ACT Sumsel bantu warga terdampak pandemi dengan program BKB
Sabtu, 18 Juli 2020 13:17 WIB
Warga antri mengambil paket bahan pangan dari ACT Sumsel, Jumat (17/7/2020) ANTARA/Aziz Munajar
Palembang (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap Provinsi Sumatera Selatan menginisiasi bantuan untuk warga terdampak pandemi COVID-19 dengan program "Besamo Kito Bebagi" atau BKB.
Kepala Cabang ACT Sumsel Deni Marlesi di Palembang Jumat mengatakan BKB merupakan program bantuan bahan pangan gratis dengan konsep adanya pemberi dan adanya penerima.
"Masyarakat yang mampu bisa menyumbangkan bahan pangan, nanti kami kumpulkan dan akan dibagikan di lokasi-lokasi yang warganya membutuhkan bantuan itu," ujarnya.
Menurut dia pilot program BKB dimulai hari ini dengan menyasar tiga lokasi masjid di Kota Palembang, ACT Sumsel membagi sayur-sayuran, beras dan mi instan menjadi puluhan kantong kecil agar pembagian merata karena satu warga boleh mengambil lima kantong dengan isian berbeda.
Proses pembagian tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, kata dia, warga diharuskan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama mengantri pengambilan bantuan.
"Hari ini ada 150 kantong yang dibagikan, insyaallah ke depan lebih banyak lagi bantuan yang bisa disalurkan," tambahnya.
ACT Sumsel berencana melaksanakan program tersebut satu kali sepekan dengan menyasar lokasi yang berbeda, seperti perumahan dan pusat perbelanjaan untuk mengajak masyarakat yang mampu secara ekonomi agar mau berbagi.
"Sesuai tagline program BKB yaitu 'Ambil Secukupnya Berikan Sebanyaknya, mari bahu-membahu saling bantu dengan sedekah terbaik," kata Deni menjelaskan.
Masyarakat tetap dapat berpartisipasi pada program BKB meski tidak bisa menyumbangkan bahan pangan langsung dengan donasi ke rekening 6600005505 (BNI) atas nama Aksi Cepat Tanggap.
Kepala Cabang ACT Sumsel Deni Marlesi di Palembang Jumat mengatakan BKB merupakan program bantuan bahan pangan gratis dengan konsep adanya pemberi dan adanya penerima.
"Masyarakat yang mampu bisa menyumbangkan bahan pangan, nanti kami kumpulkan dan akan dibagikan di lokasi-lokasi yang warganya membutuhkan bantuan itu," ujarnya.
Menurut dia pilot program BKB dimulai hari ini dengan menyasar tiga lokasi masjid di Kota Palembang, ACT Sumsel membagi sayur-sayuran, beras dan mi instan menjadi puluhan kantong kecil agar pembagian merata karena satu warga boleh mengambil lima kantong dengan isian berbeda.
Proses pembagian tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, kata dia, warga diharuskan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama mengantri pengambilan bantuan.
"Hari ini ada 150 kantong yang dibagikan, insyaallah ke depan lebih banyak lagi bantuan yang bisa disalurkan," tambahnya.
ACT Sumsel berencana melaksanakan program tersebut satu kali sepekan dengan menyasar lokasi yang berbeda, seperti perumahan dan pusat perbelanjaan untuk mengajak masyarakat yang mampu secara ekonomi agar mau berbagi.
"Sesuai tagline program BKB yaitu 'Ambil Secukupnya Berikan Sebanyaknya, mari bahu-membahu saling bantu dengan sedekah terbaik," kata Deni menjelaskan.
Masyarakat tetap dapat berpartisipasi pada program BKB meski tidak bisa menyumbangkan bahan pangan langsung dengan donasi ke rekening 6600005505 (BNI) atas nama Aksi Cepat Tanggap.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bareskrim limpahkan tahap satu berkas perkara empat tersangka penggelapan dana ACT
16 August 2022 15:31 WIB, 2022
Lemkapi: Densus 88 harus telusuri aliran dana ACT diduga terafiliasi dengan jaringan teroris
08 July 2022 12:57 WIB, 2022
PPATK temukan aliran dana ACT kepada seseorang diduga terkait teroris Al Qaida
06 July 2022 17:03 WIB, 2022