Polisi ungkap pemicu perusakan di Hotel Mercure oleh oknum anggota marinir berinisial RW
Sabtu, 4 Juli 2020 0:16 WIB
Sejumlah pelaku perusakan Hotel Mercure Tambora (kanan) di Jakarta, Jumat (3/7/2020). ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat/aa.
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Barat menguak pemicu perusakan oleh para tersangka di Hotel Mercure Batavia Tambora pada 22 Juni 2020.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Polisi Audie S Latuheru mengatakan, perusakan disebabkan kemarahan oknum anggota marinir berinisial RW karena tak dapat bertemu kekasihnya yang menjalani karantina COVID-19 di hotel itu.
"Namun ketika diperiksa petugas nama kekasih RW tidak ada di daftar nama petugas hotel," kata Audie di Jakarta, Jumat.
Kendati telah dijelaskan oleh petugas keamanan hotel, RW tidak mempercayainya. Kemudian terjadi cekcok di antara keduanya sehingga sebuah thermo gun dilempar RW hingga rusak.
RW akhirnya mengganti thermo gun yang dirusaknya. Namun karena masih kesal dengan petugas keamanan, RW kembali bersama teman-temannya.
Di pihak RW, ada sembilan orang merupakan warga, sedangkan dua lainnya merupakan oknum anggota TNI.
Mereka membuat kericuhan hingga memecahkan pot bunga dan gagang pintu hotel. Saat hal itu terjadi, Serda Saputra datang untuk menengahi keributan.
Namun Saputra malah diserang menggunakan senjata tajam hingga nyawanya tak terselamatkan.
"Saat ini tiga oknum TNI tersebut sudah ditangani Polisi Militer. Sedangkan sembilan warga sudah kami tahan," kata Audie.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Polisi Audie S Latuheru mengatakan, perusakan disebabkan kemarahan oknum anggota marinir berinisial RW karena tak dapat bertemu kekasihnya yang menjalani karantina COVID-19 di hotel itu.
"Namun ketika diperiksa petugas nama kekasih RW tidak ada di daftar nama petugas hotel," kata Audie di Jakarta, Jumat.
Kendati telah dijelaskan oleh petugas keamanan hotel, RW tidak mempercayainya. Kemudian terjadi cekcok di antara keduanya sehingga sebuah thermo gun dilempar RW hingga rusak.
RW akhirnya mengganti thermo gun yang dirusaknya. Namun karena masih kesal dengan petugas keamanan, RW kembali bersama teman-temannya.
Di pihak RW, ada sembilan orang merupakan warga, sedangkan dua lainnya merupakan oknum anggota TNI.
Mereka membuat kericuhan hingga memecahkan pot bunga dan gagang pintu hotel. Saat hal itu terjadi, Serda Saputra datang untuk menengahi keributan.
Namun Saputra malah diserang menggunakan senjata tajam hingga nyawanya tak terselamatkan.
"Saat ini tiga oknum TNI tersebut sudah ditangani Polisi Militer. Sedangkan sembilan warga sudah kami tahan," kata Audie.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Macan tutul masuk hotel di Bandung, diduga kabur dari Lembang Park and Zoo
06 October 2025 10:27 WIB
Heize ajak penonton galau, nyanyikan lagu drama hit asal Korea Selatan di KOSTCON 2025
03 August 2025 6:51 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
KPK sempat pertimbangkan reaksi publik setelah pengalihan penahanan Yaqut Cholil Qoumas
26 March 2026 19:46 WIB
Polda Sumsel catat 30.956 kegiatan pengamanan selama Operasi Ketupat Musi 2026
26 March 2026 19:22 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim apresiasi Pakistan jadi tuan rumah dialog antara AS-Iran.
25 March 2026 19:00 WIB
Ditpolairud Polda Sumsel sulap kapal patroli jadi ambulans apung jangkau pelayanan darurat
25 March 2026 16:54 WIB
Cegah kemacetan, Kapolri sarankan masyarakat balik Lebaran tanggal 25-27 Maret 2026
24 March 2026 18:43 WIB