Densus: Terduga teroris Cilincing rakit bom daya ledak tinggi
Senin, 23 September 2019 15:19 WIB
Asap yang membumbung tinggi dari ledakan bom TATP milik tersangka terduga teroris MA di Cilincing Jakarta Utara, Senin (23-9-2019). ANTARA/Devi Nindy Sari Ramadhan
Jakarta (ANTARA) - Terduga teroris MA (21) yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 di Kamplingan Tipar Timur RT03/04, Jakarta Utara diketahui merakit bom dengan daya ledak tinggi.
"Jenis bom adalah TATP (triaseton triperoksida) dan biasanya itu yang kecil saja sudah berdaya ledak tinggi," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar (Kombes) Polisi Budhi Herdi Susianto di Jakarta, Senin.
Adapun jenis bahan peledak yang digunakan bom tersebut juga disebut dengan "biang setan" yang digunakan petempur Palestina. Jenis ini sangat mudah meledak dengan sundutan rokok, korek api, atau panas tinggi. Daya ledaknya hingga mencapai 300 meter.
Budhi menyebut daya ledak bom terduga teroris MA cukup besar, terlihat saat petugas kepolisian melakukan pemusnahan bom dengan cara diledakkan.
"Sebagaimana ditemukan di TKP ada H2O2, kemudian ada bahan peledak lain yang tentunya kami ledakkan hampir semuanya bahan mentah," katanya.
Dalam kondisi kosong, bom tersebut dapat meledak di sekitarnya, baik manusia maupun benda beradius 50 meter.
"Kalau melalui media atau barang lain, daya ledaknya bisa lebih jauh lagi, karena bisa menghantarkan atau berbenturan dengan media lain yang mereka temukan atau hantarkan," ujar Budhi.
"Jenis bom adalah TATP (triaseton triperoksida) dan biasanya itu yang kecil saja sudah berdaya ledak tinggi," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar (Kombes) Polisi Budhi Herdi Susianto di Jakarta, Senin.
Adapun jenis bahan peledak yang digunakan bom tersebut juga disebut dengan "biang setan" yang digunakan petempur Palestina. Jenis ini sangat mudah meledak dengan sundutan rokok, korek api, atau panas tinggi. Daya ledaknya hingga mencapai 300 meter.
Budhi menyebut daya ledak bom terduga teroris MA cukup besar, terlihat saat petugas kepolisian melakukan pemusnahan bom dengan cara diledakkan.
"Sebagaimana ditemukan di TKP ada H2O2, kemudian ada bahan peledak lain yang tentunya kami ledakkan hampir semuanya bahan mentah," katanya.
Dalam kondisi kosong, bom tersebut dapat meledak di sekitarnya, baik manusia maupun benda beradius 50 meter.
"Kalau melalui media atau barang lain, daya ledaknya bisa lebih jauh lagi, karena bisa menghantarkan atau berbenturan dengan media lain yang mereka temukan atau hantarkan," ujar Budhi.
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wapres Ma'ruf Amin dukung langkah Polri proses mubalig terduga teroris
19 November 2021 23:02 WIB, 2021
Terbukti buang sampah sembarangan, perusahaan jasa pengangkut didenda Rp10 juta
12 August 2026 7:18 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palembang pastikan integrasi warga binaan lewat warung informasi
18 September 2026 19:57 WIB
Kasus TPPU eks Jampidsus segera disidangkan, kuasa hukum sebut Febrie kooperatif
16 September 2026 9:16 WIB