Timika (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengemukakan bahwa jenazah Grame Thomas Wall, warga negara Selandia Baru yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kompleks perkantoran PTFI Kuala Kencana pada Senin (30/3) siang, telah diterbangkan ke Jakarta pada Selasa siang.

"Sudah dievakuasi ke Jakarta. Nanti di sana akan dilakukan otopsi dan selanjutnya dibawa ke negara asalnya di Selandia Baru," kata Irjen Waterpauw di Kuala Kencana, Selasa.

Pada Selasa siang Kapolda Papua bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Binda) Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon tiba di Timika dan langsung meninjau perkantoran PTFI di Kuala Kencana yang menjadi sasaran penyerangan (penembakan dengan menggunakan senjata api) oleh KKB.

Kapolda Papua bersama rombongan harus mencarter pesawat dari Jayapura ke Timika lantaran sejak Kamis (26/3), Pemprov Papua menerbitkan instruksi pembatasan penerbangan penumpang di seluruh Provinsi Papua guna mencegah penularan COVID-19.

Usai mengecek lokasi penembakan di kompleks perkantoran PTFI Kuala Kencana, Kapolda Papua menyebut ada beberapa petunjuk yang ditemukan di sekitar lokasi penembakan, termasuk jejak kaki para pelaku.

"Sementara ini petunjuk saja di sekitar Kantor OB (Office Building) I yang mengarah ke korban yang meninggal yaitu Mr Grame. Saya melihat jarak tembak antara pelaku dengan korban memang efektif. Kami juga menemukan jejak kaki pelaku di sekitar situ," jelas Irjen Waterpauw.

Mantan Kapolda Sumatera Utara itu memperkirakan para pelaku yang berjumlah lebih dari delapan orang yang membawa beberapa pucuk senjata api laras panjang terbagi dalam dua kelompok.

Satu kelompok menembak para korban (Grame Thomas Wall dan Jibril MA Bahar serta Yosephine) dari balik pepohonan hutan belantara yang berada di sisi kanan perkantoran PTFI Kuala Kencana.

Sementara kelompok yang lain menembaki perkantoran PTFI Kuala Kencana dari arah depan (utara), dengan posisi para penembak berada di sekitaran alun-alun Kuala Kencana.
  Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mendapat penjelasan dari Vice President PTFI Bidang Security Risk Management Arief Nasuha terkait insiden penembakan di kompleks perkantoran PTFI di Kuala Kencana pada Senin (30/3/2020) (ANTARA/Evarianus Supar)

Kapolda menduga para pelaku sudah terlebih dahulu masuk ke kawasan Kuala Kencana sebelum terjadi insiden penembakan itu.

"Mereka lebih dulu masuk ke sini. Bahkan Bapak Pangdam menduga sejak dari malam mereka sudah ada di posisi ini dengan memanfaatkan ruang dan keadaan alam itu sendiri. Perkiraan kami, lokasi ini memang sudah mereka gambarkan secara detil. Sepertinya mereka sudah sangat paham dengan wilayah ini dan sepertinya mereka sudah tahu arahnya untuk melakukan upaya efektif kepada siapa-siapa," kata Irjen Waterpauw.

Kapolda mengatakan jajarannya bersama TNI dan manajemen PTFI akan segera mengevaluasi pengamanan kompleks perkantoran PTFI Kuala Kencana dan tempat-tempat vital dan strategis lainnya di kawasan itu.

Di sisi lain, katanya, tim gabungan Polri dibantu TNI tetap melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan di Kuala Kencana itu.
 

Pewarta : Evarianus Supar
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024