Ratusan koperasi di Palembang kurang sehat
Jumat, 28 September 2018 13:08 WIB
Koperasi Indonesia (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Jumlah koperasi yang kurang 'sehat' di palembang masih cukup banyak, dari total ribuan koperasi di Palembang, sekitar 300 koperasi kategori koperasi kurang sehat.
"Hal ini disebabkan, karena pengurus dan anggota koperasi bermasalah. Jika selama dua tahun berturut - turut koperasi tidak melakukan RAT, maka koperasi dinyatakan kurang sehat, bahkan bisa dikatakan tidak sehat," ujar Kabid Pelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Palembang, Vivi Novitriani, Jumat.
Menurut dia perkembangan koperasi cukup signifikan. Namun saat dilakukan penilaian dan hasilnya selalu naik turun. Koperasi yang tidak aktif diusulkan untuk penghapusan ke kementerian koperasi. Untuk tahun ini, pihaknya masih menginventarisir dan klarifikasi ke lapangan untuk koperasi yang dibubarkan.
Selain itu, hingga febuari ada empat pengajuan pembentukan koperasi baru dan dua koperasi mengusulkan perubahan anggaran dasar yang masih proses di kementerian koperasi dan UKM.
Meski tak terlalu signifikan, jumlah pengajuan pembentukan mulai mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 tercatat ada 10 koperasi yang surat keputusannya telah diresmikan. Sementara di tahun 2017, ada 13 koperasi baru yang telah telah diresmikan.
Dia menerangkan, volume usaha koperasi di Kota Palembang 2017 sebesar Rp595 miliar dari 20 persen koperasi yang aktif. Volume usaha itu salah satunya dari simpan pinjam.
"Sementara akumulasi permodalan koperasi sampai dengan 2017 sebesar Rp496 miliar yang terdiri dari modal sendiri Rp275 miliar dan modal luar Rp220 miliar," jelasnya.
Pihaknya menargetkan pada tahun ini volume usaha koperasi ditargetkan naik sebesar Rp100 - Rp200 juta. Menurutnya, masyarakat kota Palembang tampaknya mulai mengerti manfaat pembentukan koperasi untuk pengembangan ekonomi kerakyatan.
"Hal ini disebabkan, karena pengurus dan anggota koperasi bermasalah. Jika selama dua tahun berturut - turut koperasi tidak melakukan RAT, maka koperasi dinyatakan kurang sehat, bahkan bisa dikatakan tidak sehat," ujar Kabid Pelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Palembang, Vivi Novitriani, Jumat.
Menurut dia perkembangan koperasi cukup signifikan. Namun saat dilakukan penilaian dan hasilnya selalu naik turun. Koperasi yang tidak aktif diusulkan untuk penghapusan ke kementerian koperasi. Untuk tahun ini, pihaknya masih menginventarisir dan klarifikasi ke lapangan untuk koperasi yang dibubarkan.
Selain itu, hingga febuari ada empat pengajuan pembentukan koperasi baru dan dua koperasi mengusulkan perubahan anggaran dasar yang masih proses di kementerian koperasi dan UKM.
Meski tak terlalu signifikan, jumlah pengajuan pembentukan mulai mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 tercatat ada 10 koperasi yang surat keputusannya telah diresmikan. Sementara di tahun 2017, ada 13 koperasi baru yang telah telah diresmikan.
Dia menerangkan, volume usaha koperasi di Kota Palembang 2017 sebesar Rp595 miliar dari 20 persen koperasi yang aktif. Volume usaha itu salah satunya dari simpan pinjam.
"Sementara akumulasi permodalan koperasi sampai dengan 2017 sebesar Rp496 miliar yang terdiri dari modal sendiri Rp275 miliar dan modal luar Rp220 miliar," jelasnya.
Pihaknya menargetkan pada tahun ini volume usaha koperasi ditargetkan naik sebesar Rp100 - Rp200 juta. Menurutnya, masyarakat kota Palembang tampaknya mulai mengerti manfaat pembentukan koperasi untuk pengembangan ekonomi kerakyatan.
Pewarta : Kiki Wulandari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian Lingkungan Hidup cabut izin 28 perusahaan di Aceh, Sumut dan Sumbar
26 January 2026 16:08 WIB
Pemkot Palembang ajak warga kembangkan usaha daur ulang sampah, tambah penghasilan keluarga
16 November 2025 9:18 WIB
Sambil kuliah, warga Palembang berhasil jadi agen Lion Parcel dan raup omzet ratusan juta rupiah
11 November 2025 20:08 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB