Baturaja (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Aufa Sahrijal Syarkomi mengemukakan belum difungsikannya Museum Goa Harimau di Kabupaten Ogan Komering Ulu karena terkendala sumber daya manusia (SDM) yang kurang memadai.

"Museum ini belum difungsikan karena ada beberapa kendala, termasuk SDM," kata Aufa Sahrijal Syarkomi di Baturaja, Jumat.

Dia menjelaskan, Museum Goa Harimau yang terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, KabupatenOgan Komering Ulu, itu merupakan museum terbesar di Sumsel yang menyimpan peninggalan prasejarah, yaitu kerangka manusia purba berusia 3.000 hingga 15.000 tahun dari dua ras, yakni Neomongolit hingga Autoromenalisia.

Museum prasejarah ini menceritakan perjalanan manusia purba hingga cikal bakal modern saat ini.

"Namun sayangnya hingga saat ini masih belum difungsikan," kata dia.

Menurut dia, Pemprov Sumsel akan mempersiapkan kelengkapan isi di dalam museum, seperti halnya kelistrikan untuk memfungsikan tata lampu serta multimedia yang ada di dalam museum.

Ia juga berharap, tercipta sinergitas antara Pemprov Sumatera Selatan dengan Pemkab Ogan Komering Ulu an DPRD setempat untuk mempersiapkan sekaligus menempatkan SDM yang berkualitas di Museum Goa Harimau agar dapat difungsikan sesuai peruntukannya.

"Dengan penyempurnaan museum ini, nantinya bisa membangkitkan dunia pariwisata yang lesu akibat pandemi saat ini," ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Ogan Komering Ulu ni.


Pewarta : Edo Purmana
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024