Kementan-RB- ungkap hasil tes CPNS putri Jokowi
Jumat, 18 Januari 2019 16:15 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Wododo serta putranya, Kaesang Pangarep (kanan) dan Kahiyang Ayu (kiri). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengungkapkan fakta hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari Kahiyang Ayu, puteri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), pada 2017.
Data yang diperoleh Antara di Jakarta, Jumat menyebutkan pada 2017 Kahiyang Ayu mengikuti seleksi atau tes CPNS sebagai Pemeriksa Pertama di Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah. Total capaian poin Kahiyang ketika itu adalah 300, terdiri dari nilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 50, Tes Intelegensia Umum (TIU) 95, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 155. Merujuk pada peraturan CPNS saat itu, seorang peserta CPNS dinyatakan lolos bila memenuhi "passing grade" 70 untuk TWK, 75 untuk TIU, dan 126 untuk TKP.
Sebelumnya, Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo menyebut proses seleksi aparatur sipil negara (ASN) di era pemerintahannya sudah berjalan dengan transparan dan akuntabel. Bahkan, begitu transparannya, anak Jokowi sendiri Kahiyang Ayu, tidak lolos seleksi CPNS yang digelar pada Oktober 2017. "(Soal tes CPNS) rekrutmennya berjalan dengan transparan, akuntabel dan bisa semua orang melihat dan sekarang sudah kita lakukan.
Semuanya bisa cek, hasilnya juga bisa cek, anak saya tidak bisa terima di situ karena memang tidak lulus," kata Jokowi dalam Debat Capres- Cawapres, Kamis (17/1) malam. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin saat awal pelaksanaan Seleksi CPNS 2018 menyebutkan, pada 2018 penerimaan CPNS kembali dibuka. Pemerintah membuka lowongan baru menjadi PNS untuk 238.015 posisi, terdiri atas 51.271 formasi untuk 76 kementerian dan lembaga di tingkat pusat, dan 186.744 formasi untuk 525 pemerintah daerah seluruh Indonesia.
Pemerintah Indonesia, kata Syafruddin, hendak mencari talenta terbaik di antara jutaan anak bangsa untuk mengabdi kepada negara. Sejak awal, pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018 itu sudah dipersiapkan dengan matang. "Tidak boleh cacat, harus berlangsung transparan dan bersih," kata Syafruddin.
Karena itulah, tegasnya, negara sampai melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk membantu pengamanan pelaksanaan seleksi CPNS itu, bukan hanya pengamanan fisik, tapi juga pengamanan siber, ancaman hacker, dan lain-lain. "Supaya mereka yang berjuang ikut seleksi CPNS bisa menerima hasilnya dengan ikhlas. Kalau dia lulus, alhamdulillah. Kalau tidak lulus, dia akan menerima," kata Syafruddin.
Data yang diperoleh Antara di Jakarta, Jumat menyebutkan pada 2017 Kahiyang Ayu mengikuti seleksi atau tes CPNS sebagai Pemeriksa Pertama di Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah. Total capaian poin Kahiyang ketika itu adalah 300, terdiri dari nilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 50, Tes Intelegensia Umum (TIU) 95, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 155. Merujuk pada peraturan CPNS saat itu, seorang peserta CPNS dinyatakan lolos bila memenuhi "passing grade" 70 untuk TWK, 75 untuk TIU, dan 126 untuk TKP.
Sebelumnya, Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo menyebut proses seleksi aparatur sipil negara (ASN) di era pemerintahannya sudah berjalan dengan transparan dan akuntabel. Bahkan, begitu transparannya, anak Jokowi sendiri Kahiyang Ayu, tidak lolos seleksi CPNS yang digelar pada Oktober 2017. "(Soal tes CPNS) rekrutmennya berjalan dengan transparan, akuntabel dan bisa semua orang melihat dan sekarang sudah kita lakukan.
Semuanya bisa cek, hasilnya juga bisa cek, anak saya tidak bisa terima di situ karena memang tidak lulus," kata Jokowi dalam Debat Capres- Cawapres, Kamis (17/1) malam. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin saat awal pelaksanaan Seleksi CPNS 2018 menyebutkan, pada 2018 penerimaan CPNS kembali dibuka. Pemerintah membuka lowongan baru menjadi PNS untuk 238.015 posisi, terdiri atas 51.271 formasi untuk 76 kementerian dan lembaga di tingkat pusat, dan 186.744 formasi untuk 525 pemerintah daerah seluruh Indonesia.
Pemerintah Indonesia, kata Syafruddin, hendak mencari talenta terbaik di antara jutaan anak bangsa untuk mengabdi kepada negara. Sejak awal, pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018 itu sudah dipersiapkan dengan matang. "Tidak boleh cacat, harus berlangsung transparan dan bersih," kata Syafruddin.
Karena itulah, tegasnya, negara sampai melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk membantu pengamanan pelaksanaan seleksi CPNS itu, bukan hanya pengamanan fisik, tapi juga pengamanan siber, ancaman hacker, dan lain-lain. "Supaya mereka yang berjuang ikut seleksi CPNS bisa menerima hasilnya dengan ikhlas. Kalau dia lulus, alhamdulillah. Kalau tidak lulus, dia akan menerima," kata Syafruddin.
Pewarta : Edy Sujatmiko
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
11 wakil Indonesia siap perebutkan tiket ke semifinal Thailand Masters
31 January 2025 9:41 WIB, 2025
Leo/Bagas, Gregoria, dan Rehan/Lisa awali perjuangandi Denmark Open 2024
15 October 2024 15:35 WIB, 2024
Mutiara Ayu bawa Indonesia unggul 2-0 atas Filipina di Asia Junior 2024
28 June 2024 12:59 WIB, 2024
Cek Bagus dan Ayu 2024 mendapat tugas ajak Gen Z lestarikan budaya Palembang
16 June 2024 14:00 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB