Penggunaan B20 disebutkan mampu turunkan impor solar
Senin, 12 Agustus 2019 18:21 WIB
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam jumpa pers usai rapat terbatas bertopik Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin (12/8/2019). (Bayu Prasetyo)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menjelaskan implementasi penggunaan biodiesel jenis B20 telah menurunkan impor solar pada 2019.
"Memang jelas turun impor 2019 dibanding 2018. Rata-rata impor solar bulanan tahun 2019 turun 45 persen dibanding rata-rata impor solar bulanan tahun 2018," kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam jumpa pers usai rapat terbatas bertopik Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel di Kantor Presiden, Jakarta, Senin.
Menurut dia, penurunan itu dikarenakan penggunaan FAME (Fatty Acid Methyl Eter) atau turunan minyak sawit mentah (CPO). Penyaluran FAME untuk B20 pada Januari-Juli 2019 mencapai 3,49 juta kilo liter. Lalu hingga akhir Desember, Darmin memperkirakan akan tersalur sebanyak 6,197 kilo liter.
Darmin Nasution menambahkan realisasi penggunaan B20 hingga Juli 2019 mencapai 97,5 persen. Sementara untuk pengujian B30 akan tuntas pada pertengahan September 2019.
"Dari pengujian sampai sekarang tidak ada masalah serius. Cukup jelas bahwa nanti per awal Januari (tahun 2020) B30 akan berjalan," ujar Darmin.
Pemerintah telah melakukan rapat terbatas terkait Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel.
Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pelaksanaan penggunaan biodiesel, sebagai salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah.
Penggunaan biodiesel juga dapat meningkatkan permintaan minyak sawit di dalam negeri.
Presiden Jokowi mengatakan penggunaan biodiesel B20 secara konsisten dapat menghemat anggaran negara sebesar 5,5 miliar dolar AS atas impor bahan bakar minyak.
"Memang jelas turun impor 2019 dibanding 2018. Rata-rata impor solar bulanan tahun 2019 turun 45 persen dibanding rata-rata impor solar bulanan tahun 2018," kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam jumpa pers usai rapat terbatas bertopik Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel di Kantor Presiden, Jakarta, Senin.
Menurut dia, penurunan itu dikarenakan penggunaan FAME (Fatty Acid Methyl Eter) atau turunan minyak sawit mentah (CPO). Penyaluran FAME untuk B20 pada Januari-Juli 2019 mencapai 3,49 juta kilo liter. Lalu hingga akhir Desember, Darmin memperkirakan akan tersalur sebanyak 6,197 kilo liter.
Darmin Nasution menambahkan realisasi penggunaan B20 hingga Juli 2019 mencapai 97,5 persen. Sementara untuk pengujian B30 akan tuntas pada pertengahan September 2019.
"Dari pengujian sampai sekarang tidak ada masalah serius. Cukup jelas bahwa nanti per awal Januari (tahun 2020) B30 akan berjalan," ujar Darmin.
Pemerintah telah melakukan rapat terbatas terkait Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel.
Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pelaksanaan penggunaan biodiesel, sebagai salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah.
Penggunaan biodiesel juga dapat meningkatkan permintaan minyak sawit di dalam negeri.
Presiden Jokowi mengatakan penggunaan biodiesel B20 secara konsisten dapat menghemat anggaran negara sebesar 5,5 miliar dolar AS atas impor bahan bakar minyak.
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua B20 Indonesia Shinta Kamdani berbagi cerita isu prioritas jadi topik utama WEF
05 June 2022 1:51 WIB, 2022
Elon Musk hingga Bill Gates konfirmasi hadir di B20 Summit Bali, November
24 May 2022 1:43 WIB, 2022
Airlangga harapkan forum B20 bantu G20 penuhi target "net zero emission"
27 January 2022 22:42 WIB, 2022
Kata Menperin, lewat biodiesel Indonesia tak perlu "mengemis" negara lain
20 August 2019 14:13 WIB, 2019
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
PT OKI Pulp & Paper bangun jalan beton di OKI, dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa
14 February 2026 17:53 WIB
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI tambah rangkaian KA Sindang Marga, antisipasi lonjakan penumpang Imlek
12 February 2026 6:52 WIB
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'
11 February 2026 14:36 WIB