Jangan gengsi, kiat jitu orangtua bebas stres ajari anak
Kamis, 30 Juli 2020 9:57 WIB
Ilustrasi anak belajar (Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Orangtua yang ingin bebas dari rasa stres ketika mengajari anak yang sekolah jarak jauh secara daring di rumah saat ini sebaiknya membuang jauh-jauh rasa gengsi.
Ada kalanya orangtua juga tidak terlalu memahami pelajaran yang dihadapi anak, dan sebaiknya bersikaplah jujur ketika itu terjadi kepada Anda.
"Orangtua harus mengakui kalau dia tidak bisa, jangan memaksakan diri, nanti orangtua kecewa, 'kok saya tidak bisa mengajarkan ya?'" kata psikolog Ajeng Raviando di bincang-bincang “Jaga Kesehatan, Belajar di Rumah, Bebas Stres" Frisian Flag, Rabu (29/7).
Berusaha menanggung beban dalam mengajari anak sendirian dapat menimbulkan rasa tertekan. Jika merasa kurang mampu, tak perlu sungkan mencari bantuan dari orang lain. Tanyakan kepada pasangan atau orang-orang terdekat lain yang bisa lebih membantu anak dalam belajar.
"Cari bantuan yang bisa membuat orangtua merasa lebih nyaman, jangan menanggung beban sendirian."
Cara ini dapat membantu orangtua mengatur energi dan suasana hati agar kondisi di rumah menyenangkan. Bila orangtua memaksakan diri untuk membantu anak belajar, meski kurang memahaminya, justru yang terjadi adalah emosi meledak-ledak.
Orangtua yang menjadi lebih galak saat menjadi guru di rumah malah bisa membuat anak tidak nyaman ketika harus melewati proses belajar jarak jauh.
"Harus ada kesadaran orangtua, kalau dia cara mengajarnya galak, bisa jadi anak tidak nyaman. Orangtua harus paham apa kebutuhan anak, bacalah ekspresi wajah anak agar komunikasi efektif dan menyenangkan."
Mengenali kepribadian anak merupakan salah satu strategi untuk menciptakan pola komunikasi yang baik dan efektif.
Jangan lupa, tanyakan kepada anak cara belajar yang dia inginkan agar buah hati merasa gembira.
Ada kalanya orangtua juga tidak terlalu memahami pelajaran yang dihadapi anak, dan sebaiknya bersikaplah jujur ketika itu terjadi kepada Anda.
"Orangtua harus mengakui kalau dia tidak bisa, jangan memaksakan diri, nanti orangtua kecewa, 'kok saya tidak bisa mengajarkan ya?'" kata psikolog Ajeng Raviando di bincang-bincang “Jaga Kesehatan, Belajar di Rumah, Bebas Stres" Frisian Flag, Rabu (29/7).
Berusaha menanggung beban dalam mengajari anak sendirian dapat menimbulkan rasa tertekan. Jika merasa kurang mampu, tak perlu sungkan mencari bantuan dari orang lain. Tanyakan kepada pasangan atau orang-orang terdekat lain yang bisa lebih membantu anak dalam belajar.
"Cari bantuan yang bisa membuat orangtua merasa lebih nyaman, jangan menanggung beban sendirian."
Cara ini dapat membantu orangtua mengatur energi dan suasana hati agar kondisi di rumah menyenangkan. Bila orangtua memaksakan diri untuk membantu anak belajar, meski kurang memahaminya, justru yang terjadi adalah emosi meledak-ledak.
Orangtua yang menjadi lebih galak saat menjadi guru di rumah malah bisa membuat anak tidak nyaman ketika harus melewati proses belajar jarak jauh.
"Harus ada kesadaran orangtua, kalau dia cara mengajarnya galak, bisa jadi anak tidak nyaman. Orangtua harus paham apa kebutuhan anak, bacalah ekspresi wajah anak agar komunikasi efektif dan menyenangkan."
Mengenali kepribadian anak merupakan salah satu strategi untuk menciptakan pola komunikasi yang baik dan efektif.
Jangan lupa, tanyakan kepada anak cara belajar yang dia inginkan agar buah hati merasa gembira.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diskominfo Palembang jalankan program bimbingan belajar gratis, sasar siswa SD
31 January 2026 9:21 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB