Tompi berharap Ratna tidak dihukum
Kamis, 11 Juli 2019 14:57 WIB
Tompi ditemui dalam peluncuran Men/o/logy di Jakarta, Kamis (11/7/2019) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Jakarta (ANTARA) - Sidang putusan atas kasus Ratna Sarumpaet akan dibacakan hari ini, sebagai orang yang pernah menjadi saksi, Tompi berharap ibu dari Atiqah Hasiholan itu terbebas dari hukuman penjara.
"Saya berharap, sejujurnya saya berharap beliau tidak dihukum. Saya berharap beliau tidak dihukum, mudah-mudahan ini jadi pelajaran yang mahal, tapi kita kan enggak bisa beropini base on maunya saya. Ada regulasi, dan problemnya ada di regulasi ini," ujar Tompi ditemui dalam acara peluncuran "Men/o/logy di Jakarta, Kamis.
Menurut Tompi, apa yang sudah dialami oleh Ratna harusnya bisa dijadikan sebuah pelajaran yang berharga. Dengan Ratna yang mengakui perbuatannya, pelantun "Sedari Dulu" itu merasa sudah lebih dari cukup.
"Banyak pertimbangan kemanusiaan lah, walaupun saya sangat-sangat tidak suka dengan kejadian itu, bukan orangnya tapi kejadiannya. Saya sangat tidak bisa menerima kejadian itu dan enggak kebayang rasanya kalau orang percaya dan keburu mengamuk," jelas Tompi.
Dia melanjutkan, "Karena kan isunya digembos, seolah-olah pihak lawan politik yang menghajar. Ketangkapnya kan gitu, orang awam menangkapnya begitu seolah-olah dihajar. Itu bahaya banget, kita enggak tahu akan ada angka aksi yang mana lagi. Tapi akhirnya terungkap dan ternyata hanya isu hoaks doang, tapi pun demikian ternyata destruksinya tidak berlanjut dan beliau juga sudah mengaku."
Kalaupun harus mendapatkan hukuman, personel Trio Lestari ini berharap hakim pengadilan memberikan hukuman yang paling ringan.
"Ya saya berharap bisa bebas, kalau dihukum ya seringan-ringannya. Kalau memungkinkan beliau bisa bebas dan kembali ke keluarganya, cukup sih," tutup Tompi.
"Saya berharap, sejujurnya saya berharap beliau tidak dihukum. Saya berharap beliau tidak dihukum, mudah-mudahan ini jadi pelajaran yang mahal, tapi kita kan enggak bisa beropini base on maunya saya. Ada regulasi, dan problemnya ada di regulasi ini," ujar Tompi ditemui dalam acara peluncuran "Men/o/logy di Jakarta, Kamis.
Menurut Tompi, apa yang sudah dialami oleh Ratna harusnya bisa dijadikan sebuah pelajaran yang berharga. Dengan Ratna yang mengakui perbuatannya, pelantun "Sedari Dulu" itu merasa sudah lebih dari cukup.
"Banyak pertimbangan kemanusiaan lah, walaupun saya sangat-sangat tidak suka dengan kejadian itu, bukan orangnya tapi kejadiannya. Saya sangat tidak bisa menerima kejadian itu dan enggak kebayang rasanya kalau orang percaya dan keburu mengamuk," jelas Tompi.
Dia melanjutkan, "Karena kan isunya digembos, seolah-olah pihak lawan politik yang menghajar. Ketangkapnya kan gitu, orang awam menangkapnya begitu seolah-olah dihajar. Itu bahaya banget, kita enggak tahu akan ada angka aksi yang mana lagi. Tapi akhirnya terungkap dan ternyata hanya isu hoaks doang, tapi pun demikian ternyata destruksinya tidak berlanjut dan beliau juga sudah mengaku."
Kalaupun harus mendapatkan hukuman, personel Trio Lestari ini berharap hakim pengadilan memberikan hukuman yang paling ringan.
"Ya saya berharap bisa bebas, kalau dihukum ya seringan-ringannya. Kalau memungkinkan beliau bisa bebas dan kembali ke keluarganya, cukup sih," tutup Tompi.
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diva Indonesia Vina Panduwinata sebut "Gita Cinta Dari SMA" bentuk menghargai senior
07 February 2023 7:17 WIB, 2023
Jadi ayah di Gita Cinta Dari SMA, Dwi Sasono: teguran bagi bapak-bapak
07 February 2023 7:14 WIB, 2023
Kebakaran di Jalan Ratna Palembang tewaskan satu orang penghuni rumah
19 December 2022 15:05 WIB, 2022
Dedi Mulyadi sampaikan pesan menyayat hati jelang sidang perceraian
26 September 2022 10:27 WIB, 2022