Harga jengkol di Baturaja tembus Rp15 ribu/kg
Kamis, 6 September 2018 14:15 WIB
Penjual tengah menyusun dagangan jengkol dan petai. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)
Baturaja (ANTARA News Sumsel) - Harga jengkol di tingkat petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan saat ini tembus diangka Rp15 ribu/kilogram naik dari harga sebelumnya untuk satu kilogramnya hanya kisaran Rp5 ribu per Kg.
"Petani jengkol sekarang bisa tersenyum sumringah, sebab harga jualnya saat ini tembus diangka Rp15 ribu/kilogram (kg)," kata salah seorang petani jengkol di Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Dapit di Baturaja, Kamis.
Dia mengatakan, sejak hampir sebulan terakhir harga jengkol di tingkat petani mencapai Rp15 ribu/kg naik dibandingkan sebelumnya hanya kisaran Rp5 ribu/kg.
Menurut dia, naiknya harga diiringi meningkatnya permintaan jengkol di sejumlah pasar lokal di Baturaja maupun untuk dikirim ke beberapa daerah di Pulau Jawa.
"Permintaan di Pasar Baturaja dan Muara Enim saja cukup banyak," katanya.
Dia menuturkan, untuk harga jengkol sudah dikupas sejumlah petani mematok nilai jual ke pengepul sebesar Rp15 ribu/kg, sedangkan yang belum dikupas dihargai Rp6 ribu/kg.
"Diprediksi harga jengkol yang belum dikupas akan terus mengalami kenaikkan jika permintaan pasar semakin tinggi," jelasnya.
Bahkan kata dia, diperkirakan pada Desember 2018 nanti puncak musim jengkol dan hingga sebulan kedepannya harga jengkol mencapai Rp22 ribu/kg.
"Seperti musim panen raya jengkol tahun lalu harganya tembus Rp22 ribu/kg," kata Iwan petani jengkol lainnya menambahkan.
Dia mengatakan, peningkatan harga tersebut sangat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil menjual jengkol.
"Kami berharap harga jualnya tetap stabil bahkan terus naik hingga panen raya jengkol berakhir," harapnya.
"Petani jengkol sekarang bisa tersenyum sumringah, sebab harga jualnya saat ini tembus diangka Rp15 ribu/kilogram (kg)," kata salah seorang petani jengkol di Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Dapit di Baturaja, Kamis.
Dia mengatakan, sejak hampir sebulan terakhir harga jengkol di tingkat petani mencapai Rp15 ribu/kg naik dibandingkan sebelumnya hanya kisaran Rp5 ribu/kg.
Menurut dia, naiknya harga diiringi meningkatnya permintaan jengkol di sejumlah pasar lokal di Baturaja maupun untuk dikirim ke beberapa daerah di Pulau Jawa.
"Permintaan di Pasar Baturaja dan Muara Enim saja cukup banyak," katanya.
Dia menuturkan, untuk harga jengkol sudah dikupas sejumlah petani mematok nilai jual ke pengepul sebesar Rp15 ribu/kg, sedangkan yang belum dikupas dihargai Rp6 ribu/kg.
"Diprediksi harga jengkol yang belum dikupas akan terus mengalami kenaikkan jika permintaan pasar semakin tinggi," jelasnya.
Bahkan kata dia, diperkirakan pada Desember 2018 nanti puncak musim jengkol dan hingga sebulan kedepannya harga jengkol mencapai Rp22 ribu/kg.
"Seperti musim panen raya jengkol tahun lalu harganya tembus Rp22 ribu/kg," kata Iwan petani jengkol lainnya menambahkan.
Dia mengatakan, peningkatan harga tersebut sangat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil menjual jengkol.
"Kami berharap harga jualnya tetap stabil bahkan terus naik hingga panen raya jengkol berakhir," harapnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Patra Niaga: Disparitas harga jadi pemicu utama penyalahgunaan BBM Subsidi
01 May 2026 20:24 WIB
Harga emas Kamis 30 April 2026 di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 kompak turun
30 April 2026 8:16 WIB
Pertamina Patra Niaga perluas SPBU Nelayan di wilayah 3T melalui program BBM Satu Harga
30 April 2026 7:53 WIB
Pertamina sesuaikan harga Pertamax Turbo dan Dexlite per April 2026, berikut rinciannya
27 April 2026 10:17 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB