Percantik Hijab dengan bahan anti mahal
Minggu, 21 Oktober 2018 16:27 WIB
Suasana kegiatan DIY Class di Palembang (ANTARA News Sumsel/Fenny Selly/Erwin Matondang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) – Siapa saja bisa mempercantik koleksi hijab polosnya dengan bahan anti mahal namun dengan hasil kreasi yang bernilai ekonomi tinggi.
“Bahannya tidak perlu mahal bisa dari bahan yang selam ini sering dibuang seperti perca dan sisa kain brokat,” ujar Instruktur kerajinan berbahan perca Aminah di sela kegiatan DIY Class di Palembang.
Pada kesempatan tersebut, Nina panggilan akrab Aminah berbagi trik mempercantik kerudung polos dengan bahan-bahan anti mahal tersebut.
Berbekal kain perca dan sisa berokat serta beberapa bahan pendukung lainnya Nina berbagi dengan sejumlah peserta kelasnya hari itu.
“Bahan-bahan sudah disediakan, peserta hanya perlu membawa diri dan menikmati setiap prosesnya,” kata nina.
Para peserta pun diajak mengolah kain perca menjadi aplikasi bunga yang sangat cantik. Aplikasi bunga ini kemudian dipadukan pada potongan brokat senada dan dijahit pada hijab polos.
Tiap aplikasi bunga yang ditempelkan tersebut juga dipercantik dengan mote, manic-manik, dan aneka mutiara.
“Banyak yang bisa kita manfaatkan dan ini bisa diaplikasikan pada jilbab polos di rumah yang tidak terpakai,” ujar nina.
Menurut nina kerajinan menghias hijab polos ini tergolong mudah depalajari dan wajib dicoba kembali oleh peserta saat senggang.
“Aktifitas membuat kerajinan atau crafting punya pengaruh yang positif membuat pikiran tenang dan bahagia, serta jadi sarana paling tepat menyalurkan emosi,”ungkap nina.
Disamping itu juga ia berpendapat crafting juga bisa menjadi gaya hidup selain juga dapat memberikan keuntungan manfaat buat diri sendiri dan lingkungan sekitar kita.
“Lewat kegiatan berbagi keterampilan ini saya bisa menularkan semangat crafting dan semoga juga bisa mempengaruhi orang untuk berwirausaha,” papar dia.
“Bahannya tidak perlu mahal bisa dari bahan yang selam ini sering dibuang seperti perca dan sisa kain brokat,” ujar Instruktur kerajinan berbahan perca Aminah di sela kegiatan DIY Class di Palembang.
Pada kesempatan tersebut, Nina panggilan akrab Aminah berbagi trik mempercantik kerudung polos dengan bahan-bahan anti mahal tersebut.
Berbekal kain perca dan sisa berokat serta beberapa bahan pendukung lainnya Nina berbagi dengan sejumlah peserta kelasnya hari itu.
“Bahan-bahan sudah disediakan, peserta hanya perlu membawa diri dan menikmati setiap prosesnya,” kata nina.
Para peserta pun diajak mengolah kain perca menjadi aplikasi bunga yang sangat cantik. Aplikasi bunga ini kemudian dipadukan pada potongan brokat senada dan dijahit pada hijab polos.
Tiap aplikasi bunga yang ditempelkan tersebut juga dipercantik dengan mote, manic-manik, dan aneka mutiara.
“Banyak yang bisa kita manfaatkan dan ini bisa diaplikasikan pada jilbab polos di rumah yang tidak terpakai,” ujar nina.
Menurut nina kerajinan menghias hijab polos ini tergolong mudah depalajari dan wajib dicoba kembali oleh peserta saat senggang.
“Aktifitas membuat kerajinan atau crafting punya pengaruh yang positif membuat pikiran tenang dan bahagia, serta jadi sarana paling tepat menyalurkan emosi,”ungkap nina.
Disamping itu juga ia berpendapat crafting juga bisa menjadi gaya hidup selain juga dapat memberikan keuntungan manfaat buat diri sendiri dan lingkungan sekitar kita.
“Lewat kegiatan berbagi keterampilan ini saya bisa menularkan semangat crafting dan semoga juga bisa mempengaruhi orang untuk berwirausaha,” papar dia.
Pewarta : Feny Selly
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR RI minta pemerintah pastikan diskriminasi tak terjadi lagi
03 September 2024 11:45 WIB, 2024
Paksa siswi pakai jilbab, Gubernur DIY copot kepsek dan tiga orang guru di Bantul
05 August 2022 8:41 WIB, 2022
Akademisi nilai tidak boleh ada paksaan pemakaian jilbab di sekolah negeri
04 August 2022 14:27 WIB, 2022
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB