Program kemitraan konservasi upaya egah kebakaran hutan
Sabtu, 29 Juni 2019 15:33 WIB
Dokumen - Sejumlah petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama warga menghitung panjang rute jalur interpretasi di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling di Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (20/6/2019).. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Palembang (ANTARA) - Program kemitraan konservasi yang telah dan sedang dilaksanakan sekarang ini sebagai upaya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
"Dengan adanya kemitraan dalam mengelola hutan dan lahan maka lingkungan akan semakin lestari," kata Direktur Proyek Kelola Sendang Damayanti Buchori di Palembang, Sabtu.
Salah satu upaya yang dilaksanakan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui konsep kemitraan konservasi lanskap Sembilang Dangku.
selain itu kemitraan konservasi maka pencurian kayu yang sering terjadi selama ini dapat ditekan.
Menurut dia, selain itu konservasi yang dilaksanakan secara terpadu itu untuk meningkatkan ekonomi hijau masyarakat.
Oleh karena itu pihaknya telah melakukan Lanskap dalam mengelola hutan dan lahan agar tetap lestari.
Lanskap Sembilang Daku yang dilaksanakan tersebut juga termasuk dalam taman nasional Sembilang, Banyuasin, Sumsel.
Sementara Wakil Direktur Proyek Kelola Sendang-ZSL Indonesia David Ardhian mengatakan, konsep kemitraan konservasi cukup penting untuk melestarikan lingkungan.
Menurut dia, hal ini karena kemitraan dalam mengelola hutan dan lingkungan tersebut antara lain untuk menjaga habitat alam dan satwa yang ada.
Namun yang lebih penting model ekonomi hijau bukan saja untuk melestarikan lingkungan tetapi juga menumbuhkan perekonomian masyarakat.
Jadi dengan adanya kemitraan tersebut maka dapat menurunkan kemiskinan di daerah ini, tambah dia.
"Dengan adanya kemitraan dalam mengelola hutan dan lahan maka lingkungan akan semakin lestari," kata Direktur Proyek Kelola Sendang Damayanti Buchori di Palembang, Sabtu.
Salah satu upaya yang dilaksanakan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui konsep kemitraan konservasi lanskap Sembilang Dangku.
selain itu kemitraan konservasi maka pencurian kayu yang sering terjadi selama ini dapat ditekan.
Menurut dia, selain itu konservasi yang dilaksanakan secara terpadu itu untuk meningkatkan ekonomi hijau masyarakat.
Oleh karena itu pihaknya telah melakukan Lanskap dalam mengelola hutan dan lahan agar tetap lestari.
Lanskap Sembilang Daku yang dilaksanakan tersebut juga termasuk dalam taman nasional Sembilang, Banyuasin, Sumsel.
Sementara Wakil Direktur Proyek Kelola Sendang-ZSL Indonesia David Ardhian mengatakan, konsep kemitraan konservasi cukup penting untuk melestarikan lingkungan.
Menurut dia, hal ini karena kemitraan dalam mengelola hutan dan lingkungan tersebut antara lain untuk menjaga habitat alam dan satwa yang ada.
Namun yang lebih penting model ekonomi hijau bukan saja untuk melestarikan lingkungan tetapi juga menumbuhkan perekonomian masyarakat.
Jadi dengan adanya kemitraan tersebut maka dapat menurunkan kemiskinan di daerah ini, tambah dia.
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Semen Baturaja pasok material pembangunan pagar konservasi gajah Way Kambas sepanjang 138 Km
08 September 2026 10:46 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB
Pemkot Palembang cegah stunting jalankan program pemberian makanan tambahan
24 September 2026 22:04 WIB