Data pengguna LinkedIn terekspos dan dijual
Sabtu, 10 April 2021 11:12 WIB
Ilustrasi logo LinkedIn (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - LinkedIn, platform jejaring profesional buatan Microsoft Corp, menemukan sejumlah data dari pengguna mereka terekspos dan dijual.
Melalui blog resmi, LinkedIn mengatakan hasil penyelidikan mereka menemukan bahwa data tersebut merupakan agregasi dari sejumlah situs dan perusahaan.
"Data itu termasuk profil yang bisa dilihat publik, yang kelihatannya diambil dari LinkedIn," kata LinkedIn.
Mereka menegaskan tidak diretas, data tersebut diambil dengan cara scraping atau menghimpun informasi yang ada di profil publik.
LinkedIn juga menegaskan tidak ada data dari anggota akun privat dari set data yang mereka tinjau.
Dalam tulisan di blog resmi tersebut, LinkedIn tidak menyebutkan berapa banyak pengguna yang terdampak insiden ini.
Laman CyberNews menuluskan data yang dijual di situs gelap termasuk nama pengguna LinkedIn, nama lengkap, alamat email, nomor telepon dan jenis kelamin.
Terdapat juga tautan ke profil LinkedIn, tautan ke profil di berbagai media sosial dan jabatan serta informasi yang berkaitan dengan pekerjaan.
Situs tersebut menuliskan terdapat arsip berisi data dari 500 juta profil LinkedIn dijual di forum peretas.
Melalui blog resmi, LinkedIn mengatakan hasil penyelidikan mereka menemukan bahwa data tersebut merupakan agregasi dari sejumlah situs dan perusahaan.
"Data itu termasuk profil yang bisa dilihat publik, yang kelihatannya diambil dari LinkedIn," kata LinkedIn.
Mereka menegaskan tidak diretas, data tersebut diambil dengan cara scraping atau menghimpun informasi yang ada di profil publik.
LinkedIn juga menegaskan tidak ada data dari anggota akun privat dari set data yang mereka tinjau.
Dalam tulisan di blog resmi tersebut, LinkedIn tidak menyebutkan berapa banyak pengguna yang terdampak insiden ini.
Laman CyberNews menuluskan data yang dijual di situs gelap termasuk nama pengguna LinkedIn, nama lengkap, alamat email, nomor telepon dan jenis kelamin.
Terdapat juga tautan ke profil LinkedIn, tautan ke profil di berbagai media sosial dan jabatan serta informasi yang berkaitan dengan pekerjaan.
Situs tersebut menuliskan terdapat arsip berisi data dari 500 juta profil LinkedIn dijual di forum peretas.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Google hentikan pengumpulan data lokasi pengguna Maps terkait privasi
16 December 2023 16:49 WIB, 2023
Bamsoet minta pihak berwenang investigasi kebocoran data pengguna BRI Life
28 July 2021 18:44 WIB, 2021
Kesepakatan TikTok-Oracle tinggal persetujuan otoritas di China dan AS
18 September 2020 14:57 WIB, 2020
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Penonton Java Jazz Festival 2026 tetap antusias saksikan pertunjukan di tengah hujan
31 May 2026 8:47 WIB
Konser musik "HS Hey Slank: Berani Kita Beda" di Palembang sedot 20 ribu penonton
25 May 2026 14:41 WIB