Dinas perikanan Palembang manfaatkan ekskavator kembangkan perikanan
Sabtu, 20 Oktober 2018 9:51 WIB
Dokumentasi- pertambakan ikan. (ANTARA FOTO/ Feny SellY)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Dinas Perikanan Kota Palembang, Sumatera Selatan berupaya memanfaatkan secara maksimal alat berat ekskavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengembangkan potensi perikanan kota setempat.
Alat berat tersebut akan dipinjamnkan kepada kelompok budi daya ikan dan warga kota yang akan membuka kolam ikan untuk kegiatan usaha budi daya ikan, kata Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang Aprizal Hasyim, di Palembang, Jumat (19/10).
Menurut dia, selama ini warga mengalami kesulitan untuk membuka kolam atau tambak ikan karena mengandalkan tenaga manusia.
Dengan adanya alat berat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan itu, kegiatan pembukaan kolam/tambak ikan bisa lebih mudah dan cepat, katanya.
Dia menjelaskan, dengan memanfaatkan alat berat/ekskavator itu, warga yang tergabung dalam kelompok budi daya ikan bisa mengembangkan potensi perikanan dengan membuka lebih banyak kolam baru.
Dengan adanya penambahan kolam budi daya baru, diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi ikan dan mengurangi ketergantungan pasokan ikan dari daerah lain, katanya.
Menurut dia, hingga kini pasokan ikan ke Pasar Induk Jakabaring dan pasar tradisional Palembang, masih tergantung dari sejumlah daerah sekitar.
"Ikan yang dijual di pasar untuk memenuhi kebutuhan warga Ibu kota Provinsi Sumsel itu dipasok dari beberapa kabupaten terdekat seperti Ogan Ilir dan Banyuasin," ujarnya.
Kebutuhan ikan masyarakat kota ini setiap harinya rata-rata 15 ton, sementara kemampuan petambak dan nelayan setempat untuk memenuhi kebutuhan itu hanya empat ton per hari.
Kekurangan pasokan dari petambak dan nelayan lokal sekarang ini dipenuhi dari luar daerah dan menjadi tantangan pihaknya untuk mengatasi masalah tersebut, kata Aprizal.
Alat berat tersebut akan dipinjamnkan kepada kelompok budi daya ikan dan warga kota yang akan membuka kolam ikan untuk kegiatan usaha budi daya ikan, kata Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang Aprizal Hasyim, di Palembang, Jumat (19/10).
Menurut dia, selama ini warga mengalami kesulitan untuk membuka kolam atau tambak ikan karena mengandalkan tenaga manusia.
Dengan adanya alat berat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan itu, kegiatan pembukaan kolam/tambak ikan bisa lebih mudah dan cepat, katanya.
Dia menjelaskan, dengan memanfaatkan alat berat/ekskavator itu, warga yang tergabung dalam kelompok budi daya ikan bisa mengembangkan potensi perikanan dengan membuka lebih banyak kolam baru.
Dengan adanya penambahan kolam budi daya baru, diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi ikan dan mengurangi ketergantungan pasokan ikan dari daerah lain, katanya.
Menurut dia, hingga kini pasokan ikan ke Pasar Induk Jakabaring dan pasar tradisional Palembang, masih tergantung dari sejumlah daerah sekitar.
"Ikan yang dijual di pasar untuk memenuhi kebutuhan warga Ibu kota Provinsi Sumsel itu dipasok dari beberapa kabupaten terdekat seperti Ogan Ilir dan Banyuasin," ujarnya.
Kebutuhan ikan masyarakat kota ini setiap harinya rata-rata 15 ton, sementara kemampuan petambak dan nelayan setempat untuk memenuhi kebutuhan itu hanya empat ton per hari.
Kekurangan pasokan dari petambak dan nelayan lokal sekarang ini dipenuhi dari luar daerah dan menjadi tantangan pihaknya untuk mengatasi masalah tersebut, kata Aprizal.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kisah ibu di pinggiran Singkarak, cetak anak jadi polisi dan sarjana dari ikan bilih
21 February 2026 19:33 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Cegah penyakit menular, vaksinasi campak balita di seluruh puskesmas Palembang gratis
31 March 2026 15:46 WIB