Bisnis pengusaha dekorasi Indonesia terpengaruh virus Corona
Senin, 24 Februari 2020 16:41 WIB
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Teresia May
Bandung (ANTARA) - Wabah virus Corona atau COVID-19 yang berasal dari China ikut mempengaruhi bisnis pengusaha dekorasi di Indonesia karena selama ini mayoritas komponen usaha yang digunakan untuk bisnis dekorasi seperti bunga segar, vas bunga, di Indonesia berasal atau didatangkan dari China.
"Karena sebagian besar materi untuk dekorasi di kita itu impor dari China, bayangkan mulai dari bunga, medianya, propertinya, lampunya, terus hampir semua, itu kebanyakan impor dari China dan sekarang impor dari China tertahan (akibat virus corona)," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Jabar 2 Buwana Oejeng Solehwargana, di Kota Bandung, Senin.
Hal tersebut, kata Buwana, membuat pengusaha dekorasi di Indonesia memutar otak agar bisnis mereka tetap bisa berjalan meskipun terganggu oleh wabah virus Corona.
Baca juga: Bisnis dekorasi pernikahan terpuruk dampak kenaikan tarif kargo
"Nah, bagaimana caranya, teman-teman pengusaha dekorasi atau dekorator bisa terus mendekorasi dengan produk lokal karena tertahan kan impor dari China," kata dia.
Menurut dia, tertahannya impor berbagai komponen untuk bisnis dekorasi di Indonesia menjadi keuntungan bagi pengusaha lokal seperti petani bunga.
"Itu petani bunga di kita jadi berkembang, seperti di Lembang, Brastagi di Medan, di Cipanas, di Malang, itu mereka sudah mulai menanam bunga yang untuk kebutuhan dekorasi dalam negeri. Ini kan menjadi kesempatan yang baik," kata dia.
Ketua Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Jabar 2 Buwana Oejeng Solehwargana (paling kanan). (Ajat Sudrajat/Antara) (Ajat Sudrajat/Antara)
Wabah virus Corona ini, lanjut dia, di satu sisi menjadi "angin segar" untuk pengusaha lokal karena pemberhentian sementara impor dari China.
"Contoh lain produk keramik, vas bunga itu kita mulai melirik kembali Plered yang tadinya vas bunga itu plastik atau fiberglass dari China," kata dia.
Baca juga: Dekorasi balon pilihan menarik untuk acara pernikahan
Dia menambahkan berbagai persoalan dan perkembangan bisnis dekorasi di Indonesia, termasuk tentang dampak pemberhentian sementara impor dari China juga akan dibahas dalam Rakernas ASPEDI yang akan dilaksanakan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 25-27 Februari 2020.
Rakernas ASPEDI nanti akan dihadiri oleh 450 peserta dari dekorator seluruh Indonesia.
"Sementara untuk salah satu tujuan yang bisa kita dapatkan dari acara ini adalah sesuai dengan tema ASPEDI untuk negeri, jadi apa yang bisa kita berikan untuk negeri ini untuk bisa dikontribusikan ke daerah masing-masing," kata dia.
"Karena sebagian besar materi untuk dekorasi di kita itu impor dari China, bayangkan mulai dari bunga, medianya, propertinya, lampunya, terus hampir semua, itu kebanyakan impor dari China dan sekarang impor dari China tertahan (akibat virus corona)," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Jabar 2 Buwana Oejeng Solehwargana, di Kota Bandung, Senin.
Hal tersebut, kata Buwana, membuat pengusaha dekorasi di Indonesia memutar otak agar bisnis mereka tetap bisa berjalan meskipun terganggu oleh wabah virus Corona.
Baca juga: Bisnis dekorasi pernikahan terpuruk dampak kenaikan tarif kargo
"Nah, bagaimana caranya, teman-teman pengusaha dekorasi atau dekorator bisa terus mendekorasi dengan produk lokal karena tertahan kan impor dari China," kata dia.
Menurut dia, tertahannya impor berbagai komponen untuk bisnis dekorasi di Indonesia menjadi keuntungan bagi pengusaha lokal seperti petani bunga.
"Itu petani bunga di kita jadi berkembang, seperti di Lembang, Brastagi di Medan, di Cipanas, di Malang, itu mereka sudah mulai menanam bunga yang untuk kebutuhan dekorasi dalam negeri. Ini kan menjadi kesempatan yang baik," kata dia.
Ketua Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Jabar 2 Buwana Oejeng Solehwargana (paling kanan). (Ajat Sudrajat/Antara) (Ajat Sudrajat/Antara)
Wabah virus Corona ini, lanjut dia, di satu sisi menjadi "angin segar" untuk pengusaha lokal karena pemberhentian sementara impor dari China.
"Contoh lain produk keramik, vas bunga itu kita mulai melirik kembali Plered yang tadinya vas bunga itu plastik atau fiberglass dari China," kata dia.
Baca juga: Dekorasi balon pilihan menarik untuk acara pernikahan
Dia menambahkan berbagai persoalan dan perkembangan bisnis dekorasi di Indonesia, termasuk tentang dampak pemberhentian sementara impor dari China juga akan dibahas dalam Rakernas ASPEDI yang akan dilaksanakan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 25-27 Februari 2020.
Rakernas ASPEDI nanti akan dihadiri oleh 450 peserta dari dekorator seluruh Indonesia.
"Sementara untuk salah satu tujuan yang bisa kita dapatkan dari acara ini adalah sesuai dengan tema ASPEDI untuk negeri, jadi apa yang bisa kita berikan untuk negeri ini untuk bisa dikontribusikan ke daerah masing-masing," kata dia.
Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Asosiasi pengusaha kue Sumsel santuni 50 anak yatim di Museum Bayt Al-Quran akbar
13 September 2025 9:39 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB