Hujan abu guyur wilayah Dukun, Magelang
Jumat, 27 Maret 2020 13:04 WIB
Hujan abu di Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, setelah terjadi erupsi Gunung Merapi. (ANTARA/HO)
Magelang (ANTARA) - Hujan abu mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, setelah terjadi erupsi Gunung Merapi di wilayah perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Petugas Pengamatan Gunung Merapi Pos Babadan, Yulianto di Magelang, Jumat mengatakan erupsi terjadi pukul 10.56 WIB dengan ketinggian kolom sekitar 5.000 meter di atas puncak Merapi.
Ia menuturkan Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi sekitar 7 menit.
Yulianto mengatakan beberapa daerah yang melaporkan telah terjadi hujan abu antara lain Mangunsuko, Banyubiru, dan Keningar.
Ia menyampaikan saat ini Gunung Merapi pada tingkat aktivitas level II (waspada).
Ia menyampaikan potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.
Area dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif.
Warga Magunsuko, Kecamatan Dukun, Sutar, mengatakan memang tadi sempat terjadi hujan abu setelah terjadi erupsi.
Ia mengatakan meskipun hujan abu tidak membuat warga panik dan tetap beraktivitas seperti biasa.
Kepala Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Tanto Heryanto mengatakan, hujan abu disertai pasir terjadi di Desa Dukun sekitar pukul 11.02 WIB.
Tanto menyebutkan hujan abu juga terjadi di Desa Sumber, Krinjing, Keningar dan Ngargomulyo.
"Teman-teman di Krinjing, Sumber, Keningar dan Ngargomulyo melaporkan kalau hujan abu," ujarnya.
Petugas Pengamatan Gunung Merapi Pos Babadan, Yulianto di Magelang, Jumat mengatakan erupsi terjadi pukul 10.56 WIB dengan ketinggian kolom sekitar 5.000 meter di atas puncak Merapi.
Ia menuturkan Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi sekitar 7 menit.
Yulianto mengatakan beberapa daerah yang melaporkan telah terjadi hujan abu antara lain Mangunsuko, Banyubiru, dan Keningar.
Ia menyampaikan saat ini Gunung Merapi pada tingkat aktivitas level II (waspada).
Ia menyampaikan potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.
Area dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif.
Warga Magunsuko, Kecamatan Dukun, Sutar, mengatakan memang tadi sempat terjadi hujan abu setelah terjadi erupsi.
Ia mengatakan meskipun hujan abu tidak membuat warga panik dan tetap beraktivitas seperti biasa.
Kepala Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Tanto Heryanto mengatakan, hujan abu disertai pasir terjadi di Desa Dukun sekitar pukul 11.02 WIB.
Tanto menyebutkan hujan abu juga terjadi di Desa Sumber, Krinjing, Keningar dan Ngargomulyo.
"Teman-teman di Krinjing, Sumber, Keningar dan Ngargomulyo melaporkan kalau hujan abu," ujarnya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
APKI dukung pasar karbon kehutanan untuk perkuat daya saing industri hijau indonesia
13 May 2026 12:36 WIB
Pertamina Patra Niaga dan masyarakat Sungsang IV Banyuasin kembangkan ekowisata mangrove
04 May 2026 21:27 WIB