Dinas Perikanan Muba siapkan plasma ikan lele bagi warga prasejahtera
Rabu, 22 Juli 2020 14:25 WIB
Plt Kepala Dinas Perikanan Muba Hendra Tris Tomy meninjau program plasma lele, Senin (20/7). (ANTARA/HO-Dinas Perikanan Muba)
Sekayu, Muba (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kini terus meningkatkan program dengan terobosan dan inovasi baru guna meningkatkan kesejahteraan warga di "Bumi Serasan Sekate" tersebut.
Kali ini, melalui Dinas Perikanan Muba bekerjasama dengan Bappeda mengimplementasikan program plasma ikan lele bagi warga kurang mampu guna mengentaskan kemiskinan di daerah ini, kata Plt Kepala Dinas Perikanan Muba Hendra Tris Tomy, Senin (20/7).
"Ya, ada satu terobosan program yang saat ini sedang kami siapkan bersama Bappeda Muba sebagai bentuk penanggulangan kemiskinan," kata dia.
Terobosan itu, kata Tomy, satu program yang bekerjasama dengan pihak ketiga yakni DHD Mitra Indotama. Dimana sebelumnya, Dinas Perikanan Muba telah terlebih dahulu bekerjasama dengan pihak ketiga tersebut dalam pengembangan Balai Benih Ikan (BBI).
"Nanti, akan ada plasma untuk peternakan lele khusus masyarakat miskin. Kami tetap bekerjasama dengan DHD karena mereka yang akan melakukan pelatihan dan pembinaan. Saat ini Bappeda dan Dinas Perikanan sedang mematangkan konsep," jelas dia. Plt Kepala Dinas Perikanan Muba Hendra Tris Tomy meninjau program plasma lele, Senin (20/7). (ANTARA/HO-Dinas Perikanan Muba) (ANTARA/HO-Dinas Perikanan Muba)
Dengan adanya kegiatan tersebut, lanjut Tomy, diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan yang merupakan bagian dari visi misi Bupati Muba Dodi Reza Noerdin. "Ini bagian dari upaya kami untuk penanggulangan kemiskinan. Mudah-mudahan tahun depan program ini berjalan," ujar dia.
Sementara, Kepala Bappeda Muba Iskandar Syahrianto melalui Kabid Perekonomian Pendanaan Pembangunan Bappeda Muba Agus Arisman, menambahkan, Program Plasma lele pada umumnya sama dengan plasma di perkebunan.
"Hanya yang membedakan lahan untuk kolam itu milik masyarakat dan modal awal difasilitasi oleh pemerintah. Kami siakan konsep, melakukan survei dan penjajakan" jelas dia.
Selanjutnya, kata Agus, untuk pengelolaan bekerjasama dengan DHD Mitra Idotama. Nanti difasilitasi DHD untuk pengelolaan, termasuk pemasaran hasil ternak. Ini sifatnya untuk tambahan penghasilan. Diusahakan berkelompok agar mudah konsolidasi dan koordinasi sehingga diharapkan tahun depan dapat berjalan, tandasnya.
Kali ini, melalui Dinas Perikanan Muba bekerjasama dengan Bappeda mengimplementasikan program plasma ikan lele bagi warga kurang mampu guna mengentaskan kemiskinan di daerah ini, kata Plt Kepala Dinas Perikanan Muba Hendra Tris Tomy, Senin (20/7).
"Ya, ada satu terobosan program yang saat ini sedang kami siapkan bersama Bappeda Muba sebagai bentuk penanggulangan kemiskinan," kata dia.
Terobosan itu, kata Tomy, satu program yang bekerjasama dengan pihak ketiga yakni DHD Mitra Indotama. Dimana sebelumnya, Dinas Perikanan Muba telah terlebih dahulu bekerjasama dengan pihak ketiga tersebut dalam pengembangan Balai Benih Ikan (BBI).
"Nanti, akan ada plasma untuk peternakan lele khusus masyarakat miskin. Kami tetap bekerjasama dengan DHD karena mereka yang akan melakukan pelatihan dan pembinaan. Saat ini Bappeda dan Dinas Perikanan sedang mematangkan konsep," jelas dia. Plt Kepala Dinas Perikanan Muba Hendra Tris Tomy meninjau program plasma lele, Senin (20/7). (ANTARA/HO-Dinas Perikanan Muba) (ANTARA/HO-Dinas Perikanan Muba)
Dengan adanya kegiatan tersebut, lanjut Tomy, diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan yang merupakan bagian dari visi misi Bupati Muba Dodi Reza Noerdin. "Ini bagian dari upaya kami untuk penanggulangan kemiskinan. Mudah-mudahan tahun depan program ini berjalan," ujar dia.
Sementara, Kepala Bappeda Muba Iskandar Syahrianto melalui Kabid Perekonomian Pendanaan Pembangunan Bappeda Muba Agus Arisman, menambahkan, Program Plasma lele pada umumnya sama dengan plasma di perkebunan.
"Hanya yang membedakan lahan untuk kolam itu milik masyarakat dan modal awal difasilitasi oleh pemerintah. Kami siakan konsep, melakukan survei dan penjajakan" jelas dia.
Selanjutnya, kata Agus, untuk pengelolaan bekerjasama dengan DHD Mitra Idotama. Nanti difasilitasi DHD untuk pengelolaan, termasuk pemasaran hasil ternak. Ini sifatnya untuk tambahan penghasilan. Diusahakan berkelompok agar mudah konsolidasi dan koordinasi sehingga diharapkan tahun depan dapat berjalan, tandasnya.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Operasi serentak di Jakarta Timur jaring 7,63 kuintal ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung
17 April 2026 9:40 WIB
Kisah ibu di pinggiran Singkarak, cetak anak jadi polisi dan sarjana dari ikan bilih
21 February 2026 19:33 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB