Tim pelajar Indonesia akan hadapi ujian nyata saat lawan Korsel
Selasa, 19 November 2019 13:47 WIB
Kiper utama tim pelajar Indonesia Sabda Yoga Bhuana Putra melakukan latihan di Lapangan Bima Sakti, Balikpapan, Senin (19/11/2019). (ANTARA/A Rauf Andar Adipati)
Balikpapan (ANTARA) - Tim pelajar Indonesia akan menghadapi ujian nyata saat melawan Korea Selatan (Korsel) dalam pertandingan kedua Grup B Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Asia/Asian Football School Championship 2019 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (19/11/2019).
Berbekal hasil positif dengan kemenangan 8-0 atas Sri Lanka pada pertandingan perdana, pasukan Bambang Warsito saat ini kokoh memuncaki klasemen Grup B dengan koleksi tiga poin. Mereka unggul dua poin atas Korsel yang hanya bermain imbang 1-1 pada laga pembukaan.
Kekuatan Korsel jelas tidak bisa disamakan dengan Sri Lanka. Nama besar tentu menjadi salah satu keunggulan psikologis Korsel, toh pelatih yang akrab disapa Coach Ito tidak ciut nyalinya dengan fakta tersebut.
Terlebih, Bambang ingat betul bahwa tim pelajar Indonesia juga memiliki catatan manis atas Korsel di kejuaraan ini.
"Kita punya sejarah dua kali berturut-turut, bahwa kita bisa memenangkan pertandingan. Jadi gak usah takut," kata Bambang saat ditemui setelah latihan tim pada Senin.
Bambang menjanjikan akan menurunkan kekuatan terbaik timnya. Bahkan, ia membuka peluang bagi pemain timnas U-19, Muhammad Supriadi, untuk tampil lebih awal, setelah hanya menjadi pemain pengganti pada laga kontra Sri Lanka.
Satu-satunya pemain pilar yang kemungkinan akan absen dalam pertandingan melawan Korsel adalah Muhammad Salman yang mengalami cedera punggung kaki, yang didapat dari pertandingan perdana.
Menghadapi fakta tersebut, Bambang menyatakan timnya memiliki pemain-pemain pelapis yang akan dapat mengisi posisi Salman.
"Takutnya cederanya Salman gak pulih, sehingga kita akan mempersiapkan penggantinya di posisi yang sama. Kita akan perkuat di lini tengah," ujarnya.
Bambang menjabarkan bahwa posisi Salman tersebut masih dapat diisi Komang, Asdi Ohorella, Ikhwan Ali Tanamal.
Waspadai Indonesia
Pelatih tim pelajar Korsel An Sun Jin mengaku mewaspadai Indonesia, terutama setelah melihat permainan Elang Muda ketika menghantam Sri Lanka.
"Pemain Indonesia sangat determinan. Mereka mampu bermain cepat dan semua pemain kompak dalam bergerak," kata An.
Tetapi An menyatakan pihaknya telah mempelajari kelemahan tim pelajar Indonesia, sehingga tidak cemas dengan penampilan Elang Muda.
An juga mengatakan bahwa mental para pemainnya tidak akan mengendur meski nanti akan ditekan oleh para penggemar tuan rumah, serta para pemainnya sudah beradaptasi dengan cuaca panas di Balikpapan.
Berbekal hasil positif dengan kemenangan 8-0 atas Sri Lanka pada pertandingan perdana, pasukan Bambang Warsito saat ini kokoh memuncaki klasemen Grup B dengan koleksi tiga poin. Mereka unggul dua poin atas Korsel yang hanya bermain imbang 1-1 pada laga pembukaan.
Kekuatan Korsel jelas tidak bisa disamakan dengan Sri Lanka. Nama besar tentu menjadi salah satu keunggulan psikologis Korsel, toh pelatih yang akrab disapa Coach Ito tidak ciut nyalinya dengan fakta tersebut.
Terlebih, Bambang ingat betul bahwa tim pelajar Indonesia juga memiliki catatan manis atas Korsel di kejuaraan ini.
"Kita punya sejarah dua kali berturut-turut, bahwa kita bisa memenangkan pertandingan. Jadi gak usah takut," kata Bambang saat ditemui setelah latihan tim pada Senin.
Bambang menjanjikan akan menurunkan kekuatan terbaik timnya. Bahkan, ia membuka peluang bagi pemain timnas U-19, Muhammad Supriadi, untuk tampil lebih awal, setelah hanya menjadi pemain pengganti pada laga kontra Sri Lanka.
Satu-satunya pemain pilar yang kemungkinan akan absen dalam pertandingan melawan Korsel adalah Muhammad Salman yang mengalami cedera punggung kaki, yang didapat dari pertandingan perdana.
Menghadapi fakta tersebut, Bambang menyatakan timnya memiliki pemain-pemain pelapis yang akan dapat mengisi posisi Salman.
"Takutnya cederanya Salman gak pulih, sehingga kita akan mempersiapkan penggantinya di posisi yang sama. Kita akan perkuat di lini tengah," ujarnya.
Bambang menjabarkan bahwa posisi Salman tersebut masih dapat diisi Komang, Asdi Ohorella, Ikhwan Ali Tanamal.
Waspadai Indonesia
Pelatih tim pelajar Korsel An Sun Jin mengaku mewaspadai Indonesia, terutama setelah melihat permainan Elang Muda ketika menghantam Sri Lanka.
"Pemain Indonesia sangat determinan. Mereka mampu bermain cepat dan semua pemain kompak dalam bergerak," kata An.
Tetapi An menyatakan pihaknya telah mempelajari kelemahan tim pelajar Indonesia, sehingga tidak cemas dengan penampilan Elang Muda.
An juga mengatakan bahwa mental para pemainnya tidak akan mengendur meski nanti akan ditekan oleh para penggemar tuan rumah, serta para pemainnya sudah beradaptasi dengan cuaca panas di Balikpapan.
Pewarta : A Rauf Andar Adipati
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kota Palembang matangkan persiapan jelang kejuaraan Asia Mini Football 2026
25 January 2026 10:30 WIB
Sumsel United siap tampil maksimal, bawa 23 pemain hadapi Adhyaksa FC Banten
15 January 2026 19:14 WIB
Jadwal pekan pertama Proliga 2026 pertemukan Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric PLN
09 January 2026 9:23 WIB
Pelatih Sumsel United Nilmaizar fokus benahi lini pertahanan manfaatkan jeda kompetisi
23 December 2025 21:52 WIB