KPPPA: Pengarusutamaan gender tingkatkan kualitas hidup manusia
Rabu, 10 April 2019 10:12 WIB
Sekretaris Menteri (Sesmen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu (ANTARA)
Semarang (ANTARA) - Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan pengarusutamaan gender merupakan strategi yang digunakan untuk mengatasi berbagai isu gender lintas sektor dalam pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
"Upaya percepatan pengarusutamaan gender telah dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah," kata Pribudiarta saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah 2019 di Semarang, Selasa (9/4).
Sejak Instruksi Presiden tersebut dikeluarkan, Pribudiarta mengatakan proses percepatan pelaksanaan pengarusutamaan gender di kementerian/lembaga maupun di daerah masih menemukan berbagai kendala.
Pelaksanaan percepatan pengarusutamaan gender sangat dinamis sehingga menuntut komitmen, keseriusan, kemampuan, dan keterampilan sumber daya manusia.
"Apalagi, Indonesia memasuki era 4.0 yang menitikberatkan aspek kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi," tuturnya.
Pengarusutamaan gender merupakan strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan.
Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's) 2030 yang menetapkan prinsip tidak ada yang ditinggalkan.
Negara harus dapat memastikan semua kelompok masyarakat; baik laki-laki, perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya; dapat terlibat dalam proses dan merasakan hasil pembangunan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah 2019 di Semarang bertema "Bersama Membangun Kolaborasi, Sinergi, dan Inovasi untuk Pencapaian SDG's dan Pelembagaan Pengarusutamaan Gender di Daerah".
"Upaya percepatan pengarusutamaan gender telah dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah," kata Pribudiarta saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah 2019 di Semarang, Selasa (9/4).
Sejak Instruksi Presiden tersebut dikeluarkan, Pribudiarta mengatakan proses percepatan pelaksanaan pengarusutamaan gender di kementerian/lembaga maupun di daerah masih menemukan berbagai kendala.
Pelaksanaan percepatan pengarusutamaan gender sangat dinamis sehingga menuntut komitmen, keseriusan, kemampuan, dan keterampilan sumber daya manusia.
"Apalagi, Indonesia memasuki era 4.0 yang menitikberatkan aspek kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi," tuturnya.
Pengarusutamaan gender merupakan strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan.
Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's) 2030 yang menetapkan prinsip tidak ada yang ditinggalkan.
Negara harus dapat memastikan semua kelompok masyarakat; baik laki-laki, perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya; dapat terlibat dalam proses dan merasakan hasil pembangunan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah 2019 di Semarang bertema "Bersama Membangun Kolaborasi, Sinergi, dan Inovasi untuk Pencapaian SDG's dan Pelembagaan Pengarusutamaan Gender di Daerah".
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo sampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon
31 March 2026 19:48 WIB
Persik Kediri intensifkan latihan usai libur Lebaran 2026, target perbaiki peringkat klasemen
23 March 2026 19:19 WIB
Pesenam ritmik Nur Hazizah sumbang emas pertama untuk Indonesia di SOWSG 2023Berlin
20 June 2023 12:34 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB