Wisatawan pecinta reftil menggemari ular hijau endemik Papua
Rabu, 15 Mei 2019 21:51 WIB
Ular sanca hijau endemik Papua (Foto Pemandu Wisata Raja Ampat)
Waisai (ANTARA) - Wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat, Papua Barat, tidak hanya wisatawan penikmat keindahan laut saja, tetapi juga wisatawan pencinta reptil terlebih khusus penggemar ular.
Pemandu wisata minat khusus Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Raja, Maurits Kafir di Waisai, Rabu mengatakan wisatawan minat khusus pencinta reptil berkunjung ke Raja Ampat guna mencari ular sanca hujan atau Morelia viridis endemik Papua.
Dia mengatakan, ular sanca hujan adalah jenis piton tidak berbisa yang hidup di pohon dengan corak warna yang unik dan menjadi incaran wisatawan pencinta reptil guna di foto.
Menurut Maurits, habitat sanca hujan menyebar di hutan hujan sampai ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut. Ular terbesar senang berada di semak dan pohon berdaun lebat.
Ia mengungkapkan, ular sanca hijau tersebut dapat dijumpai di Empat Pulau besar Raja Ampat yakni Pulau Waigeo, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Misool.
Uniknya, ular sanca hijau di setiap pulau di Raja Ampat punya corak warna yang berbeda. Ada yang hijau bintik putih, ada pula hijau bintik kuning dan ada juga hijau biru.
"Keunikan itulah yang membuat wisatawan pencinta reptil senang karena dapat mengoleksi ular sanca hijau endemik Papua dengan corak warna berpariasi," ujarnya.
Pemandu wisata minat khusus Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Raja, Maurits Kafir di Waisai, Rabu mengatakan wisatawan minat khusus pencinta reptil berkunjung ke Raja Ampat guna mencari ular sanca hujan atau Morelia viridis endemik Papua.
Dia mengatakan, ular sanca hujan adalah jenis piton tidak berbisa yang hidup di pohon dengan corak warna yang unik dan menjadi incaran wisatawan pencinta reptil guna di foto.
Menurut Maurits, habitat sanca hujan menyebar di hutan hujan sampai ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut. Ular terbesar senang berada di semak dan pohon berdaun lebat.
Ia mengungkapkan, ular sanca hijau tersebut dapat dijumpai di Empat Pulau besar Raja Ampat yakni Pulau Waigeo, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Misool.
Uniknya, ular sanca hijau di setiap pulau di Raja Ampat punya corak warna yang berbeda. Ada yang hijau bintik putih, ada pula hijau bintik kuning dan ada juga hijau biru.
"Keunikan itulah yang membuat wisatawan pencinta reptil senang karena dapat mengoleksi ular sanca hijau endemik Papua dengan corak warna berpariasi," ujarnya.
Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tamu hotel berani tangkap sanca dua meter di depan lobi Grand Daira Palembang
22 April 2026 18:48 WIB
Asal mula lahirnya profesi ahli feng shui dan tantangan di masa kini
29 January 2025 16:48 WIB, 2025
Komandan Damkar dikeroyok "pasukannya" saat anak buah lainnya dikecoh amankan ular
16 October 2024 14:35 WIB, 2024
Damkar Palembang sediakan layanan tanggap waspadai ular saat banjir
21 February 2024 16:50 WIB, 2024
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
PLTU Banjarsari-FPTI Lahat kembangkan wisata 'waterfall rappelling' di Curug Perigi
24 April 2026 11:40 WIB
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB