Gapki Sumsel berharap program peremajaan sawit rakyat berlanjut
Rabu, 14 April 2021 15:46 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) melakukan penanaman tumpang sari bersama para petani saat launching penanaman perdana program peremajaan kebun kelapa sawit di Desa Panca Tunggal, Sungai Lilin, Kabupaten Musi banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (13/10). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/17)
Palembang (ANTARA) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Sumatera Selatan berharap program peremajaan sawit rakyat terus berlanjut di daerah tersebut.
Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel Alex Sugiarto di Palembang, Rabu, mengatakan perkebunan sawit mandiri berperan penting dalam industri sawit yang memproduksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
“Berdasarkan data kami, dari luas kebun sekitar 1,3 juta hektare (Ha) terdapat 40 persen yang merupakan kebun plasma dan swadaya yang dikelola oleh petani mandiri, yang tentunya perlu diremajakan,” kata dia.
Oleh karena itu, menurut Alex, perkebunan rakyat harus diperkuat, salah satunya dengan program PSR yang dampaknya berujung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Alex mengatakan produktivitas kebun di Sumsel saat ini masih berkisar 2,5 ton – 3 ton per Ha per tahun, padahal potensinya mampu mencapai 6 ton – 8 ton. Replanting diyakini mampu meningkatkan angka produktivitas kebun tersebut.
Pihaknya pun berkomitmen untuk mendukung PSR yang telah dijalankan di Sumsel sejak 2017. Pengolahan hasil panen petani tersebut telah didukung keberadaan PKS di Sumsel. Saat ini terdapat 77 unit PKS yang tersebar di provinsi itu.
“Seiring dengan bertambahnya produktivitas tentu akan ada penambahan unit maupun kapasitas PKS,” kata dia.
Sementara itu berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS), luas kebun sawit yang telah diremajakan melalui program PSR mencapai 94.033 Ha, yang mana 19 persen berada di Sumsel.
Provinsi itu tercatat sebagai daerah dengan realisasi tertinggi dibanding 20 provinsi lainnya yang ikut melaksanakan PSR.
Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrahman mengatakan secara nasional terdapat total 87.906 pekebun yang mengikuti program replanting itu.
“PSR bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas TBS (tandan buah segar) pekebun,” katanya.
Selain itu, dia menambahkan, pekebun yang melakukan peremajaan dapat menjalankan praktik berkebun yang baik (good agriculture practice/GAP), serta memperbaiki tata ruang perkebunan.
Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel Alex Sugiarto di Palembang, Rabu, mengatakan perkebunan sawit mandiri berperan penting dalam industri sawit yang memproduksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
“Berdasarkan data kami, dari luas kebun sekitar 1,3 juta hektare (Ha) terdapat 40 persen yang merupakan kebun plasma dan swadaya yang dikelola oleh petani mandiri, yang tentunya perlu diremajakan,” kata dia.
Oleh karena itu, menurut Alex, perkebunan rakyat harus diperkuat, salah satunya dengan program PSR yang dampaknya berujung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Alex mengatakan produktivitas kebun di Sumsel saat ini masih berkisar 2,5 ton – 3 ton per Ha per tahun, padahal potensinya mampu mencapai 6 ton – 8 ton. Replanting diyakini mampu meningkatkan angka produktivitas kebun tersebut.
Pihaknya pun berkomitmen untuk mendukung PSR yang telah dijalankan di Sumsel sejak 2017. Pengolahan hasil panen petani tersebut telah didukung keberadaan PKS di Sumsel. Saat ini terdapat 77 unit PKS yang tersebar di provinsi itu.
“Seiring dengan bertambahnya produktivitas tentu akan ada penambahan unit maupun kapasitas PKS,” kata dia.
Sementara itu berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS), luas kebun sawit yang telah diremajakan melalui program PSR mencapai 94.033 Ha, yang mana 19 persen berada di Sumsel.
Provinsi itu tercatat sebagai daerah dengan realisasi tertinggi dibanding 20 provinsi lainnya yang ikut melaksanakan PSR.
Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrahman mengatakan secara nasional terdapat total 87.906 pekebun yang mengikuti program replanting itu.
“PSR bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas TBS (tandan buah segar) pekebun,” katanya.
Selain itu, dia menambahkan, pekebun yang melakukan peremajaan dapat menjalankan praktik berkebun yang baik (good agriculture practice/GAP), serta memperbaiki tata ruang perkebunan.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Sumsel Babel perkuat ekosistem perkebunan lewat kerja sama peremajaan sawit 2026
01 September 2026 11:39 WIB
BPBD pastikan karhutla lahan sawit 4 hektare di Muara Enim sudah padam total
14 August 2026 14:30 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025