Koperasi Pemprov Sumsel untung senilai Rp1 miliar
Kamis, 25 Juni 2020 23:40 WIB
Sekda Sumsel Nasrun Umar (ANTARA/HO - Humas Pemprov)
Palembang (ANTARA) - Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Nasrun Umar mengatakan keuntungan kopersi Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini telah mencapai Rp1 miliar.
Ini menunjukan bahwa koperasi Bina Praja Pemprov Sumsel sudah mengalami kemajuan yang sangat baik, katanya di Palembang, Kamis.
Menurut dia, berdasarkan laporan dari Rapat Anggota Tahunan Koperasi lalu bahwa jumlah anggota koperasi milik pemerintah provinsi itu sudah mencapai 4.519 orang.
Pihaknya juga terus mengembangkan keanggotaan dan usaha koperasi agar keberadannya semakin maju dan usahanya meningkat.
"Kedepan Koperasi Bina Praja diharapkan dapat menjadi koperasi yang semakin kuat. Terus melakukan inovasi agar kinerja koperasi ini kian meningkat disetiap waktunya," ujar dia.
Mengenai masih adanya ASN yang belum masuk sebagai anggota Koperasi Bina Praja Sumsel, Sekda meminta agar dilakukan pendataan dan dikirimkan surat kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah yang bersangkutan.
"Saya minta lakukan pendataan dan dikirimkan surat bahwa Organisasi Perangkat Daerah diwajibkan memasukan ASN dilingkungannya sebagai anggota koperasi," tegasnya.
Sementara Ketua Koperasi Bina Praja Sumsel Syahril Zaman mengatakan, RAT awalnya direncanakan pada bulan Maret lalu, namun karena adanya wabah COVID -19 sehingga baru bisa dilaksanakan sekarang ini.
Menurut dia, saat ini jumlah anggota Koperasi Bina Praja Sumsel yang aktif sudah mencapai 4.519 orang anggota.
Namun, walaupun demikian masih ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah yang belum menjadikan ASN dilingkungannya sebagai anggota.
Sehubungan itu pihaknya akan melakukan pendataan sesuai dengan instruksi Sekda Provinsi Sumsel sebagai pembina sehingga keanggotaan terus bertambah dan usaha semakin berkembang, tambah dia.
Ini menunjukan bahwa koperasi Bina Praja Pemprov Sumsel sudah mengalami kemajuan yang sangat baik, katanya di Palembang, Kamis.
Menurut dia, berdasarkan laporan dari Rapat Anggota Tahunan Koperasi lalu bahwa jumlah anggota koperasi milik pemerintah provinsi itu sudah mencapai 4.519 orang.
Pihaknya juga terus mengembangkan keanggotaan dan usaha koperasi agar keberadannya semakin maju dan usahanya meningkat.
"Kedepan Koperasi Bina Praja diharapkan dapat menjadi koperasi yang semakin kuat. Terus melakukan inovasi agar kinerja koperasi ini kian meningkat disetiap waktunya," ujar dia.
Mengenai masih adanya ASN yang belum masuk sebagai anggota Koperasi Bina Praja Sumsel, Sekda meminta agar dilakukan pendataan dan dikirimkan surat kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah yang bersangkutan.
"Saya minta lakukan pendataan dan dikirimkan surat bahwa Organisasi Perangkat Daerah diwajibkan memasukan ASN dilingkungannya sebagai anggota koperasi," tegasnya.
Sementara Ketua Koperasi Bina Praja Sumsel Syahril Zaman mengatakan, RAT awalnya direncanakan pada bulan Maret lalu, namun karena adanya wabah COVID -19 sehingga baru bisa dilaksanakan sekarang ini.
Menurut dia, saat ini jumlah anggota Koperasi Bina Praja Sumsel yang aktif sudah mencapai 4.519 orang anggota.
Namun, walaupun demikian masih ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah yang belum menjadikan ASN dilingkungannya sebagai anggota.
Sehubungan itu pihaknya akan melakukan pendataan sesuai dengan instruksi Sekda Provinsi Sumsel sebagai pembina sehingga keanggotaan terus bertambah dan usaha semakin berkembang, tambah dia.
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sumsel toleransi truk batu bara menyeberang jalan nasional hingga akhir Februari 2026
05 February 2026 21:35 WIB
Pemprov Sumsel percepat pembangunan flyover perlintasan kereta di Muara Enim
02 February 2026 19:24 WIB
Sumsel tetap tak izinkan angkutan batu bara pemasok PLTU Bengkulu melintas
28 January 2026 20:45 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB