BPPT ciptakan penyimpanan merkuri cegah penguapan
Kamis, 19 Desember 2019 9:35 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati (kedua kanan) memperlihatkan dokumen saran dan rekomendasi dari Ombudsman RI terkait RAN PPM di Jakarta, Senin (16/12/2019). (ANTARA/ (Muhammad Zulfikar)
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) saat ini sudah menciptakan atau menghasilkan alat penyimpanan merkuri untuk mencegah terjadinya penguapan merkuri di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.
"Sebetulnya teknologinya bisa kita luncurkan tahun ini, sudah ada prototipe atau model kerja dasarnya," kata Sekretaris utama BPPT Dadan Moh Nurjaman pada kegiatan capaian inovasi dan layanan teknologi BPPT 2019 di Jakarta, Rabu (19/12).
Secara umum, untuk kasus merkuri di Gunung Botak tersebut, ia menjelaskan BPPT sudah melakukan sejumlah survei awal bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Berdasarkan hal itu, wadah penyimpanan merkuri dinilai cukup efektif terutama dalam mencegah terjadinya penguapan bahan kimia berbahaya tersebut.
"Kondisi di lokasi saat ini ialah penggunaan merkuri harus dihentikan dan hal itu akan berimbas pada banyaknya merkuri yang tersimpan di daerah tersebut," katanya.
Dua hal berbahaya yang harus diantisipasi dari keberadaan merkuri adalah saat zat tersebut terekspos ke lingkungan dan ketika terjadinya penguapan. Sehingga hal utama yang dapat dilakukan oleh BPPT dan memang harus diperhatikan ialah mengantisipasi penguapan merkuri sebab pada hakekatnya zat berbahaya itu dapat menguap terutama pada suhu kamar.
"Merkuri itu dalam temperatur kamar dapat menguap. Oleh sebab itu sistem penyimpanannya juga harus khusus," ujarnya.
Dengan adanya penyimpanan khusus merkuri di Pulau Buru, ujar dia, diharapkan penguapan zat tersebut dapat dicegah dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
Tindakan yang dilakukan oleh BPPT tersebut merupakan salah satu upaya dalam penanganan masalah merkuri di Indonesia sebab lembaga itu memang sudah fokus dalam seluk beluk merkuri sejak 2015. Tepatnya setelah konvensi minamata dikeluarkan pada 2014.
"Ke depan kita juga terus bersama-sama dengan KLHK dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pengurangan dan penghapusan merkuri," kata dia.
Termasuk pula terkait alat kesehatan mengandung merkuri yang juga akan dihentikan pemakaiannya secara keseluruhan pada 2020, BPPT juga telah merancang tempat penyimpanan untuk alat-alat tersebut sehingga merkurinya tidak mencemari lingkungan.
"Sebetulnya teknologinya bisa kita luncurkan tahun ini, sudah ada prototipe atau model kerja dasarnya," kata Sekretaris utama BPPT Dadan Moh Nurjaman pada kegiatan capaian inovasi dan layanan teknologi BPPT 2019 di Jakarta, Rabu (19/12).
Secara umum, untuk kasus merkuri di Gunung Botak tersebut, ia menjelaskan BPPT sudah melakukan sejumlah survei awal bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Berdasarkan hal itu, wadah penyimpanan merkuri dinilai cukup efektif terutama dalam mencegah terjadinya penguapan bahan kimia berbahaya tersebut.
"Kondisi di lokasi saat ini ialah penggunaan merkuri harus dihentikan dan hal itu akan berimbas pada banyaknya merkuri yang tersimpan di daerah tersebut," katanya.
Dua hal berbahaya yang harus diantisipasi dari keberadaan merkuri adalah saat zat tersebut terekspos ke lingkungan dan ketika terjadinya penguapan. Sehingga hal utama yang dapat dilakukan oleh BPPT dan memang harus diperhatikan ialah mengantisipasi penguapan merkuri sebab pada hakekatnya zat berbahaya itu dapat menguap terutama pada suhu kamar.
"Merkuri itu dalam temperatur kamar dapat menguap. Oleh sebab itu sistem penyimpanannya juga harus khusus," ujarnya.
Dengan adanya penyimpanan khusus merkuri di Pulau Buru, ujar dia, diharapkan penguapan zat tersebut dapat dicegah dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
Tindakan yang dilakukan oleh BPPT tersebut merupakan salah satu upaya dalam penanganan masalah merkuri di Indonesia sebab lembaga itu memang sudah fokus dalam seluk beluk merkuri sejak 2015. Tepatnya setelah konvensi minamata dikeluarkan pada 2014.
"Ke depan kita juga terus bersama-sama dengan KLHK dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pengurangan dan penghapusan merkuri," kata dia.
Termasuk pula terkait alat kesehatan mengandung merkuri yang juga akan dihentikan pemakaiannya secara keseluruhan pada 2020, BPPT juga telah merancang tempat penyimpanan untuk alat-alat tersebut sehingga merkurinya tidak mencemari lingkungan.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satu korban pesawat ATR 42-500 dievakuasi dari atas tebing Gunung Bulusaraung
18 January 2026 19:56 WIB
Tim SAR dikerahkan ke Gunung Bulusaraung Sulsel setelah ditemukan serpihan pesawat ATR
18 January 2026 14:12 WIB
Aktivitas pendakian Gunung Dempo berjalan normal, dalam status siaga bencana banjir dan longsor
13 December 2025 8:21 WIB
Seorang pendaki remaja terjatuh di Gunung Rinjani, jasad dievakuasi tim SAR
11 December 2025 8:07 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB