Festival Bahari di Raja Ampat
Kamis, 13 Juni 2019 22:35 WIB
Kapal wisata raja Ampat (ANTARA News Papua Barat/Ernes)
Waisai, Papua Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat menggelar rapat perdana dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata guna membahas penyelenggaraan Festival Bahari 2019.
Rapat yang berlangsung di ruang Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Raja Ampat di Waisai, Kamis, itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan pariwisata, di antaranya Conservation International (CI) Indonesia, The Nature Conservancy (TNC), Fauna Flora International (FFI) Indonesia Programme, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat, Asosiasi Homestay, dan Asosiasi Kapal Wisata di Raja Ampat.
Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Raja Ampat Yusdi Lamatenggo itu dihadiri pula oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di pemerintahan kabupaten setempat.
Yusdi Lamatenggo mengatakan tema Festival Bahari tahun ini "Eksotis Raja Ampat", sedangkan kegiatan di tiga tempat yaitu Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, Kampung Sapokren, dan Teluk Mayalibit.
Dia menjelaskan bahwa konsep Festival Bahari tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana wisatawan yang mengikuti paket tur festival harus menginap di "homestay" milik masyarakat lokal di Waisai, Kampung Sapokren, Teluk Mayalibit, dan sekitarnya.
Selain itu, kata dia, dalam melakukan perjalanan wisata ke destinasi wisata diharuskan menggunakan perahu cepat trans wisata Raja Ampat dan perahu milik masyarakat lokal.
"Hal tersebut bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat lokal terutama peningkatan ekonomi. Diharapkan Festival Bahari 2019 dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, terutama para pelaku usaha pariwisata," kata dia.
Rapat yang berlangsung di ruang Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Raja Ampat di Waisai, Kamis, itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan pariwisata, di antaranya Conservation International (CI) Indonesia, The Nature Conservancy (TNC), Fauna Flora International (FFI) Indonesia Programme, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat, Asosiasi Homestay, dan Asosiasi Kapal Wisata di Raja Ampat.
Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Raja Ampat Yusdi Lamatenggo itu dihadiri pula oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di pemerintahan kabupaten setempat.
Yusdi Lamatenggo mengatakan tema Festival Bahari tahun ini "Eksotis Raja Ampat", sedangkan kegiatan di tiga tempat yaitu Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, Kampung Sapokren, dan Teluk Mayalibit.
Dia menjelaskan bahwa konsep Festival Bahari tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana wisatawan yang mengikuti paket tur festival harus menginap di "homestay" milik masyarakat lokal di Waisai, Kampung Sapokren, Teluk Mayalibit, dan sekitarnya.
Selain itu, kata dia, dalam melakukan perjalanan wisata ke destinasi wisata diharuskan menggunakan perahu cepat trans wisata Raja Ampat dan perahu milik masyarakat lokal.
"Hal tersebut bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat lokal terutama peningkatan ekonomi. Diharapkan Festival Bahari 2019 dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, terutama para pelaku usaha pariwisata," kata dia.
Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bahlil: Foto udara buktikan Pulau Gag di Raja Ampat tidak rusak, jangan termakan hoaks
10 June 2025 14:02 WIB
Basarnas selamatkan kapal nelayan terombang ambing di laut Raja Ampat
06 November 2022 22:22 WIB, 2022
Warga temukan paus terdampar dalam kondisi mati di perairan Raja Ampat
28 October 2022 9:47 WIB, 2022
Polisi tangkap satu lagi tersangka pembunuhan wartawan Raja Ampat Pos
01 August 2022 13:11 WIB, 2022
Perahu mesin angkut 10 orang dari Sorong dilaporkan hilang di perairan Raja Ampat
07 November 2021 11:08 WIB, 2021
Terpopuler - Seni & Budaya
Lihat Juga
Dinas Pariwisata Palembang promosikan Ziarah Kubro menjelang 10 hari Ramadhan
17 February 2025 19:57 WIB, 2025