Delapan resort di Bintan tercemar limbah minyak hitam
Rabu, 22 Januari 2020 12:15 WIB
Pencemaran limbah minyak hitam di salah satu kawasan resor di daerah Bintan, Kepulauan Riau. (Ogen)
Bintan (ANTARA) (ANTARA) - Sepanjang Januari 2020 ini tercatat ada delapan resort di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) yang pantainya tercemar limbah minyak hitam, yakni Ria Bintan, Club Med, Bintan Lagoon, Nirwana Garden, Banyan Tree, Sanchya Hotel, Lagoi Bay, dan Pantai Indah.
Menurut GM PT Bintan Beach International Resort (BBIR) selaku pengelola Lagoi, Bintan, Rabu, hingga kini sudah ada 299 drum limbah minyak hitam yang terkumpul.
"Meningkat cukup signifikan jika dibanding 2019 yang mencapai 73 drum," kata Abdul Wahab.
Pencemaran limbah minyak hitam di Bintan ini merupakan "penyakit tahunan" terutama saat musim utara.
Limbah tersebut berasal dari wilayah OPL atau perairan perbatasan antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
"Limbah itu dibuang kapal tanker asing di wilayah OPL, kemudian dibawa arus ke perairan Bintan," katanya.
Wahab berharap ada langkah konkret dari pemerintah guna mengatasi persoalan limbah tersebut karena masalah ini bisa mencoreng Bintan sebagai kawasan wisata internasional di mata turis asing.
Pihaknya siap mendukung wacana pemerintah menebar jaring di sepanjang garis pantai untuk menghalau kotoran oli bekas itu.
"Kalau dampak kunjungan wisman memang belum ada, tapi kita perlu tunjukkan kepada turis bahwa limbah minyak itu bisa dibasmi atau paling tidak diminimalisasi," kata Wahab.*
Menurut GM PT Bintan Beach International Resort (BBIR) selaku pengelola Lagoi, Bintan, Rabu, hingga kini sudah ada 299 drum limbah minyak hitam yang terkumpul.
"Meningkat cukup signifikan jika dibanding 2019 yang mencapai 73 drum," kata Abdul Wahab.
Pencemaran limbah minyak hitam di Bintan ini merupakan "penyakit tahunan" terutama saat musim utara.
Limbah tersebut berasal dari wilayah OPL atau perairan perbatasan antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
"Limbah itu dibuang kapal tanker asing di wilayah OPL, kemudian dibawa arus ke perairan Bintan," katanya.
Wahab berharap ada langkah konkret dari pemerintah guna mengatasi persoalan limbah tersebut karena masalah ini bisa mencoreng Bintan sebagai kawasan wisata internasional di mata turis asing.
Pihaknya siap mendukung wacana pemerintah menebar jaring di sepanjang garis pantai untuk menghalau kotoran oli bekas itu.
"Kalau dampak kunjungan wisman memang belum ada, tapi kita perlu tunjukkan kepada turis bahwa limbah minyak itu bisa dibasmi atau paling tidak diminimalisasi," kata Wahab.*
Pewarta : Ogen
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina EP Ramba Sumsel jalin sinergi dengan Kejaksaan dan SKK perkuat perlindungan aset negara
28 January 2026 20:57 WIB
Libya pecahkan rekor produksi minyak dalam 12 tahun terakhir, naik 1,37 juta barel per hari
25 January 2026 16:54 WIB
PEP Adera Field catat rekor produksi minyak 5.214 BOPD, tertinggi sejak 1983
21 January 2026 6:26 WIB
Produksi minyak Pertamina EP naik sepanjang 2025, tembus 27.643 barel per hari
13 January 2026 18:07 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB