Belarus menjadi penerima asing pertama vaksin COVID-19 Rusia
Rabu, 26 Agustus 2020 9:34 WIB
Sampel vaksin melawan penyakit coronavirus (COVID-19) yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, di Moskow, Rusia, (6/8/2020). Foto di buat tanggal 6 Agustus 2020. ANTARA/REUTERS/HO-The Russian Direct Investment Fund (RDIF)/aa.
Moskow (ANTARA) - Berdasarkan sebuah kesepakatan yang dicapai oleh dua pemimpin negara melalui sambungan telepon, maka Belarus akan menjadi penerima asing pertama vaksin COVID-19 buatan Rusia, demikian kepresidenan Belarus pada Senin.
Warga Belarus secara sukarela juga akan berpartisipasi dalam uji klinis tahap akhir, menurut pernyataan kantor presiden.
Baca juga: Vaksin bukan satu-satunya solusi hentikan pandemi COVID-19
Pada 1 Agustus Rusia mengumumkan vaksin COVID-19 pertama hasil pengembangan mereka.
Baca juga: Kemarin, Bio Farma terima vaksin COVID-19 hingga KA bandara beroperasi
Pejabat Rusia memastikan bahwa vaksinasi massal akan dimulai secepatnya pada Oktober. Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku putrinya telah mengonsumsi vaksin tersebut.
Putin dan mitranya dari Belarus Alexander Lukashenko juga membahas situasi terkini di Belarus dan di perbatasan.
Pascapemilu kontroversial pada 9 Agustus, di mana Lukashenko dinyatakan sebagai pemenang, presiden Belarus menuding bahwa kekuatan asing telah menyulut aksi protes terhadap pemerintahannya selama beberapa pekan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Perusahaan UAE sediakan 10 juta dosis vaksin COVID-19 untuk Indonesia
Baca juga: China setujui uji klinis vaksin COVID-19 budidaya dalam sel serangga
Baca juga: Stafsus BUMN: Bio Farma kerjakan proses akhir vaksin COVID-19
Warga Belarus secara sukarela juga akan berpartisipasi dalam uji klinis tahap akhir, menurut pernyataan kantor presiden.
Baca juga: Vaksin bukan satu-satunya solusi hentikan pandemi COVID-19
Pada 1 Agustus Rusia mengumumkan vaksin COVID-19 pertama hasil pengembangan mereka.
Baca juga: Kemarin, Bio Farma terima vaksin COVID-19 hingga KA bandara beroperasi
Pejabat Rusia memastikan bahwa vaksinasi massal akan dimulai secepatnya pada Oktober. Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku putrinya telah mengonsumsi vaksin tersebut.
Putin dan mitranya dari Belarus Alexander Lukashenko juga membahas situasi terkini di Belarus dan di perbatasan.
Pascapemilu kontroversial pada 9 Agustus, di mana Lukashenko dinyatakan sebagai pemenang, presiden Belarus menuding bahwa kekuatan asing telah menyulut aksi protes terhadap pemerintahannya selama beberapa pekan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Perusahaan UAE sediakan 10 juta dosis vaksin COVID-19 untuk Indonesia
Baca juga: China setujui uji klinis vaksin COVID-19 budidaya dalam sel serangga
Baca juga: Stafsus BUMN: Bio Farma kerjakan proses akhir vaksin COVID-19
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Magister Unsri penerima beasiswa Medikbudristek berhasil lulus dengan IPK 4.0
19 August 2025 20:32 WIB