.
"Juve selalu menjadi favorit, tahun ini terlebih lagi,” kata Lippi kepada Gazzetta dello Sport, Kamis.
"Mereka tidak juara musim lalu, jadi mereka lapar dan bertekad mendapatkan kembali miliknya. Tapi Inter sedang berada di levelnya. Setelah menjual Romelu Lukaku mereka akan mengontrak Edin Dzeko, dan saya tak beranggapan mereka akan lagi menjual pemain."
Performa buruk Juve musim lalu mengakibatkan pelatih Andrea Pirlo dipecat, dan Massimiliano Allegri ditunjuk kembali sebagai pelatih klub ini.
Allegri meninggalkan Juventus pada 2019 setelah memenangkan lima gelar Serie A berturut-turut dan sejak itu menganggur, tetapi Lippi yakin Juve telah membuat pilihan tepat dengan memanggil lagi Allegri.
“Pada level ini, istirahat setelah era panjang bisa menjadi hal baik. Anda santai, Anda mempelajari taktik baru dan pelatih baru, Anda berkembang. Tim ini kuat dan dia tahu sekali soal itu," kata Lippi yang memimpin Italia menjuarai Piala Dunia 2006.
"Ada banyak kesamaan di antara kami. Dia juga dari Tuscany. Dia tiba di Juve dalam usia 47 tahun dan langsung memenangkan Scudetto, seperti saya lakukan pada usia 46 tahun."
“Max adalah salah satu pelatih modern yang paling terampil, lihai dan licik, dalam arti yang baik. Dia salah satu yang paling mampu mengelola situasi tertentu. Dia orang yang tepat untuk pekerjaan itu.”
Juve masuk empat besar pada hari terakhir musim lalu tetapi finis 13 poin di belakang juara liga Inter Milan sehingga mengakhiri periode sembilan tahun dominasi klub ini di liga domestik Italia.
"Juve selalu menjadi favorit, tahun ini terlebih lagi,” kata Lippi kepada Gazzetta dello Sport, Kamis.
"Mereka tidak juara musim lalu, jadi mereka lapar dan bertekad mendapatkan kembali miliknya. Tapi Inter sedang berada di levelnya. Setelah menjual Romelu Lukaku mereka akan mengontrak Edin Dzeko, dan saya tak beranggapan mereka akan lagi menjual pemain."
Performa buruk Juve musim lalu mengakibatkan pelatih Andrea Pirlo dipecat, dan Massimiliano Allegri ditunjuk kembali sebagai pelatih klub ini.
Allegri meninggalkan Juventus pada 2019 setelah memenangkan lima gelar Serie A berturut-turut dan sejak itu menganggur, tetapi Lippi yakin Juve telah membuat pilihan tepat dengan memanggil lagi Allegri.
“Pada level ini, istirahat setelah era panjang bisa menjadi hal baik. Anda santai, Anda mempelajari taktik baru dan pelatih baru, Anda berkembang. Tim ini kuat dan dia tahu sekali soal itu," kata Lippi yang memimpin Italia menjuarai Piala Dunia 2006.
"Ada banyak kesamaan di antara kami. Dia juga dari Tuscany. Dia tiba di Juve dalam usia 47 tahun dan langsung memenangkan Scudetto, seperti saya lakukan pada usia 46 tahun."
“Max adalah salah satu pelatih modern yang paling terampil, lihai dan licik, dalam arti yang baik. Dia salah satu yang paling mampu mengelola situasi tertentu. Dia orang yang tepat untuk pekerjaan itu.”
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen Serie A, butuh dua kemenangan lagi untuk juara
20 April 2026 9:46 WIB
Inter Milan koleksi 72 poin usai hajar Como, gelar juara Liga Italia tinggal tunggu waktu
13 April 2026 7:36 WIB
Hasil Liga Italia: Napoli bungkam AC Milan, Inter Milan kian kokoh di puncak klasemen
07 April 2026 6:30 WIB
Klasemen Liga Italia: Bologna naik ke peringkat delapan usai kalahkan Cremonese
06 April 2026 7:41 WIB
Austria ikuti jejak Spanyol dan Italia tolak permintaan militer Amerika Serikat
03 April 2026 7:04 WIB