"KPK" ajak warga stop siksa kucing liar
Minggu, 14 Juli 2019 11:38 WIB
Seorang aktivis berkampanye stop penyiksaan kucing di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (14/7/2019). (ANTARA/Aditya Pradana Putra)
Jakarta (ANTARA) - Komunitas Pecinta Kucing (KPK) Jabodetabek berkampanye mengajak masyarakat untuk tidak menyiksa kucing yang berkeliaran di jalanan maupun tempat umum.
Dalam aksi yang dilakukan di area "car free day" (CFD) Jalan MH Thamrin, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu, belasan aktivis KPK Jabodetabek itu membawa poster yang diwarnai foto-foto contoh dampak kekejaman oknum warga terhadap kucing-kucing.
"Kalau tidak suka kucing, jangan menyiksanya," kata aktivis KPK Jabodetabek Yunus Ahmad di sela aksinya.
Sebaiknya, kata dia, kontak petugas terkait di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, shelter penampungan hewan telantar atau bisa juga melaporkan ke Komunitas Pecinta Kucing.
"Kami akan merawatnya," kata Yunus sambil memberikan alamat akun Instagram @kpkjabodetabek untuk tempat melaporkan keberadaan kucing terlantar.
Yunus mengatakan, banyak aksi kekejaman terhadap kucing, seperti penyiraman kucing dengan air panas, pemukulan, hingga pernah ada kasus kucing ditembak dan dipanah.
"Tidak semua langsung mati, banyak juga kucing yang masih hidup setelah disiksa seperti itu," kata dia.
Yunus mengakui bahwa tindakan kekerasan terhadap kucing dipicu beberapa hal, seperti populasinya yang banyak, tindakan "nakal" kucing yang mencuri makanan, serta kekhawatiran masyarakat kucing menyebarkan penyakit, di antaranya toxoplasma dan rabies.
"Akan tetapi, penyiksaan bukanlah solusi," kata dia.
Menurut Yunus, keberadaan kucing yang mereka anggap mengganggu itu sebaiknya diatasi dengan dibawa ke shelter untuk ditangani secara lebih layak.
"Beberapa anggota kami memiliki shelter yang bisa menangani kucing-kucing terlantar secara lebih layak," kata Yunus.
Senada dengan Yunus, salah satu warga pecinta kucing di Bundaran HI, Rizki Nurfahri mengatakan dirinya sepakat dengan KPK.
"Saya berharap masyarakat Jakarta harus mengedepankan empatinya terhadap kucing, jangan sampai disiksa," kata dia.
Apalagi, lanjut Rizki, bagi penganut Islam, kucing adalah hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW.
"Sebaiknya kita juga meniru kebiasaan teladan kita, Nabi Muhammad, dalam mencintai kucing," kata Rizki.
Dalam aksi yang dilakukan di area "car free day" (CFD) Jalan MH Thamrin, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu, belasan aktivis KPK Jabodetabek itu membawa poster yang diwarnai foto-foto contoh dampak kekejaman oknum warga terhadap kucing-kucing.
"Kalau tidak suka kucing, jangan menyiksanya," kata aktivis KPK Jabodetabek Yunus Ahmad di sela aksinya.
Sebaiknya, kata dia, kontak petugas terkait di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, shelter penampungan hewan telantar atau bisa juga melaporkan ke Komunitas Pecinta Kucing.
"Kami akan merawatnya," kata Yunus sambil memberikan alamat akun Instagram @kpkjabodetabek untuk tempat melaporkan keberadaan kucing terlantar.
Yunus mengatakan, banyak aksi kekejaman terhadap kucing, seperti penyiraman kucing dengan air panas, pemukulan, hingga pernah ada kasus kucing ditembak dan dipanah.
"Tidak semua langsung mati, banyak juga kucing yang masih hidup setelah disiksa seperti itu," kata dia.
Yunus mengakui bahwa tindakan kekerasan terhadap kucing dipicu beberapa hal, seperti populasinya yang banyak, tindakan "nakal" kucing yang mencuri makanan, serta kekhawatiran masyarakat kucing menyebarkan penyakit, di antaranya toxoplasma dan rabies.
"Akan tetapi, penyiksaan bukanlah solusi," kata dia.
Menurut Yunus, keberadaan kucing yang mereka anggap mengganggu itu sebaiknya diatasi dengan dibawa ke shelter untuk ditangani secara lebih layak.
"Beberapa anggota kami memiliki shelter yang bisa menangani kucing-kucing terlantar secara lebih layak," kata Yunus.
Senada dengan Yunus, salah satu warga pecinta kucing di Bundaran HI, Rizki Nurfahri mengatakan dirinya sepakat dengan KPK.
"Saya berharap masyarakat Jakarta harus mengedepankan empatinya terhadap kucing, jangan sampai disiksa," kata dia.
Apalagi, lanjut Rizki, bagi penganut Islam, kucing adalah hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW.
"Sebaiknya kita juga meniru kebiasaan teladan kita, Nabi Muhammad, dalam mencintai kucing," kata Rizki.
Pewarta : Aditya Pradana Putra
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukung Apel Akbar Satlinmas, Bank Sumsel Babel raih penghargaan khusus Pemprov Sumsel
30 August 2026 16:58 WIB
Rayakan HUT ke-81 RI, Pertamina PHR Zona 4 salurkan 4.000 paket sembako murah di Sumsel
17 August 2026 20:19 WIB
Komisaris utama Pertamina apresiasi kinerja dan kesiapan Kilang Plaju sebagai pelopor energi hijau
24 July 2026 20:22 WIB
Bank Sumsel Babel dukung Pemprov Sumsel wujudkan "Health Tourism" berkelas nasional
06 July 2026 8:14 WIB
FEB Universitas Tridinanti dan ANTARA edukasi mahasiswa cara bijak manfaatkan AI
11 June 2026 16:06 WIB
Bank Sumsel Babel gelar Wali Kota Cup Darussalam meriahkan HUT Kota Palembang
06 June 2026 23:11 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB