LP3L OKU serahkan temuan sepasang Trenggiling ke BKSDA
Rabu, 18 November 2020 17:15 WIB
Pencinta lingkungan dari LP3L OKU saat mengamankan dua ekor Trenggiling, Rabu. (ANTARA/Edo Purmana/20)
Baturaja (ANTARA) - Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Dampak Lingkungan (LP3L) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan akan menyerahkan sepasang Trenggiling yang ditemukan warga beberapa waktu lalu ke BKSDA setempat.
"Secepatnya akan kami serahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) OKU," kata Ketua LP3L Ogan Komering Ulu (OKU) Yunizir Djakfar di Baturaja, Rabu.
Dia menjelaskan sepasang hewan yang dilindungi tersebut ditemukan oleh Kordrianto, salah seorang warga Baturaja saat melintas di jalan raya wilayah setempat.
Meskipun tahu hewan tersebut bernilai tinggi, Kodrianto tetap menyerahkannya kepada komunitas pecinta lingkungan untuk diteruskan ke BKSDA.
"Kodrianto mengaku sengaja menyerahkannya karena tahu Trenggiling hewan dilindungi. Hewan bernama ilmiah pholidota itu diserahkan ke pecinta lingkungan LP3L OKU," katanya.
Sepasang Trenggiling ini akan segera diserahkan kepada BKSDA OKU, sehingga dapat dilepas ke habitatnya.
"Dua ekor hewan menyusui itu mempunyai berat sekitar 15 kilogram," ucapnya.
Menurut dia, diduga hewan tersebut masuk ke kawasan perkebunan rakyat karena habitatnya terganggu. "Saat ini dua ekor hewan itu masih ada di kami dan selanjutnya akan diserahkan ke BKSDA untuk dilepas ke habitatnya," ujarnya.
"Secepatnya akan kami serahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) OKU," kata Ketua LP3L Ogan Komering Ulu (OKU) Yunizir Djakfar di Baturaja, Rabu.
Dia menjelaskan sepasang hewan yang dilindungi tersebut ditemukan oleh Kordrianto, salah seorang warga Baturaja saat melintas di jalan raya wilayah setempat.
Meskipun tahu hewan tersebut bernilai tinggi, Kodrianto tetap menyerahkannya kepada komunitas pecinta lingkungan untuk diteruskan ke BKSDA.
"Kodrianto mengaku sengaja menyerahkannya karena tahu Trenggiling hewan dilindungi. Hewan bernama ilmiah pholidota itu diserahkan ke pecinta lingkungan LP3L OKU," katanya.
Sepasang Trenggiling ini akan segera diserahkan kepada BKSDA OKU, sehingga dapat dilepas ke habitatnya.
"Dua ekor hewan menyusui itu mempunyai berat sekitar 15 kilogram," ucapnya.
Menurut dia, diduga hewan tersebut masuk ke kawasan perkebunan rakyat karena habitatnya terganggu. "Saat ini dua ekor hewan itu masih ada di kami dan selanjutnya akan diserahkan ke BKSDA untuk dilepas ke habitatnya," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hari Lingkungan Hidup: BKSDA Sumbar lepasliarkan trenggiling ke hutan cagar alam
06 June 2022 12:34 WIB, 2022
Trenggiling mamalia paling banyak diperdagangkan secara ilegal dari Indonesia
19 February 2020 8:11 WIB, 2020
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB