Pusri siapkan 82 ribu ton pupuk urea subsidi dukung musim tanam kedua
Kamis, 29 April 2021 15:29 WIB
Stok pupuk di Gudang Pusri Palembang. (ANTARA/HO-Humas Pusri/21)
Palembang (ANTARA) - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang menyiapkan sebanyak 82.537 ton pupuk urea bersubsidi untuk mendukung kebutuhan petani dalam musim tanam kedua pada April-Mei 2021.
Direktur Utama PT Pusri Tri Wahyudi Saleh di Palembang, Kamis, mengatakan stok pupuk yang tersedia tersebut melampaui 154 persen dari ketentuan minimum pemerintah yaitu 53.463,91 ton.
“Petani tidak perlu khawatir akan kekurangan pupuk, karena kami sudah menyiapkan stok pupuk untuk musim tanam kedua ini,” katanya.
PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) sejauh ini bertanggung jawab pada penyaluran pupuk urea bersubsidi di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Bali.
Terkait pupuk bersubsidi untuk 2021 pemerintah mengalokasikan 9 juta ton dari 24 juta ton kebutuhan petani.
“Dari alokasi tersebut tentunya tidak mencukupi kebutuhan petani, namun petani dapat membeli pupuk non subsidi yang kualitasnya sama dengan pupuk bersubsidi,” kata Tri.
Sementara hingga tanggal 27 April 2021 realisasi pupuk urea bersubsidi yaitu sebesar 76.808,35 ton dan NPK bersubsidi sebesar 10.861,30 ton.
Sebagai upaya untuk memperluas pasar sektor komersil dan meningkatkan pelayanan, saat ini Pusri bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku holding sedang fokus mengembangkan Program Agrosolution dan Program Customer Centric Model.
Agrosolusi merupakan program yang berorientasi kepada konsumen, dengan memberikan solusi bidang pertanian demi tercapainya peningkatan produktivitas hasil panen dan pendapatan petani.
Sedangkan Program Customer Centric Model dimanfaatkan untuk lebih memperkenalkan produk-produk retail Pusri.
Pusri juga siap mendukung penuh program Pemprov Sumsel yang menargetkan menjadi produsen beras dari peringkat lima menjadi peringkat tiga di Tanah Air.
Selain itu, Pusri juga mendukung kenaikan produktivitas pertanian dan pendapatan petani, serta adopsi praktek pertanian unggul dengan menyediakan pupuk nonsubsidi melalui program Agrosolution.
Dalam program ini, Pusri melakukan kolaborasi dengan berbagai stakeholders, mulai dari dinas pertanian, perbankan, asuransi, distributor pupuk, dan offtaker.
Pusri juga memiliki produk inovasi unggulan non subsidi yaitu NPK Singkong dan NPK Kopi yang sudah terbukti dapat meningkatkan hasil produksi dan telah disesuaikan dengan kebutuhan petani.
Serta beberapa produk inovasi lainnya yaitu pupuk NPK 15-15-15 dan NPK 16-16-16 untuk tanaman pangan, NPK 12-12-17-2 dan NPK 13-6-27-4 untuk komoditi sawit.
“Pusri akan terus berupaya dalam menciptakan produk inovasi lainnya serta terus berupaya meningkatkan efisiensi energi dan optimalisasi pabrik,” kata dia.
Direktur Utama PT Pusri Tri Wahyudi Saleh di Palembang, Kamis, mengatakan stok pupuk yang tersedia tersebut melampaui 154 persen dari ketentuan minimum pemerintah yaitu 53.463,91 ton.
“Petani tidak perlu khawatir akan kekurangan pupuk, karena kami sudah menyiapkan stok pupuk untuk musim tanam kedua ini,” katanya.
PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) sejauh ini bertanggung jawab pada penyaluran pupuk urea bersubsidi di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Bali.
Terkait pupuk bersubsidi untuk 2021 pemerintah mengalokasikan 9 juta ton dari 24 juta ton kebutuhan petani.
“Dari alokasi tersebut tentunya tidak mencukupi kebutuhan petani, namun petani dapat membeli pupuk non subsidi yang kualitasnya sama dengan pupuk bersubsidi,” kata Tri.
Sementara hingga tanggal 27 April 2021 realisasi pupuk urea bersubsidi yaitu sebesar 76.808,35 ton dan NPK bersubsidi sebesar 10.861,30 ton.
Sebagai upaya untuk memperluas pasar sektor komersil dan meningkatkan pelayanan, saat ini Pusri bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku holding sedang fokus mengembangkan Program Agrosolution dan Program Customer Centric Model.
Agrosolusi merupakan program yang berorientasi kepada konsumen, dengan memberikan solusi bidang pertanian demi tercapainya peningkatan produktivitas hasil panen dan pendapatan petani.
Sedangkan Program Customer Centric Model dimanfaatkan untuk lebih memperkenalkan produk-produk retail Pusri.
Pusri juga siap mendukung penuh program Pemprov Sumsel yang menargetkan menjadi produsen beras dari peringkat lima menjadi peringkat tiga di Tanah Air.
Selain itu, Pusri juga mendukung kenaikan produktivitas pertanian dan pendapatan petani, serta adopsi praktek pertanian unggul dengan menyediakan pupuk nonsubsidi melalui program Agrosolution.
Dalam program ini, Pusri melakukan kolaborasi dengan berbagai stakeholders, mulai dari dinas pertanian, perbankan, asuransi, distributor pupuk, dan offtaker.
Pusri juga memiliki produk inovasi unggulan non subsidi yaitu NPK Singkong dan NPK Kopi yang sudah terbukti dapat meningkatkan hasil produksi dan telah disesuaikan dengan kebutuhan petani.
Serta beberapa produk inovasi lainnya yaitu pupuk NPK 15-15-15 dan NPK 16-16-16 untuk tanaman pangan, NPK 12-12-17-2 dan NPK 13-6-27-4 untuk komoditi sawit.
“Pusri akan terus berupaya dalam menciptakan produk inovasi lainnya serta terus berupaya meningkatkan efisiensi energi dan optimalisasi pabrik,” kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kopi Tebat Benawa, saat tradisi dan inovasi Pusri bertemu di kaki Gunung Dempo
22 April 2026 16:45 WIB
Pusri kembali gelar pengobatan gratis bagi masyarakat "Kampung Sehati" di Palembang
19 April 2026 12:39 WIB
Dorong produktivitas pertanian, Pusri edukasi petani terkait pemupukan berimbang
15 April 2026 21:36 WIB
Pupuk Indonesia pastikan pasokan bahan baku aman meski ada eskalasi konflik Timur Tengah
03 April 2026 7:28 WIB
Pupuk Indonesia usulkan bangun dua pabrik metanol dukung program Biodiesel B50
03 April 2026 7:12 WIB
Pupuk Indonesia pastikan pasokan pupuk nasional aman di tengah konflik Timur Tengah
11 March 2026 13:53 WIB