Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, telah melakukan pemutusan hubungan usaha (PHU) sebagai sanksi terhadap lima pangkalan LPG di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yang menjual LPG subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi dan menyalahi aturan standar prosedur pendistribusian LPG kepada masyarakat.

Selain itu, agen yang menaungi pangkalan tersebut juga diberikan sanksi pemotongan alokasi LPG subsidi untuk dialihkan ke agen lainnya.

Region Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel Dewi Sri Utami dalam informasi tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, menyatakan upaya pemantauan yang dilakukan Pertamina bagi jalur distribusi resmi LPG yakni agen dan pengecer akan terus ditingkatkan untuk meminimalisasi penyalahgunaan LPG subsidi.

"Pemantauan sudah kami lakukan sejak minggu ke-4 bulan Agustus 2020. Pemberian sanksi ini diharapkan dapat memberikan efek jera terhadap pangkalan dan agen yang nakal," tambah Dewi.

Pertamina akan terus memantau stok distribusi LPG 3 kg di Kabupaten Lahat agar dalam kondisi aman. Adapun konsumsi LPG Subsidi saat ini yaitu 778,28 Metrik Ton, naik sebesar 7 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 yaitu sebesar 727,44 Metrik Ton, yang disalurkan melalui 1 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), 6 agen dan 273 pangkalan resmi.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG 3 Kg, menyebutkan bahwa LPG 3 kg Bersubsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro, sementara bagi usaha kecil dan menengah, serta masyarakat mampu dapat beralih menggunakan Bright Gas yang tersedia dalam kemasan 5,5 kg dan 12 kg.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjaminnya pemenuhan hak masyarakat miskin untuk memperoleh LPG 3 kg bersubsidi.

"Terkait pembelian LPG 3 kg Bersubsidi, kami selalu mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat, bahwa LPG 3 kg hanya disalurkan melalui pangkalan resmi Pertamina yang terdaftar dan memiliki plang warna hijau dengan mencantumkan informasi Harga Eceran Tertinggi ( HET), di mana di wilayah Lahat sebesar Rp15.650," tutup Dewi.
 


Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024