Nelayan Sungsang takut melaut karena ombak tinggi
Jumat, 10 Januari 2020 21:24 WIB
Nelayan di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, memperbaiki jaring selam tidak melaut karena ombak tinggi akibat cuaca ekstrem, Jumat (10/1/2020). (ANTARA/Dolly Rosana/20)
Palembang (ANTARA) - Ribuan nelayan di Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, memilih tidak melaut karena ombak mencapai lebih dari 3 meter sejak sebulan terakhir.
Alfajri (41 tahun), salah seorang nelayan di Desa Muara Sungsang mengaku sudah lebih dari 20 hari memilih mencari ikan di perairan Sungai Sungsang saja.
“Ombaknya tinggi, kalau sudah lebih pukul 10.00 WIB lebih memilih mencari ikan di sungai. Hasilnya lebih sedikit, tapi lebih aman jika dibanding harus ke laut,” kata dia.
Ia mengatakan, perubahan cuaca sangat terasa sejak 10 tahun terakhir sehingga nelayan memiliki waktu lebih sedikit untuk melaut dalam satu tahun.
"Ini cuaca tidak menentu, berbeda dengan beberapa dekade lalu. Kadang kami sampai berbulan-bulan tidak melaut, karena ombak tinggi terus," kata dia.
Camat Banyuasin II Salinan menjelaskan, ribuan nelayan di Kecamatan Banyuasin II sudah hampir satu bulan ini tidak mencari ikan di laut.
Padahal hampir semua masyarakat di kecamatan tersebut berprofesi sebagai nelayan yang aktivitas kesehariannya berlayar ke perairan pesisir Sumatera.
“Sudah sejak Desember 2019, nelayan enggan melaut karena ombak mencapai tiga meter. Mereka khawatir kapalnya terhempas ombak dan karam di tengah laut,” kata dia.
Terkait cuaca buruk ini, pemerintah telah mengimbau para nelayan yang berada di kawasan perairan itu untuk tidak melaut.
“Sebagai gantinya, kami sarankan mencari ikan di area perairan sungai saja,” kata dia.
Alfajri (41 tahun), salah seorang nelayan di Desa Muara Sungsang mengaku sudah lebih dari 20 hari memilih mencari ikan di perairan Sungai Sungsang saja.
“Ombaknya tinggi, kalau sudah lebih pukul 10.00 WIB lebih memilih mencari ikan di sungai. Hasilnya lebih sedikit, tapi lebih aman jika dibanding harus ke laut,” kata dia.
Ia mengatakan, perubahan cuaca sangat terasa sejak 10 tahun terakhir sehingga nelayan memiliki waktu lebih sedikit untuk melaut dalam satu tahun.
"Ini cuaca tidak menentu, berbeda dengan beberapa dekade lalu. Kadang kami sampai berbulan-bulan tidak melaut, karena ombak tinggi terus," kata dia.
Camat Banyuasin II Salinan menjelaskan, ribuan nelayan di Kecamatan Banyuasin II sudah hampir satu bulan ini tidak mencari ikan di laut.
Padahal hampir semua masyarakat di kecamatan tersebut berprofesi sebagai nelayan yang aktivitas kesehariannya berlayar ke perairan pesisir Sumatera.
“Sudah sejak Desember 2019, nelayan enggan melaut karena ombak mencapai tiga meter. Mereka khawatir kapalnya terhempas ombak dan karam di tengah laut,” kata dia.
Terkait cuaca buruk ini, pemerintah telah mengimbau para nelayan yang berada di kawasan perairan itu untuk tidak melaut.
“Sebagai gantinya, kami sarankan mencari ikan di area perairan sungai saja,” kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Palembang Senin 27 April 2026: Berpotensi hujan ringan hingga sedang
27 April 2026 10:38 WIB
Prakiraan cuaca Kota Palembang Minggu 26 April 2026: Berpotensi hujan disertai petir
26 April 2026 8:32 WIB