Puluhan wisatawan di Gunung Kidul tersengat ubur-ubur
Senin, 3 Juni 2019 19:23 WIB
Ubur-ubur muncul sepanjang pantai di Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Wisatawan diimbau untuk berhati-hati saat mandi di bibir pantai. (ANTARA/Sutarmi)
Gunung Kidul (ANTARA) - Puluhan wisatawan yang berkunjung di kawasan pantai di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, tersengat ubur-ubur saat bermain air.
Sekretaris SAR Linmas Korwil II Baron Surisdiyanto di Gunung Kidul, Senin, mengatakan jumlah wisatawan yang tersengat ubur-ubur, yakni di Pantai Kukup ada 25 orang, Pantai Sepanjang ada 4 orang dan Pantai Drini ada 6 orang, total 35 orang.
Sejak Sabtu (1/6), objek wisata pantai di Gunung Kidul sudah mulai dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Gunung Kidul akan meningkat pada H+2 Lebaran hingga Minggu (9/6).
"Wisatawan yang tersengat ubur-ubur langsung mendapat pertolongan medis di posko kesehatan dan tim SAR," kata Surisdiyanto.
Ia mengatakan SAR Linmas Korwil II Baron akan mengoptimalkan personel untuk mengingatkan dan menyosialisasikan kepada wisatawan untuk berhati-hati saat mandi di bibir pantai. Saat ini, sepanjang pantai selatan di Gunung Kidul banyak ditemukan ubur-ubur. Warna ubur-ubur yang sangat cantik, terkadang dijadikan mainan dan tidak dipedulikan.
"Kami sudah memasang rambu-rambu peringatan bahaya ubur-ubur," katanya.
Ia menjelaskan hewan laut ini Ubur-ubur physalis (impes) dimana hewan berwarna biru dan mengapung di permukaan air laut yang mempunyai tentakel atau kaki yang menjuntai. Tentakel inilah tempat sel penyengat (nematocyst) berada.
Nematocyst, lanjut Surisdiyanto, hewan ini memiliki bisa karena berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan menjadi sistem pertahanan diri dari predator lainya termasuk manusia. Apabila terkena nematocyst, tubuh akan terasa gatal diikuti dengan rasa terbakar, nyeri bahkan sesak nafas.
"Saat ini, banyak ubur-ubur di pantai selatan. Kami mengimbau supaya tidak memegang ubur-ubur," imbaunya.
Sekretaris SAR Linmas Korwil II Baron Surisdiyanto di Gunung Kidul, Senin, mengatakan jumlah wisatawan yang tersengat ubur-ubur, yakni di Pantai Kukup ada 25 orang, Pantai Sepanjang ada 4 orang dan Pantai Drini ada 6 orang, total 35 orang.
Sejak Sabtu (1/6), objek wisata pantai di Gunung Kidul sudah mulai dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Gunung Kidul akan meningkat pada H+2 Lebaran hingga Minggu (9/6).
"Wisatawan yang tersengat ubur-ubur langsung mendapat pertolongan medis di posko kesehatan dan tim SAR," kata Surisdiyanto.
Ia mengatakan SAR Linmas Korwil II Baron akan mengoptimalkan personel untuk mengingatkan dan menyosialisasikan kepada wisatawan untuk berhati-hati saat mandi di bibir pantai. Saat ini, sepanjang pantai selatan di Gunung Kidul banyak ditemukan ubur-ubur. Warna ubur-ubur yang sangat cantik, terkadang dijadikan mainan dan tidak dipedulikan.
"Kami sudah memasang rambu-rambu peringatan bahaya ubur-ubur," katanya.
Ia menjelaskan hewan laut ini Ubur-ubur physalis (impes) dimana hewan berwarna biru dan mengapung di permukaan air laut yang mempunyai tentakel atau kaki yang menjuntai. Tentakel inilah tempat sel penyengat (nematocyst) berada.
Nematocyst, lanjut Surisdiyanto, hewan ini memiliki bisa karena berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan menjadi sistem pertahanan diri dari predator lainya termasuk manusia. Apabila terkena nematocyst, tubuh akan terasa gatal diikuti dengan rasa terbakar, nyeri bahkan sesak nafas.
"Saat ini, banyak ubur-ubur di pantai selatan. Kami mengimbau supaya tidak memegang ubur-ubur," imbaunya.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gajah 13 tahun mati tersengat listrik, BKSDA imbau masyarakat jaga habitatnya
16 March 2024 18:53 WIB, 2024
Polisi sebut 2 pekerja proyek Telkom di Konawe tewas tersengat listrik
09 January 2023 15:10 WIB, 2023
Seorang petugas Damkar Palembang gugur tersetrum listrik saat bertugas, ini kronologinya
14 June 2020 8:56 WIB, 2020
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB