Petani Sumsel minta Bulog serap hasil panen
Senin, 6 April 2020 17:35 WIB
Suasana panen padi di Sumsel. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)
Palembang (ANTARA) - Petani di sentra produksi padi sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan meminta Perum Bulog setempat mulai melakukan persiapan penyerapan hasil panen mereka pada Mei 2020 dan beberapa bulan berikutnya sehingga hasil panen mereka bisa terserap maksimal.
"Petani Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dan Ogan Komering Ilir mulai ada yang panen, jika tidak segera diserap bisa mengakibatkan anjloknya harga gabah dan beras di tingkat petani," kata Pengurus Asosiasi Masyarakat Sriwijaya, Ibrahim di Palembang, Senin.
Berdasarkan hasil kunjungannya ke sejumlah sentra produksi pertanian, salah satu daerah di Sumsel yang segera panen raya yakni Kabupaten Banyuasin.
Hasil panen petani di Kabupaten Banyuasin, pada Mei 2020 diperkirakan cukup besar yakni mencapai di atas 400 ribu ton.
Jika semuanya dapat diserap dengan baik oleh Bulog, petani dapat menikmati hasil panennya sesuai dengan harapan, kata Ibrahim.
Sementara sebelumnya Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumsel dan Babel, Ali Ahmad Najih mengatakan pihaknya terus berupaya menyiapkan stok beras dalam jumlah banyak dengan melakukan pembelian hasil panen petani di sejumlah daerah dalam wilayah kerja meliputi Sumsel dan Babel itu.
"Stok beras yang ada di gudang-gudang Bulog sekarang ini akan terus ditambah karena beberapa bulan ke depan dilakukan kegiatan pembelian/penyerapan hasil panen petani setempat," ujarnya.
Ketersediaan stok beras dalam jumlah yang banyak perlu diupayakan secara maksimal untuk menjamin kelancaran pasokan ke pasar dan menjaga stabilitas harga sehingga tetap terjangkau masyarakat.
Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sepanjang tahun 2020 ini dapat terpenuhi dengan baik dan dapat dicegah terjadinya kenaikan harga tidak wajar, kata Ali.
"Petani Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dan Ogan Komering Ilir mulai ada yang panen, jika tidak segera diserap bisa mengakibatkan anjloknya harga gabah dan beras di tingkat petani," kata Pengurus Asosiasi Masyarakat Sriwijaya, Ibrahim di Palembang, Senin.
Berdasarkan hasil kunjungannya ke sejumlah sentra produksi pertanian, salah satu daerah di Sumsel yang segera panen raya yakni Kabupaten Banyuasin.
Hasil panen petani di Kabupaten Banyuasin, pada Mei 2020 diperkirakan cukup besar yakni mencapai di atas 400 ribu ton.
Jika semuanya dapat diserap dengan baik oleh Bulog, petani dapat menikmati hasil panennya sesuai dengan harapan, kata Ibrahim.
Sementara sebelumnya Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumsel dan Babel, Ali Ahmad Najih mengatakan pihaknya terus berupaya menyiapkan stok beras dalam jumlah banyak dengan melakukan pembelian hasil panen petani di sejumlah daerah dalam wilayah kerja meliputi Sumsel dan Babel itu.
"Stok beras yang ada di gudang-gudang Bulog sekarang ini akan terus ditambah karena beberapa bulan ke depan dilakukan kegiatan pembelian/penyerapan hasil panen petani setempat," ujarnya.
Ketersediaan stok beras dalam jumlah yang banyak perlu diupayakan secara maksimal untuk menjamin kelancaran pasokan ke pasar dan menjaga stabilitas harga sehingga tetap terjangkau masyarakat.
Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sepanjang tahun 2020 ini dapat terpenuhi dengan baik dan dapat dicegah terjadinya kenaikan harga tidak wajar, kata Ali.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel bantu petani jagung tingkatkan produksi, dukung ketahanan pangan
19 May 2026 20:30 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025