BUMN bantu korban gempa Ambon
Minggu, 29 September 2019 14:04 WIB
Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) memberikan bantuan kepada korban gempa di Kabupaten Seram Bagian Barat, Ambon. (Kementerian BUMN)
Jakarta (ANTARA) - Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp200 juta dan 250 set terpal untuk membuat posko kepada korban gempa di Kabupaten Seram Bagian Barat, Ambon, Maluku.
"Bantuan yang akan disalurkan di Pulau Seram melalui Yayasan BUMN Untuk Negeri melibatkan beberapa BUMN secara langsung," kata Ketua Yayasan BHUN Hendrawan Balaningrath melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan BUMN sangat intens memantau secara langsung penanganan korban gempa, bukan saja di Kota Ambon.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga turut memberikan bantuan kepada korban gempa di dua desa Kabupaten Seram Bagian Barat yaitu Desa Waai dan Desa Liang.
BNI menyalurkan sedikitnya 200 karton mie instan, 100 karton air mineral, 20 karton makanan bayi, 20 karton popok bayi, 200 selimut, 100 senter, 50 lembar terpal dan 1.000 nasi bungkus
Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Samal mengatakan, BUMN harus menjadi yang terdepan dalam hal kemanusiaan terhadap korban bencana alam. Sebagai penggerak ekonomi di daerah, sinergi BUMN dapat meringankan beban para korban bencana alam.
"Semoga bantuan BUMN dapat dimanfaatkan dengan baik, paling utama semoga dapat meringankan beban para korban yang saat ini ada di tenda-tenda pengungsian," kata Hambra.
Selain BNI, beberapa BUMN juga telah menyalurkan bantuannya antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT Pelindo 4 (Persero), PT Jasa Raharja (Persero), PT ASDP Ferry Indonesia, PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Posko Induk Kementerian BUMN dibuka di Wayame Ambon, ASDP Hunimua dan Jasa Raharja Katapang.
Sebelumnya, gempa bermagnitudo 6.8 (dimutakhirkan menjadi 6.5 magnitudo) mengguncang Kota Ambon pada Kamis (26/9) hingga mengakibatkan ratusan rumah rusak dan korban jiwa.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (28/9) pagi, 20 korban meninggal dunia, yakni 8 orang Kota Ambon, 10 orang Maluku Tengah dan 2 orang Seram bagian barat.
Selain itu, 152 orang luka-luka, yakni 31 orang Kota Ambon, 108 orang Maluku Tengah dan 13 orang Seram bagian barat, serta sekitar 25.000 orang mengungsi.
"Bantuan yang akan disalurkan di Pulau Seram melalui Yayasan BUMN Untuk Negeri melibatkan beberapa BUMN secara langsung," kata Ketua Yayasan BHUN Hendrawan Balaningrath melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan BUMN sangat intens memantau secara langsung penanganan korban gempa, bukan saja di Kota Ambon.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga turut memberikan bantuan kepada korban gempa di dua desa Kabupaten Seram Bagian Barat yaitu Desa Waai dan Desa Liang.
BNI menyalurkan sedikitnya 200 karton mie instan, 100 karton air mineral, 20 karton makanan bayi, 20 karton popok bayi, 200 selimut, 100 senter, 50 lembar terpal dan 1.000 nasi bungkus
Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Samal mengatakan, BUMN harus menjadi yang terdepan dalam hal kemanusiaan terhadap korban bencana alam. Sebagai penggerak ekonomi di daerah, sinergi BUMN dapat meringankan beban para korban bencana alam.
"Semoga bantuan BUMN dapat dimanfaatkan dengan baik, paling utama semoga dapat meringankan beban para korban yang saat ini ada di tenda-tenda pengungsian," kata Hambra.
Selain BNI, beberapa BUMN juga telah menyalurkan bantuannya antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT Pelindo 4 (Persero), PT Jasa Raharja (Persero), PT ASDP Ferry Indonesia, PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Posko Induk Kementerian BUMN dibuka di Wayame Ambon, ASDP Hunimua dan Jasa Raharja Katapang.
Sebelumnya, gempa bermagnitudo 6.8 (dimutakhirkan menjadi 6.5 magnitudo) mengguncang Kota Ambon pada Kamis (26/9) hingga mengakibatkan ratusan rumah rusak dan korban jiwa.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (28/9) pagi, 20 korban meninggal dunia, yakni 8 orang Kota Ambon, 10 orang Maluku Tengah dan 2 orang Seram bagian barat.
Selain itu, 152 orang luka-luka, yakni 31 orang Kota Ambon, 108 orang Maluku Tengah dan 13 orang Seram bagian barat, serta sekitar 25.000 orang mengungsi.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim tanggap bencana Semen Baturaja bantu korban bencana gempa Cianjur
24 November 2022 18:37 WIB, 2022
Erick Thohir dukung UMKM di Jakarta naik kelas lewat bantuan kemasan
14 February 2022 15:02 WIB, 2022
Erick Thohir: Satgas Bencana Nasional BUMN perkuat integrasi bantuan
09 February 2022 13:51 WIB, 2022
Kemenkeu targetkan PMN Rp20,5 triliun di lima BUMN cair September 2020
28 August 2020 18:22 WIB, 2020
Pemerintah siapkan stimulus tambahan bagi pekerja untuk dorong ekonomi Indonesia
06 August 2020 14:57 WIB, 2020
Bukit Asam salurkan bantuan 5 unit ambulans ke OKU Timur senilai Rp1,2 miliar
24 July 2020 20:32 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB