Obesitas percepat pubertas anak laki-laki
Kamis, 4 April 2019 10:43 WIB
Ilustrasi - obesitas (Antara/ Insan Faizin Mub)
Jakarta (ANTARA) - Anak laki-laki yang mengalami obesitas akan mencapai pubertas lebih cepat, demikian sebuah studi dari University of Santiago.
Seperti dilansir dari Medical Daily, Kamis, para peneliti yang dipimpin Maria Veronica Mericq, M.D menggunakan data dari Studi Pertumbuhan dan Obesitas Instituto de Nutricion y Tecnología de Los Alimentos.
Tim peneliti memeriksa 527 anak laki-laki di Chili lalu mengukur Indeks Massa Tubuh (BMI), lingkar pingggang, tinggi badan dan tanda-tanda pubertas mereka. Pengukuran itu untuk menentukan tingkat obesitas dan efeknya pada para partisipan pada masa remaja awal mereka.
Hasilnya, sembilan persen anak laki-laki yang dinilai obesitas mengalami pubertas pada usia sembilan tahun.
Sebanyak 22 persen anak laki-laki gemuk berusia enam hingga tujuh tahun berisiko lebih tinggi mengalami pubertas. Selanjutnya, 28 persen dari mereka yang berusia 11 tahun sudah mengalami permulaan masa remaja. Tapi, angka tersebut turun menjadi 11,8 persen ketika mereka mencapai 17 tahun, menurut laporan Medical Xpress.
Temuan studi memperlihatkan 45 anak laki-laki mengalami pubertas sebelum waktunya. Genetics Home Reference di Amerika Serikat menyebut kondisi itu menyebabkan seseorang mengalami perkembangan seksual dini.
Temuan studi juga memperlihatkan prevalensi total obesitas meningkat ketika anak laki-laki bertambah usia.
Mericq dan tim juga menunjukkan obesitas di kalangan anak laki-laki bisa meningkatkan risiko terkena kanker testis begitu mereka mencapai usia dewasa.
Mereka menyatakan pengendalian obesitas pada masa anak-anak mencegah kerentanan mereka terhadap kondisi kesehatan yang parah.
Seperti dilansir dari Medical Daily, Kamis, para peneliti yang dipimpin Maria Veronica Mericq, M.D menggunakan data dari Studi Pertumbuhan dan Obesitas Instituto de Nutricion y Tecnología de Los Alimentos.
Tim peneliti memeriksa 527 anak laki-laki di Chili lalu mengukur Indeks Massa Tubuh (BMI), lingkar pingggang, tinggi badan dan tanda-tanda pubertas mereka. Pengukuran itu untuk menentukan tingkat obesitas dan efeknya pada para partisipan pada masa remaja awal mereka.
Hasilnya, sembilan persen anak laki-laki yang dinilai obesitas mengalami pubertas pada usia sembilan tahun.
Sebanyak 22 persen anak laki-laki gemuk berusia enam hingga tujuh tahun berisiko lebih tinggi mengalami pubertas. Selanjutnya, 28 persen dari mereka yang berusia 11 tahun sudah mengalami permulaan masa remaja. Tapi, angka tersebut turun menjadi 11,8 persen ketika mereka mencapai 17 tahun, menurut laporan Medical Xpress.
Temuan studi memperlihatkan 45 anak laki-laki mengalami pubertas sebelum waktunya. Genetics Home Reference di Amerika Serikat menyebut kondisi itu menyebabkan seseorang mengalami perkembangan seksual dini.
Temuan studi juga memperlihatkan prevalensi total obesitas meningkat ketika anak laki-laki bertambah usia.
Mericq dan tim juga menunjukkan obesitas di kalangan anak laki-laki bisa meningkatkan risiko terkena kanker testis begitu mereka mencapai usia dewasa.
Mereka menyatakan pengendalian obesitas pada masa anak-anak mencegah kerentanan mereka terhadap kondisi kesehatan yang parah.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kisah Audy Item sempat frustrasi jalani diet ekstrem, turun cepat tapi balik lagi
05 March 2026 5:13 WIB
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Dian Sastrowardoyo dukung program mudik gratis untuk pemilik warung, cek rutenya!
27 February 2026 6:42 WIB
Jebolan Indonesian Idol Piche Kota bantah jadi pelaku asusila anak di Belu
23 February 2026 15:28 WIB