Facebook "bersih-bersih" platform jelang Pemilu AS
Selasa, 7 Januari 2020 15:19 WIB
Logo baru Facebook (about.fb.com)
Jakarta (ANTARA) - Facebook Inc menyatakan akan menghapus video manipulasi dari platform mereka, kecuali konten parodi dan satir, menjelang Pemilu Presiden Amerika Serikat yang dijadwalkan digelar November 2020.
"Kebijakan ini tidak berlaku untuk konten bermuatan parodi atau satir, atau video yang diedit untuk menhilangkan atau mengubah urutan kata," kata Facebook, dikutip dari Reuters, Selasa.
Facebook akan menghapus konten yang menggunakan teknologi, misalnya kecerdasan buatan, yang "menggabungkan, mengganti atau melebihkan konten dalam sebuah video dan membuatnya seolah asli".
Politikus mengkritik Facebook karena kebijakan konten mereka. Partai Demokrat AS memprotes platform tersebut karena tidak mengecek fakta terkait iklan politik.
Sementara Partai Republik menuduh Facebook melakukan diskriminasi terhadap aliran konservatif, namun hal itu sudah dibantah oleh Facebook.
Terkait aturan tersebut, Facebook menyatakan tidak akan menghapus video hasil edit politikus Nancy Pelosi yang seolah-olah salah berbicara.
"Video tentang Pelosi tidak memenuhi syarat kebijakan ini dan tidak akan dihapus. Hanya video yang dibuat oleh kecerdasan buatan yang menggambarkan orang yang mengatakan sesuatu yang tidak benar, akan diturunkan," kata Facebook.
Menjelang Pemilu pada November 2020, platform media sosial ditekan agar mereka menghapus video deepfake (manipulasi), yang menggunakan kecerdasan buatan sehingga seolah-olah seseorang mengatakan sesuatu, padahal sebenarnya tidak".
"Kebijakan ini tidak berlaku untuk konten bermuatan parodi atau satir, atau video yang diedit untuk menhilangkan atau mengubah urutan kata," kata Facebook, dikutip dari Reuters, Selasa.
Facebook akan menghapus konten yang menggunakan teknologi, misalnya kecerdasan buatan, yang "menggabungkan, mengganti atau melebihkan konten dalam sebuah video dan membuatnya seolah asli".
Politikus mengkritik Facebook karena kebijakan konten mereka. Partai Demokrat AS memprotes platform tersebut karena tidak mengecek fakta terkait iklan politik.
Sementara Partai Republik menuduh Facebook melakukan diskriminasi terhadap aliran konservatif, namun hal itu sudah dibantah oleh Facebook.
Terkait aturan tersebut, Facebook menyatakan tidak akan menghapus video hasil edit politikus Nancy Pelosi yang seolah-olah salah berbicara.
"Video tentang Pelosi tidak memenuhi syarat kebijakan ini dan tidak akan dihapus. Hanya video yang dibuat oleh kecerdasan buatan yang menggambarkan orang yang mengatakan sesuatu yang tidak benar, akan diturunkan," kata Facebook.
Menjelang Pemilu pada November 2020, platform media sosial ditekan agar mereka menghapus video deepfake (manipulasi), yang menggunakan kecerdasan buatan sehingga seolah-olah seseorang mengatakan sesuatu, padahal sebenarnya tidak".
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ANTARA terima penghargaan partisipasi dukungan sosialisasi Pemilu 2024
10 February 2025 13:08 WIB, 2025
Mantan Presiden Jokowi imbau masyarakat tenang jelang hari pemilihan
25 November 2024 14:54 WIB, 2024