Disney "sulit" syuting di Georgia terkait UU aborsi
Jumat, 31 Mei 2019 9:03 WIB
Disney namai layanan streaming-nya Disney+ (disneyplus.com)
Jakarta (ANTARA) - Chief Executive Disney Bob Iger mengatakan pada Reuters, Rabu, bahwa akan "sangat sulit" untuk mereka terus melakukan pengambilan gambar di Georgia bila Undang Undang baru tentang aborsi diterapkan sebab banyak orang yang takkan mau bekerja di negara bagian AS tersebut.
Beberapa film Disney seperti "Black Panther" dan "Avengers: Endgame" melakukan syuting di Georgia, dan negara bagian itu akan terkena dampaknya bila perusahaan hiburan berhenti syuting di sana.
Gubernur Georgia menandatangani undang-undang pada 7 Mei tentang larangan aborsi setelah dokter dapat mendeteksi detak jantung janin yakni sekitar enam minggu setelah hamil, sebelum banyak perempuan tahu mereka hamil.
Undang-undang ini akan mulai berlaku pada 1 Januari, jika berhasil melewati pengadilan.
Saat ditanya Reuters apakah Disney akan terus syuting di Georgia, Iger mengatakan "akan sulit melakukannya" jika UU itu diterapkan.
"Saya ragu kami akan tetap meneruskannya," ujar Iger dalam wawancara jelang peluncuran bagian "Star Wars" di Disneyland. "Saya kira banyak pekerja kami yang tidak mau bekerja di sana, dan kami harus memperhatikan permintaan mereka. Saat ini kami masih memantau."
Sebagian aktor dan produser telah mengatakan tak mau bekerja di Georgia karena UU aborsi, tapi banyak perusahaan produksi besar yang masih diam mengenai hal tersebut.
Pada Selasa, Netflix mengatakan mereka akan berpikir ulang tentang investasi produksi film dan televisi di Georgia bila hukum tersebut diterapkan.
Beberapa film Disney seperti "Black Panther" dan "Avengers: Endgame" melakukan syuting di Georgia, dan negara bagian itu akan terkena dampaknya bila perusahaan hiburan berhenti syuting di sana.
Gubernur Georgia menandatangani undang-undang pada 7 Mei tentang larangan aborsi setelah dokter dapat mendeteksi detak jantung janin yakni sekitar enam minggu setelah hamil, sebelum banyak perempuan tahu mereka hamil.
Undang-undang ini akan mulai berlaku pada 1 Januari, jika berhasil melewati pengadilan.
Saat ditanya Reuters apakah Disney akan terus syuting di Georgia, Iger mengatakan "akan sulit melakukannya" jika UU itu diterapkan.
"Saya ragu kami akan tetap meneruskannya," ujar Iger dalam wawancara jelang peluncuran bagian "Star Wars" di Disneyland. "Saya kira banyak pekerja kami yang tidak mau bekerja di sana, dan kami harus memperhatikan permintaan mereka. Saat ini kami masih memantau."
Sebagian aktor dan produser telah mengatakan tak mau bekerja di Georgia karena UU aborsi, tapi banyak perusahaan produksi besar yang masih diam mengenai hal tersebut.
Pada Selasa, Netflix mengatakan mereka akan berpikir ulang tentang investasi produksi film dan televisi di Georgia bila hukum tersebut diterapkan.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi gandeng dokter RSCM untuk usut kasus aborsi anak artis Nikita Mirzani
22 October 2024 16:50 WIB, 2024
Polisi periksa artis Nikita Mirzani dan 4 saksi terkait persetubuhan anak
17 September 2024 17:15 WIB, 2024
Polisi sebut kekasih mahasiswi yang meninggal diduga aborsi jadi tersangka
19 November 2023 6:58 WIB, 2023
Polisi : Komplotan praktik aborsi Duren Sawit raup keuntungan Rp 25 juta per hari
19 May 2023 21:28 WIB, 2023
Terpopuler - Sinema & Musik
Lihat Juga
Rayakan 37 tahun berkarya, KLa Project buka Konser 'Lux Nova' dengan lagu Tinggal Sehari
08 February 2026 6:28 WIB
Film Penerbangan Terakhir ungkap soal gengsi bisa menjadi "penjara" yang sangat menyiksa
17 January 2026 16:24 WIB