Presiden bahas perkembangan ekonomi di Istana
Senin, 25 Juni 2018 13:57 WIB
Dok.(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Presiden Joko Widodo membahas perkembangan kondisi ekonomi global, regional, maupun dalam negeri dengan memanggil tim ekonomi ke Istana Merdeka Jakarta, Senin.
Tim Ekonomi tersebut terdiri atas Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso.
Tim Ekonomi ini masuk Istana pada pukul 10.00 WIB, setelah Presiden Jokowi menerima delegasi Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kano, dan keluar sekitar pukul 12.00 WIB.
Setelah bertemu Presiden, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melihat dari sisi sektor ril dan kebijakan bisa difokuskan untuk membantu neraca pembayaran.
"Kami akan terus melihat bagaimana policy terus difokuskan untuk membantu neraca pembayaran kita, terutama dari transaksi berjalan bisa dikurangi," kata Sri Mulyani.
Menkeu juga mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Presiden juga membahas jika perekonomian ingin maju terus, tapi transaksi berjalan tetap bisa dijaga dari sisi defisitnya, diperlukan kebijakan-kebijakan mengenai dukungan bagi ekspor, termasuk pariwisata, dan memperkuat pembangunan industri yang mensubstitusi produk impor.
"Kami juga membahas apa respons secara bersama dari sektor ril seperti Menko Perekonomian, dari kami (Kementerian Keuangan) dari sisi apakah intensif, apakah kemudahan, apakah itu dari perpajakan, dari bea cukai, kepabeanan dan juga dari makro prudentialnya Bank Indonesia serta makro prudential policy-nya di OJK," katanya.
Sri Mulyani mengatakan bahwa hal tersebut akan terus didorong (follow up) untuk bisa secara konkret memperbaiki kondisi perekonomian dalam negeri.
Menkeu juga mengatakan bahwa pertemuan Presiden dan Tim Ekonomi juga membahas keseluruhan, baik dari sisi kondisi ekonomi global, regional, maupun kondisi dalam negeri.
"Faktor apa saja, di satu sisi menjaga stabilitas penting, di satu sisi lagi bagaimana kita tetap mendorong agar pertumbuhan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan secara lebih maju lagi," katanya.
Sri Mulyani juga mengungkapkan berbagai kombinasi kebijakan yang akan diambil, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.
Tim Ekonomi tersebut terdiri atas Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso.
Tim Ekonomi ini masuk Istana pada pukul 10.00 WIB, setelah Presiden Jokowi menerima delegasi Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kano, dan keluar sekitar pukul 12.00 WIB.
Setelah bertemu Presiden, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melihat dari sisi sektor ril dan kebijakan bisa difokuskan untuk membantu neraca pembayaran.
"Kami akan terus melihat bagaimana policy terus difokuskan untuk membantu neraca pembayaran kita, terutama dari transaksi berjalan bisa dikurangi," kata Sri Mulyani.
Menkeu juga mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Presiden juga membahas jika perekonomian ingin maju terus, tapi transaksi berjalan tetap bisa dijaga dari sisi defisitnya, diperlukan kebijakan-kebijakan mengenai dukungan bagi ekspor, termasuk pariwisata, dan memperkuat pembangunan industri yang mensubstitusi produk impor.
"Kami juga membahas apa respons secara bersama dari sektor ril seperti Menko Perekonomian, dari kami (Kementerian Keuangan) dari sisi apakah intensif, apakah kemudahan, apakah itu dari perpajakan, dari bea cukai, kepabeanan dan juga dari makro prudentialnya Bank Indonesia serta makro prudential policy-nya di OJK," katanya.
Sri Mulyani mengatakan bahwa hal tersebut akan terus didorong (follow up) untuk bisa secara konkret memperbaiki kondisi perekonomian dalam negeri.
Menkeu juga mengatakan bahwa pertemuan Presiden dan Tim Ekonomi juga membahas keseluruhan, baik dari sisi kondisi ekonomi global, regional, maupun kondisi dalam negeri.
"Faktor apa saja, di satu sisi menjaga stabilitas penting, di satu sisi lagi bagaimana kita tetap mendorong agar pertumbuhan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan secara lebih maju lagi," katanya.
Sri Mulyani juga mengungkapkan berbagai kombinasi kebijakan yang akan diambil, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.
Pewarta : Joko Susilo
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rumah papan disulap jadi istana mungil, kado akhir tahun Pertamina EP untuk Cecep dan Junia
16 December 2025 7:52 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Berlaku mulai 1 April, Menaker ajak perusahaan swasta terapkan WFH untuk efisiensi energi
15 jam lalu
BPKARSS: LRT Sumsel angkut 283.476 penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026
01 April 2026 20:41 WIB
Nasabah Muara Rupit dapatkan Toyota Rush pada undian Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel
31 March 2026 21:29 WIB
Bank Sumsel Babel Pangkalpinang undi Grand Prize Tabungan Pesirah pada 5 April 2026
31 March 2026 21:13 WIB
Bank Sumsel Babel hadirkan program Kredit Kendaraan Bermotor, sasar ASN hingga PPPK
31 March 2026 20:27 WIB
Isu kenaikan harga BBM picu antrean panjang di SPBU, pemerintah pastikan harga tetap
31 March 2026 19:53 WIB
Bandara SMB II Palembang layani 193.628 penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026
30 March 2026 19:38 WIB