Rohman, 30 tahun hidup sebatang kara di rumah perahu Sungai Musi Palembang
Selasa, 9 Juni 2020 22:37 WIB
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menyambangi warganya Rohman (60) yang tinggal di atas perahu untuk dibawa ke panti jompo di Palembang, Selasa (9/6). (ANTARA/HO/20)
Palembang (ANTARA) - Rohman (60 tahun), seorang pria lanjut usia warga Kota Palembang mengarungi hidup hampir selama 30 tahun di atas perahu kawasan Sungai Musi akhirnya dirujuk pemerintah kota setempat ke panti jompo, Selasa.
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan Rohman (60) yang hidup sebatang kara di atas rumah perahu terbilang sudah tidak mampu lagi mengurus dirinya.
“Saya kaget ada informasi dari warga yang dimuat dalam media sosial bahwa ada warga yang puluhan tahun hidup di atas perahu. Setelah saya lihat langsung memang kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Fitranti Agustinda.
Ia mengatakan warga yang menyandarkan perahunya di kawasan Pulo Kemarau Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II itu hampir 30 tahun menjalani kehidupan dalam kondisi terbatas dan memprihatinkan.
Baca juga: Seorang 'manusia perahu' di Sungai Musi Palembang diselamatkan setelah 30 tahun hidup seadanya
Selama ini Rohman hanya mengandalkan belas kasihan warga sekitar untuk kebutuhan hidup sehari harinya.
“Saya khawatir atas kondisi Rohman yang sudah tidak muda lagi dan Fitri mengajak seluruh warga untuk tidak segan-segan melaporkan ke pemerintah kota jika mendapati kejadian serupa," ujarnya.
“Dengan adanya 'manusia perahu' ini, berharap mudah-mudahan bisa menjadi contoh untuk warga masyarakat yang lain untuk sama-sama peduli. Apabila ada info segera sampaikan kepada Pemkot Palembang," kata dia.
"Sering sakit-sakitan ini, apalagi tidak ada kerabat yang mendampingi. Untuk itu, saya rujuk ke panti jompo,” kata dia.
Sebelum dibawa ke panti jompo, Rohman dirujuk ke RSUD Bari Kota Palembang untuk melakukan pengecekan kesehatan.
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan Rohman (60) yang hidup sebatang kara di atas rumah perahu terbilang sudah tidak mampu lagi mengurus dirinya.
“Saya kaget ada informasi dari warga yang dimuat dalam media sosial bahwa ada warga yang puluhan tahun hidup di atas perahu. Setelah saya lihat langsung memang kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Fitranti Agustinda.
Ia mengatakan warga yang menyandarkan perahunya di kawasan Pulo Kemarau Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II itu hampir 30 tahun menjalani kehidupan dalam kondisi terbatas dan memprihatinkan.
Baca juga: Seorang 'manusia perahu' di Sungai Musi Palembang diselamatkan setelah 30 tahun hidup seadanya
Selama ini Rohman hanya mengandalkan belas kasihan warga sekitar untuk kebutuhan hidup sehari harinya.
“Saya khawatir atas kondisi Rohman yang sudah tidak muda lagi dan Fitri mengajak seluruh warga untuk tidak segan-segan melaporkan ke pemerintah kota jika mendapati kejadian serupa," ujarnya.
“Dengan adanya 'manusia perahu' ini, berharap mudah-mudahan bisa menjadi contoh untuk warga masyarakat yang lain untuk sama-sama peduli. Apabila ada info segera sampaikan kepada Pemkot Palembang," kata dia.
"Sering sakit-sakitan ini, apalagi tidak ada kerabat yang mendampingi. Untuk itu, saya rujuk ke panti jompo,” kata dia.
Sebelum dibawa ke panti jompo, Rohman dirujuk ke RSUD Bari Kota Palembang untuk melakukan pengecekan kesehatan.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wabup Muba kunjungi Desa Simpang Bayat, peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Riyadhul Muslimin
27 June 2025 21:12 WIB
Wakil Bupati Muba tinjau lokasi longsor di Sanga Desa, salurkan bantuan ke warga
12 June 2025 13:22 WIB
Perkuat kolaborasi hijau, Wabup Muba ajak LTKL gali potensi daerah berkelanjutan
28 May 2025 12:22 WIB
Perdana pimpin apel pagi, Wakil Bupati Rohman minta ASN terus tingkatkan pelayanan dan kedisiplinan
24 February 2025 12:12 WIB